Bencana alam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan pada puncak musim kemarau tahun 2026 hingga memicu munculnya kabut asap tebal yang menyebar sampai ke negara tetangga Malaysia.
Baca juga: Akibat Tungku Pembakaran, Rumah Warga di Cilawu Garut Dilalap Sijago Merah
Pantauan Titik Panas Area Kalimantan
Berdasarkan laporan yang diterbitkan Tirto.id, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan bahwa konsentrasi titik api tertinggi berada di Kalimantan Tengah. Wilayah provinsi tersebut mendominasi dengan catatan 767 titik panas, yang kemudian disusul oleh Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.
Adapun wilayah Kalimantan Selatan serta Kalimantan Timur masing-masing mencatat sebanyak 74 titik panas secara bersamaan, sedangkan Kalimantan Utara hanya memiliki tiga titik. Sementara, aplikasi Google Maps menyediakan fitur khusus bernama Wildfires untuk mengecek lokasi bencana tersebut dengan cara berikut:
Buka aplikasi Google Maps di HP atau akses situs Google Maps melalui browser.
Pastikan lokasi di Kalimantan atau wilayah tertentu yang ingin diperiksa sudah terlihat di peta.
Klik menu Lapisan atau Layers.
Pilih opsi Kebakaran hutan (Wildfires).
Alternatifnya, masukkan kata kunci "kebakaran hutan" atau "wildfires" di kolom pencarian.
Pilih hasil kebakaran yang muncul.
Jika tanda kebakaran belum terlihat, coba perbesar (zoom in) peta.
Sistem Pelacakan Batas Api di Google
Pihak Google secara resmi menjelaskan bahwa informasi bencana ini bisa muncul dalam berbagai bentuk pada layar pengguna. Peta digital tersebut nantinya dapat menampilkan ikon kebakaran hutan secara spesifik maupun sebuah lingkaran merah kecil.
Sistem wildfire boundary tracking itu memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi serta memperkirakan perluasan batas wilayah yang terdampak bencana. Pihak pengembang menggabungkan citra satelit terbaru ke dalam model neural network guna menganalisis kondisi visual.
Informasi beresolusi satu kilometer persegi tersebut akan dimuat di Google Search dan Maps serta mampu mengirimkan notifikasi kepada pengguna sekitar. Sistem pelacakan canggih yang tersedia di 37 negara di lima benua ini sangat membantu penanganan darurat.
Baca juga: 5 Hektare Lahan Milik Warga Terbakar di Pasir Gambir Cikelet Garut
Nah Warginet, fitur pemantauan digital ini tentu sangat memudahkan kita semua dalam mengecek sebaran titik darurat kebakaran hutan secara langsung. Terus meningkatkan kewaspadaan tinggi serta selalu menjaga kelestarian lingkungan sekitar agar terhindar dari ancaman bencana serupa.






