Infogarut

Survei Ungkap Peran Besar Orang Tua dalam Proses Pencarian Kerja Gen Z

M
Muhamad Renaldi SPublisher
8 Juli 2026 pukul 08.46 4 menit baca
Survei Ungkap Peran Besar Orang Tua dalam Proses Pencarian Kerja Gen Z
Survei Ungkap Peran Besar Orang Tua dalam Proses Pencarian Kerja Gen Z, Source: Istimewa

Kehadiran orang tua ternyata masih memiliki pengaruh besar dalam perjalanan karier bagi generasi muda. Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa banyak kelompok Generasi Z atau Gen Z masih mengandalkan bantuan dari keluarganya ketika mencari pekerjaan, bahkan hingga tahap wawancara dengan perusahaan.

Baca juga: Cara Kerja Program Makan Gratis Romawi dan Dampaknya bagi Ekonomi

Dukungan Keluarga Saat Mencari Kerja

Survei dari McKinsey yang dikutip Forbes menemukan bahwa sekitar 70 persen Gen Z meminta bantuan orang tua selama proses mencari pekerjaan. Dukungan tersebut tidak hanya berupa saran, tetapi juga mencakup berbagai bentuk pendampingan dalam menyiapkan kebutuhan melamar kerja.

Dari kelompok responden yang berhasil memperoleh pekerjaan penuh waktu, sebanyak 83 persen mengaku bimbingan dari orang tua turut membantu mereka mencapai hasil tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa keluarga masih menjadi salah satu sumber dukungan utama bagi pencari kerja muda.

Gen Z sendiri mencakup individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Saat ini, kelompok tersebut diperkirakan mewakili sekitar 32 persen populasi dunia dan diproyeksikan menyumbang 27 persen tenaga kerja global pada tahun mendatang.

Dalam proses pencarian kerja, ibu menjadi sosok yang paling sering terlibat membantu anak-anaknya. Sebanyak 76 persen responden mengaku memperoleh bantuan dari ibu, sedangkan 45 persen lainnya menyebut ayah turut memberikan dukungan.

Temuan tersebut menggambarkan bahwa hubungan keluarga masih memiliki peran penting ketika generasi muda memasuki dunia profesional. Bagi sebagian orang, keterlibatan keluarga dianggap membantu meningkatkan kepercayaan diri saat menghadapi proses rekrutmen yang kompetitif.

Orang Tua Ikut Wawancara

Keterlibatan orang tua tidak berhenti pada tahap pencarian informasi pekerjaan. Survei menunjukkan sekitar 27 persen responden pernah datang ke lokasi wawancara kerja dengan didampingi oleh ayah atau ibu mereka.

Bahkan, hampir 30 persen responden mengaku orang tuanya ikut masuk ke ruang wawancara bersama mereka. Dalam sekitar dua dari setiap sepuluh kasus, orang tua juga memperkenalkan diri secara langsung kepada manajer perekrutan yang bertugas melakukan seleksi.

Fenomena serupa ditemukan pada tahap penyaringan awal yang dilakukan oleh tim sumber daya manusia atau HR. Satu dari sepuluh pencari kerja muda mengaku membiarkan orang tua mereka mengikuti panggilan awal yang biasanya menjadi bagian dari proses rekrutmen.

Selain itu, satu dari delapan responden menyebut bahwa resume atau CV yang digunakan untuk melamar pekerjaan dibuat sepenuhnya oleh orang tua. Fakta tersebut menunjukkan tingginya tingkat keterlibatan keluarga dalam berbagai tahapan perekrutan tenaga kerja muda.

Pada wawancara kerja virtual, keterlibatan orang tua juga masih terlihat cukup besar. Sebanyak 71 persen responden mengatakan bahwa orang tua berada di ruangan yang sama meski tidak terlihat kamera, sementara hampir 30 persen lainnya mengaku orang tua sempat muncul di layar selama wawancara berlangsung.

Pentingnya Sikap Mandiri

Survei tersebut juga menemukan bahwa ketika orang tua muncul di depan kamera saat wawancara virtual, peluang mereka berbicara langsung dengan perekrut mencapai sekitar 85 persen. Kondisi ini kemudian memunculkan berbagai pandangan mengenai tingkat kemandirian generasi muda dalam menghadapi dunia kerja.

Sejumlah pengamat menilai fenomena tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa kesempatan kerja bagi generasi muda sedang memburuk. Dilansir dari CNN, Direktur Senior Kebijakan Ekonomi Center for American Progress, Brendan Duke, justru menilai kondisi ekonomi saat ini termasuk salah satu yang paling baik bagi pekerja muda dalam beberapa dekade terakhir.

Menurut Duke, peningkatan upah yang diterima pekerja muda dalam beberapa tahun terakhir bahkan mampu melampaui laju inflasi. Pertumbuhan tersebut juga disebut lebih cepat dibandingkan dengan kelompok usia lainnya di pasar tenaga kerja.

Sementara, penulis Forbes Chris Westfall berpendapat bahwa meminta bantuan atau arahan dari orang tua bukanlah sesuatu yang keliru. Dukungan keluarga dapat menjadi modal berharga bagi pencari kerja yang baru memasuki lingkungan profesional.

Namun, Westfall menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan pekerjaan pada akhirnya bergantung pada kemampuan diri sendiri. Perusahaan saat ini semakin menghargai inisiatif, pola pikir mandiri, serta kemampuan memecahkan masalah yang dimiliki setiap individu.

Baca juga: Ternyata Ini Kepanjangan Kata "OK" yang Sering Diucapkan Sehari-hari

Nah Warginet, bantuan dari orang tua dapat menjadi dukungan penting saat memasuki dunia kerja, terutama bagi mereka yang belum memiliki banyak pengalaman. Akan tetapi, kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan berkembang secara mandiri tetap menjadi kunci utama untuk membangun karier yang berkelanjutan.

Sumber: CNBC Indonesia

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca