Infogarut

Kata Kata Bahasa Sunda yang Sering Salah Tulis, Kamu Masih Keliru?

M
Mutiara LestariPublisher
13 Agustus 2026 pukul 07.20 4 menit baca
Kata Kata Bahasa Sunda yang Sering Salah Tulis, Kamu Masih Keliru?
Kata Kata Bahasa Sunda yang Sering Salah Tulis, Kamu Masih Keliru? (Ilustrasi: Generated by AI)

Bahasa Sunda masih menjadi bagian dari keseharian masyarakat Jawa Barat, termasuk dalam percakapan sehari-hari maupun komunikasi di media sosial. Namun, seiring kebiasaan berkomunikasi lewat media sosial dan pesan singkat, penulisan beberapa kosakata Sunda justru sering mengalami perubahan, bahkan tanpa disadari.

Hal ini cukup sering ditemukan saat mengetik pesan, membuat unggahan media sosial, hingga berkomentar di internet. Beberapa kata bahkan sudah begitu umum digunakan dengan penulisan yang keliru. Kesalahan seperti ini mungkin terlihat sepele dan masih mudah dipahami saat digunakan dalam percakapan, tetapi ternyata cukup sering ditemukan dalam tulisan sehari-hari, terutama di kalangan generasi sekarang.

Lantas, apa saja kata kata bahasa Sunda yang sering salah tulis dan bagaimana penulisan yang sebenarnya? Yuk, cek beberapa kosakata Sunda yang mungkin selama ini masih sering kamu tulis keliru.

Baca Juga: Martabak Mang Oha, Jajanan Legendaris Garut yang Eksis Sejak 1971

Kata- Kata Bahasa Sunda yang Sering Salah Tulis

Kesalahan penulisan kosakata bahasa Sunda sering kali terjadi karena kata ditulis berdasarkan bunyi yang terdengar ketika diucapkan. Padahal, beberapa kosakata memiliki bentuk penulisan yang berbeda dengan perkiraan kita saat mendengarnya.

Berikut beberapa kata bahasa Sunda yang cukup sering ditulis keliru dalam percakapan sehari-hari.

1. Wilujeung, Seharusnya Wilujeng

Kata "wilujeung" cukup sering digunakan ketika seseorang ingin mengucapkan salam atau memberikan ucapan dalam bahasa Sunda. Namun, penulisan yang tepat adalah "wilujeng", tanpa tambahan huruf "u" sebelum "ng".

2. Herey, Seharusnya Heureuy

Pernah menulis "herey" saat ingin mengatakan seseorang sedang bercanda? Nah, bentuk penulisan yang tepat adalah "heureuy"

Kata "heureuy" digunakan untuk menggambarkan aktivitas bercanda, bergurau, atau melakukan sesuatu yang tidak serius. Karena saat diucapkan bunyinya cukup cepat, kata ini sering ditulis lebih singkat menjadi “herey”.

3. Baed, Seharusnya Baeud

Selanjutnya ada "baed" yang sebenarnya ditulis "baeud". Kesalahan ini juga cukup mudah terjadi karena pengucapan kata tersebut membuat beberapa orang menuliskannya sesuai bunyi yang mereka tangkap.

Dalam bahasa Sunda, baeud biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat atau ekspresi kurang menyenangkan, tergantung pada konteks kalimatnya.

4. Haredang, Seharusnya Hareudang

Selanjutnya ada kata “haredang” yang seharusnya ditulis “hareudang”. Letak kekeliruannya terdapat pada bagian “eu” yang sering kali hilang ketika kata tersebut ditulis.

Kata hareudang digunakan untuk menggambarkan kondisi yang terasa panas atau gerah. Karena dalam percakapan sehari-hari pengucapannya terdengar cepat, tidak sedikit orang yang menuliskannya sesuai dengan bunyi yang mereka tangkap.

5. Leupat, Seharusnya Lepat

Kata "leupat" juga sering muncul dalam tulisan sehari-hari, padahal bentuk yang tepat adalah "lepat"

Lepat, dalam bahasa Sunda berarti salah atau keliru. Kata ini cukup sering digunakan dalam percakapan, misalnya ketika seseorang mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan.

Kesalahan seperti ini menunjukkan bahwa menulis bahasa Sunda tidak selalu bisa hanya mengandalkan bunyi yang terdengar ketika kata tersebut diucapkan. Ada bentuk ejaan yang perlu diperhatikan agar penulisannya tetap sesuai dengan kosakata bahasa Sunda yang tepat.

6. Lepet, Seharusnya Leupeut

Kata “lepet” sering kali ditulis tanpa menyertakan huruf "u". Padahal, penulisan yang tepat adalah “leupeut”.

Contoh kalimat yang benar adalah, "Aki nuju tuang leupeut". Kesalahan ini biasanya terjadi karena saat diucapkan, bunyi “eu” pada kata leupeut terdengar cukup singkat sehingga kerap ditulis menjadi “lepet”. Jadi, jangan sampai tertukar lagi, ya!

7. Kaberangan, Seharusnya Kabeurangan

Terakhir, ada “kaberangan” yang lebih tepat ditulis “kabeurangan”. Perbedaannya terletak pada penggunaan “eu” di tengah kata yang sering luput ketika mengetik.

Kata kabeurangan berkaitan dengan kondisi ketika seseorang kesiangan atau terlambat bangun. Karena pengucapannya terdengar cepat dalam percakapan sehari-hari, kata ini kerap ditulis menjadi “kaberangan” sesuai dengan bunyi yang ditangkap oleh telinga.

Jangan Sampai Salah Tulis Lagi!

Masih banyak kosa kata dalam bahasa Sunda yang seringkali masih salah dalam penulisan dan sekilas, perbedaan beberapa huruf dalam kata-kata tersebut memang terlihat sepele. Apalagi dalam percakapan santai di media sosial, orang biasanya tetap memahami maksudnya meskipun penulisannya kurang tepat.

Namun, mengenali bentuk penulisan yang benar tetap penting, terutama agar penggunaan bahasa Sunda dalam tulisan tidak semakin jauh dari bentuk kosakata yang semestinya.

Baca Juga: Asal-usul Kode Plat Kendaraan di Berbagai Wilayah: Kenapa ya Garut Platnya Z?

Jadi, kalau selama ini Warginet masih sering menulis “wilujeung, herey, baed, atau leupat”, sekarang sudah tahu mana penulisan yang lebih tepat. Yuk, mulai lebih teliti saat menggunakan kata-kata bahasa Sunda, supaya bahasa Sunda tetap digunakan dengan baik dan tidak kehilangan bentuk aslinya.

Penulis: Mutiara Lestari

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca