Infogarut

Sering Menonton Video Pendek? Studi Temukan Kaitannya dengan Otak

M
Muhamad Renaldi SPublisher
8 Juli 2026 pukul 08.26 3 menit baca
Sering Menonton Video Pendek? Studi Temukan Kaitannya dengan Otak
Sering Menonton Video Pendek? Studi Temukan Kaitannya dengan Otak, Source: Istimewa

Penggunaan TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda. Di balik popularitas tersebut, sebuah penelitian terbaru menemukan adanya hubungan antara kecanduan video pendek dan perbedaan struktur maupun aktivitas sejumlah area otak yang mengatur perhatian, emosi, kontrol diri, serta sistem penghargaan.

Baca juga: TikTok Disebut Lebih Berisiko daripada YouTube, Ini Temuan Studinya

Struktur Otak Pengguna

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal NeuroImage pada tahun 2025 melibatkan 111 mahasiswa di China sebagai responden. Tim peneliti menggunakan pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk memetakan kondisi otak peserta sekaligus mengukur tingkat kecanduan video pendek yang mereka alami.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi gejala kecanduan video pendek seseorang, semakin besar pula perbedaan yang ditemukan pada beberapa bagian otaknya. Meski belum dapat dijadikan kesimpulan mutlak, hasil tersebut memberikan petunjuk bahwa kebiasaan mengonsumsi video singkat secara berlebihan mungkin berkaitan dengan karakteristik neurologis tertentu.

Analisis struktur otak memperlihatkan adanya penambahan volume pada orbitofrontal cortex (OFC) serta cerebellum di kedua sisi otak. Kedua area ini diketahui berperan dalam berbagai fungsi penting yang memengaruhi cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, hingga merespons lingkungan sekitar.

Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa orbitofrontal cortex (OFC) memiliki peran penting dalam proses pengambilan keputusan, pengaturan emosi, pengendalian impuls, serta mekanisme sistem penghargaan (reward). Perubahan pada area tersebut diduga membuat pengguna lebih peka terhadap rangsangan yang diberikan oleh konten video pendek sehingga muncul dorongan untuk terus mencari tayangan berikutnya.

Aktivitas Otak Meningkat

Selain menemukan perbedaan struktur, penelitian ini juga mencatat adanya peningkatan aktivitas spontan pada beberapa area otak tertentu. Bagian yang dimaksud meliputi dorsolateral prefrontal cortex (DLPFC), posterior cingulate cortex (PCC), cerebellum, serta temporal pole (TP).

DLPFC merupakan area yang berhubungan dengan kemampuan mengendalikan diri dan menjaga fokus perhatian dalam berbagai aktivitas. Sementara, PCC diketahui memiliki keterkaitan dengan memori, refleksi diri, serta proses berpikir yang berhubungan dengan pengalaman pribadi seseorang.

Pada bagian lain, temporal pole berperan dalam pemrosesan emosi dan interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menemukan bahwa aktivitas yang lebih tinggi pada area-area tersebut berkorelasi positif dengan tingkat keparahan gejala kecanduan video pendek.

Para peneliti menilai kecanduan video pendek saat ini telah menjadi persoalan perilaku sekaligus sosial yang semakin banyak mendapat perhatian. Kondisi tersebut dipicu oleh semakin luasnya penggunaan platform digital yang menghadirkan konten singkat, personal, dan dirancang untuk menarik minat pengguna dalam waktu cepat.

Temuan pada Perilaku

Penelitian tersebut juga menemukan adanya hubungan antara kecanduan video pendek dan sifat iri hati atau dispositional envy. Individu yang lebih sering membandingkan dirinya dengan orang lain diketahui memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami gejala kecanduan terhadap tayangan video singkat.

Menurut peneliti, kebiasaan membandingkan diri dapat memperkuat keinginan untuk terus melihat aktivitas, pencapaian, maupun gaya hidup orang lain yang muncul di media sosial. Situasi ini berpotensi meningkatkan durasi penggunaan platform digital karena pengguna terdorong untuk terus mengikuti konten serupa.

Penelitian ini juga tidak menyimpulkan bahwa TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts secara langsung menyebabkan perubahan pada otak. Studi tersebut hanya menemukan hubungan antara tingkat kecanduan video pendek dan karakteristik otak yang diamati pada para responden selama penelitian berlangsung.

Hasil penelitian lebih tepat dipandang sebagai bukti awal yang membutuhkan kajian lanjutan dalam skala yang lebih luas. Temuan tersebut membantu peneliti memahami keterkaitan antara kebiasaan menonton video pendek dengan sistem otak yang mengatur emosi, perhatian, kontrol diri, dan penghargaan.

Baca juga: Pengguna Internet di Indonesia Bertambah 6 Juta Jiwa pada Tahun 2026

Nah Warginet, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan video pendek secara berlebihan dapat berkaitan dengan berbagai perubahan pada sistem yang bekerja di dalam otak. Meski belum membuktikan hubungan sebab akibatnya secara langsung, temuan tersebut menjadi pengingat penting agar penggunaan media sosial tetap seimbang dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sumber: CNBC Indonesia

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca