Ada banyak jajanan yang hadir mengikuti perkembangan zaman, tetapi ada pula yang tetap bertahan dengan cita rasa yang sama selama puluhan tahun. Salah satunya adalah Martabak Mang Oha, jajanan legendaris di Garut yang sudah dikenal sejak 1971.
Berada di kawasan Sukaregang, martabak mini ini masih menjadi pilihan warga untuk menikmati camilan, terutama saat malam hari. Bentuknya yang khas dengan tekstur lembut dan taburan topping sederhana membuat Martabak Mang Oha tetap punya tempat di tengah banyaknya jajanan kekinian.
Baca Juga: Cari Soto di Garut buat Sarapan? Ini Rekomendasi yang Bisa Dicoba
Jajanan yang Bertahan Sejak 1971
Nama Martabak Oha sudah cukup lama melekat dalam cerita kuliner Garut. Jajanan ini dikenal sejak 1971 dan hingga kini masih dapat ditemukan di kawasan Sukaregang, tepatnya di sekitar Jalan Ahmad Yani.
Berbeda dari martabak kekinian yang hadir dengan ukuran besar dan berbagai pilihan topping, Martabak Mang Oha justru memiliki bentuk yang lebih sederhana. Martabaknya berukuran mini dengan warna kecokelatan, kemudian diberi taburan gula dan topping sesuai pilihan. Kesederhanaan inilah yang menjadi salah satu ciri khasnya.
Keberadaan Martabak Mang Oha selama puluhan tahun juga membuatnya tidak hanya menjadi jajanan untuk mengganjal lapar. Bagi sebagian warga Garut, makanan ini bisa menjadi bagian dari kenangan menikmati jajanan sederhana yang sudah ada sejak lama.
Berada di Kawasan Sukaregang
Martabak Mang Oha berada di kawasan Sukaregang, salah satu kawasan yang cukup dikenal dalam aktivitas perdagangan dan kuliner di Garut. Lokasi nya berada di sekitar Jalan Ahmad Yani, tepatnya di samping SMPN 3 Garut dan dekat Gapura Gagak Lumayung. Sumber lain mencatat lokasi di Jalan Ahmad Yani, kawasan Kota Wetan, garut Kota.
Kawasan tersebut emmang cukup ramai pada malam hari. Karena itu, keberadaan jajanan seperti Martabak Mang Oha turut melengkapi pilihan kuliner malam bagi warga yang sedang mencari cemilan.
Buat warginet yag sedang melintas di kawasan Sukaregang, aroma martabak yang baru matang bisa menjadi salah satu alasan untuk berhenti sejenak dan membawa pulang beberapa potong untuk dinikmati bersama keluarga maupun teman.
Martabak Mini dengan Cita Rasa Sederhana
Tidak Perlu Topping Berlebihan untuk Tetap Digemari
Salah satu hal yang membuat Martabak Mang Oha menarik adalah karakter martabaknya yang sederhana. Ukurannya yang mini membuatnya berbeda dari martabak manis pada umumnya yang sering disajikan dalam ukuran besar.
Taburan gula dan topping menjadi pelengkap yang membuat rasanya tetap familiar. Tidak perlu banyak inovasi atau tampilan yang berlebihan, sajian sederhana tersebut justru menjadi bagian dari identitas Martabak Mang Oha sejak dulu. Radar Garut juga mencatat bahwa cita rasa martabak ini dikenal konsisten sehingga tetap dicari oleh pelanggan.
Di tengah banyaknya pilihan martabak dengan berbagai varian rasa, konsep sederhana seperti ini justru memiliki daya tarik tersendiri. Pembeli tidak hanya datang untuk mencoba sesuatu yang baru, tetapi juga untuk menikmati rasa yang sudah dikenal sejak lama.
Harga Terjangkau, Cocok Jadi Teman Ngemil
Selain cita rasanya, harga juga menjadi salah satu alasan jajanan seperti Martabak Mang Oha tetap menarik untuk dicoba. radar Garut mencatat harga martabak mini Mang Oha mulai dari sekitar Rp. 2.500 per porsi.
Dengan ukuran yang kecil dan harga yang relatif terjangkau, pembeli dapat menikmati beberapa buah sekaligus atau membawanya pulang sebagai cemilan untuk keluarga. Martabak Mang Oha tetap mempertahankan konsep jajanan yang praktis dan mudah dijangkau.
Mengapa Martabak Mang Oha Tetap Bertahan?
Bertahan selama lebih dari lima dekade tentu bukan hal yang mudah bagi sebuah usaha kuliner. Pergantian tren, munculnya berbagai jajanan baru, hingga perubahan selera konsumen menjadi tantangan tersendiri bagi kuliner yang sudah berusia puluhan tahun.
Namun, Martabak Mang Oha masih memiliki daya tariknya sendiri. Cita rasa yang konsisten, bentuk yang khas, harga yang terjangkau, serta keberadaannya yang sudah lama dikenal masyarakat menjadi bagian dari alasan jajanan ini tetap dicari.
Lebih dari sekadar makanan ringan, keberadaan Martabak Mang Oha memperlihatkan bagaimana sebuah jajanan sederhana dapat menjadi bagian dari ingatan kuliner masyarakat Garut.
Baca Juga: Bandros Bah Adar: Kuliner Legendaris Favorit Anak Muda Garut
Bagi generasi yang sudah mengenalnya sejak dulu, membeli martabak ini mungkin membawa kembali kenangan masa lalu. Sementara bagi generasi yang baru mengenalnya, Martabak Mang Oha bisa menjadi kesempatan untuk mencicipi salah satu jajanan yang sudah menemani perjalanan kuliner Garut sejak 1971. Nah, Warginet sudah pernah mencoba Martabak Mang Oha belum?
Penulis: Mutiara Lestari






