Infogarut

6 Makanan Khas Garut yang Legendaris, dari Dodol hingga Sambal Cibiuk

M
Muhamad Renaldi SPublisher
27 Juni 2026 pukul 05.25 2 menit baca
6 Makanan Khas Garut yang Legendaris, dari Dodol hingga Sambal Cibiuk
6 Makanan Khas Garut yang Legendaris, dari Dodol hingga Sambal Cibiuk, Source: Istimewa

Garut dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki kekayaan kuliner tradisional. Beragam makanan khasnya masih terus diproduksi dan menjadi bagian dari identitas daerah, bahkan beberapa di antaranya telah dikenal luas di luar Kabupaten Garut.

Baca juga: Mengulik Warisan Rasa 80 Tahun "Kue Balok Maranti" Garut

Menurut catatan garutkab.go.id, berikut enam makanan khas Garut yang paling populer beserta keunikan dan asal-usulnya.

Dodol Garut

Dodol Garut menjadi salah satu kuliner yang paling identik dengan Kabupaten Garut. Makanan bercita rasa manis ini telah lama dikenal sebagai oleh-oleh khas yang banyak dicari wisatawan. Hingga sekarang, dodol tetap menjadi salah satu produk unggulan yang ikut memperkenalkan nama Garut ke berbagai daerah.

Burayot

Burayot dibuat dari gula merah dan tepung beras pilihan dengan cita rasa yang serupa dengan Ali Agrem. Nama burayot berasal dari bentuknya yang bulat keriput atau ngaburayot dalam bahasa Sunda. Kudapan ini banyak diproduksi oleh masyarakat Kecamatan Leles karena bahan bakunya mudah diperoleh dan memiliki rasa manis yang khas.

Ladu

Ladu merupakan makanan tradisional berbahan dasar beras ketan yang diolah hingga menghasilkan cita rasa khas dan berbeda dari kudapan lainnya. Sajian ini pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Kecamatan Malangbong dan hingga kini masih menjadi salah satu kuliner khas yang keberadaannya dipertahankan.

Wajit Garut

Wajit menggunakan bahan utama beras ketan dan gula merah, sama seperti angleng maupun dodol. Perbedaannya, dodol dimasak hingga menyerupai karamel, sedangkan wajit mempertahankan tekstur khasnya tanpa melalui proses tersebut. Makanan tradisional ini banyak diproduksi masyarakat Kecamatan Cihurip.

Kerupuk Kulit Garut

Kerupuk kulit atau dorokdok berkembang seiring banyaknya usaha penyamakan kulit di Kabupaten Garut. Bagian kulit yang tidak digunakan dalam proses penyamakan kemudian diolah menjadi kerupuk dengan cita rasa gurih yang khas. Produksinya tersebar di Garut Kota, Tarogong, serta sejumlah wilayah lainnya.

Sambal Cibiuk

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat Kecamatan Cibiuk, resep sambal ini dibawa dari Arab, meski belum dapat dipastikan kebenarannya. Sambal Cibiuk dibuat dari tomat hijau, serawung, cabai rawit, dan bumbu lainnya sehingga menghasilkan rasa pedas yang khas tanpa menimbulkan sensasi panas berlebihan di perut. 

Dahulu sambal ini hanya disajikan untuk tamu istimewa dan kalangan tertentu, sedangkan kini sudah dapat dinikmati masyarakat luas, bahkan tersedia di berbagai rumah makan di Garut, Bandung, dan Jakarta.

Baca juga: Kue Kontol Kejepit Jadi Warisan Budaya yang Saingi Burayot Garut

Nah Warginet, ragam makanan khas tersebut menunjukkan kekayaan kuliner yang dimiliki Kabupaten Garut. Hingga kini, cita rasa dan cara pembuatannya masih terus diwariskan sehingga tetap menjadi kebanggaan daerah sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca