Sejumlah produk usaha harian masyarakat Tanah Air ternyata telah melewati perjalanan sejarah yang sangat panjang sejak masa Hindia Belanda. Kehadiran berbagai deretan merek legendaris tersebut berhasil menemani kehidupan warga hingga Indonesia berdiri selama 81 tahun.
Baca juga: Martabak Mang Oha, Jajanan Legendaris Garut yang Eksis Sejak 1971
Berbagai lini bisnis tua ini lahir, mulai dari usaha rumahan hingga produk olahan impor dari luar negeri. Semua sektor produksi, mulai dari kecap, rokok, jamu, hingga susu, terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan harian konsumen.
Perjalanan panjang ratusan tahun menjadi bukti nyata keberhasilan manajemen dalam menjaga kepercayaan konsumen dari era ke era. Sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, berikut adalah lima produk teratas yang mencatatkan sejarah bisnis terpanjang di Nusantara hingga kini.
1. Kecap Cap Istana Berusia 144 Tahun
Mengutip situs Budaya Indonesia, produk Kecap Cap Istana dari Tangerang ini berdiri sejak 1882 dan berusia 144 tahun. Pabrik usaha ini didirikan oleh Teng Hay Soey di Pasar Lama, lalu diteruskan oleh Teng Giok Seng.
Kecap Benteng atau Kecap Benteng Tulen berlabel burung ini menjadi merek kecap tertua di wilayah Indonesia. Hingga saat ini proses pembuatannya tetap dipertahankan secara tradisional menggunakan tenaga manusia tanpa mengandalkan mesin secara penuh.
2. Rokok Djie Sam Soe Sejak Tahun 1913
Mengutip buku The Sampoerna Legacy (2017), Liem Seeng Tee merintis usaha Handel Maatschappij Liem Seeng Tee pada 1913. Bisnis yang kini bernama Sampoerna tersebut memproduksi rokok Dji Sam Soe dari bahasa China angka 2, 3, 4.
Permintaan pasar yang tinggi membuat perusahaan mempekerjakan ribuan pelinting hingga mencapai kejayaan produksi 3 juta batang per minggu pada 1940. Rokok ini menjadi merek legendaris yang mampu bertahan melewati berbagai perubahan masa di Indonesia.
3. Jamu Jago Berproduksi Sejak 1918
T.K. Suprana merintis usaha Jamu Jago pada 1918 dengan membuat racikan obat tradisional secara sederhana di Wonogiri. Penjualan produk meluas ke Solo, Jawa, hingga merambah ke berbagai wilayah Nusantara pada tahun 1936.
Penerus generasi perusahaan kemudian memindahkan pusat kegiatan operasional bisnis herbal ini menuju Kota Semarang pada tahun 1945. Lebih dari satu abad berdiri, merek ini tetap memproduksi beragam olahan jamu berkualitas untuk masyarakat.
4. Jamu Njonja Meneer Berdiri 1919
Lauw Ping Nio merintis merek Njonja Meneer di Semarang pada 1919 bersama suaminya yang bernama Ong Bian Wan. Nama Meneer sendiri berasal dari riwayat ibunya yang sering mengonsumsi beras menir saat mengandung dirinya.
Perempuan ini memberanikan diri memproduksi jamu tradisional secara manual demi memenuhi tingginya permintaan obat kesehatan dari masyarakat. Usaha sederhana tersebut kelak berkembang pesat menjadi salah satu nama paling terkenal dalam industri herbal nasional.
5. Susu Frisian Flag Sejak Tahun 1922
Mengutip situs resmi Frisian Flag, olahan susu Frische Vlag mulai diimpor dari Cooperative Condens Fabriek Belanda pada tahun 1922. Produk impor tersebut berkembang pesat hingga masyarakat Indonesia mengenalnya secara luas sebagai merek susu Frisian Flag.
Pembangunan fasilitas pabrik dimulai di Pasar Rebo, Jakarta, pada 1969 untuk mendukung proses pengolahan bahan baku lokal. Dua tahun kemudian, yakni pada 1971, pabrik tersebut resmi memproduksi dan mendistribusikan susu kental manis keluarga.
Baca juga: 6 Makanan Khas Garut yang Legendaris, dari Dodol hingga Sambal Cibiuk
Nah Warginet, perjalanan panjang seluruh lini bisnis legendaris ini menjadi bukti nyata kekuatan sebuah merek lokal di Tanah Air. Semoga kisah sukses ratusan tahun tersebut mampu menginspirasi para pelaku usaha daerah dalam mengolah produk unggulan.






