Kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih menjadi perhatian setelah laporan terbaru dari EF English Proficiency Index (EPI) 2025 menunjukkan posisi Tanah Air belum mampu bersaing dengan sejumlah negara Asia. Meski mengalami peningkatan nilai dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian tersebut masih menempatkan Indonesia dalam kelompok dengan tingkat kecakapan bahasa Inggris yang rendah.
Baca juga: Mengapa Obrolan Basa-basi Sering Menguras Energi? Ini Penjelasannya
Kemampuan Bahasa Inggris
Berdasarkan data dari EF EPI 2025 yang dirilis oleh EF Education First dan dibagikan oleh Seasia Stats, Indonesia memperoleh skor 471. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-80 dunia dari 123 negara dan wilayah yang masuk dalam pemeringkatan.
Perolehan itu membuat Indonesia masuk kategori low proficiency atau kemampuan bahasa Inggris yang rendah. Walaupun nilainya meningkat tiga poin dibandingkan dengan edisi sebelumnya, kenaikan tersebut belum mampu mengangkat posisi Indonesia secara signifikan di tingkat regional.
Dalam daftar kawasan Asia, Indonesia menempati urutan ke-12 dari 25 negara yang berhasil masuk penilaian. Posisi tersebut menunjukkan bahwa masih banyak negara di kawasan yang memiliki tingkat penguasaan bahasa Inggris yang lebih baik.
Capaian Tanah Air juga masih berada di bawah Nepal, Bangladesh, Vietnam, Pakistan, Sri Lanka, India, dan Bhutan. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa peningkatan kualitas pembelajaran bahasa asing masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Peringkat Asia 2025
Malaysia menjadi negara non-penutur asli bahasa Inggris dengan skor tertinggi di Asia berdasarkan pemeringkatan EF EPI 2025. Negeri Jiran mencatat nilai 581 dan menempati posisi ke-24 dalam daftar global.
Di bawah Malaysia terdapat Filipina dengan skor 569, disusul oleh Hong Kong yang meraih nilai 538. Korea Selatan dan Nepal melengkapi lima besar dengan masing-masing memperoleh skor 522 dan 514.
Sementara, Bangladesh, Vietnam, Pakistan, Sri Lanka, India, Bhutan, dan Indonesia menempati posisi berikutnya dalam daftar tersebut. Hasil ini menunjukkan persaingan kecakapan bahasa Inggris di Asia masih cukup ketat di berbagai tingkatan.
Menariknya, Singapura tidak lagi masuk dalam pemeringkatan EF EPI 2025. EF Education First mengeluarkan negara tersebut dari indeks karena telah direklasifikasi sebagai negara penutur asli bahasa Inggris atau native English-speaking country.
Peringkat Negara Asia Berdasarkan EF EPI 2025
Malaysia – 581 (peringkat 24 dunia)
Filipina – 569 (28 dunia)
Hong Kong – 538 (39 dunia)
Korea Selatan – 522 (48 dunia)
Nepal – 514 (58 dunia)
Bangladesh – 506 (62 dunia)
Vietnam – 500 (64 dunia)
Pakistan – 493 (67 dunia)
Sri Lanka – 486 (73 dunia)
India – 484 (74 dunia)
Bhutan – 473 (79 dunia)
Indonesia – 471 (80 dunia)
Sebagai informasi, EF English Proficiency Index merupakan salah satu pemeringkatan kemampuan bahasa Inggris terbesar di dunia yang disusun oleh EF Education First. Edisi 2025 dibuat berdasarkan hasil tes sekitar 2,2 juta peserta dewasa yang berasal dari 123 negara dan wilayah.
Baca juga: Riset Deloitte Ungkap Gen Z Indonesia Paling Siap Hadapi Era AI
Nah Warginet, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting di era global yang semakin terhubung. Meski Indonesia menunjukkan tren peningkatan, upaya memperkuat kecakapan berbahasa Inggris masih diperlukan agar mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan Asia maupun di tingkat dunia.
Sumber: CNBC Indonesia






