Warginet, kalau bicara soal batik, nama Yogyakarta, Solo, atau daerah lain mungkin lebih dulu muncul di benak. Padahal, Garut juga memiliki tradisi membatik yang menghasilkan kain dengan karakter tersendiri.
Namanya Batik Garutan.
Garut diketahui memiliki keluarga-keluarga pengrajin yang memproduksi kain batik secara turun-temurun. Meski belum diketahui secara pasti sejak kapan tradisi membatik berkembang di Garut, keberadaan para pengrajin tersebut menjadi bagian dari perjalanan Batik Garutan hingga saat ini.
Menariknya, Batik Garutan tidak hanya memiliki keindahan dari segi warna dan motif. Ragam hiasnya juga disebut mencerminkan filosofi hidup serta kehidupan sosial masyarakat Garut.
Baca Juga: Kulineran di Garut, Ini Rekomendasi Bakmie yang Wajib Dicoba
Batik Garutan Punya Motif yang Khas
Salah satu hal yang membuat Batik Garutan mudah dikenali adalah ragam motifnya.
Dalam buku Garut Swiss Van Java, motif Batik Garutan banyak mengambil bentuk flora dan fauna yang kemudian dijadikan motif hias. Selain itu, terdapat pula penggunaan motif geometris seperti belah ketupat dan kawung.
Motif-motif tersebut bukan sekadar hiasan pada kain tetapi ragam hias Batik Garutan disebut merefleksikan filosofi hidup dan kehidupan sosial orang Garut.
Karakter motif geometris, flora, dan fauna ini juga tercatat dalam keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Garut mengenai Batik Tulis Garutan.
Warna Cokelat Muda Jadi Salah Satu Cirinya
Selain motif, warna juga menjadi bagian penting dari karakter Batik Garutan.
Batik Garutan disebut didominasi oleh warna krem atau cokelat muda, yang kemudian dipadukan dengan warna lainnya.
Sekilas, pilihan warna tersebut mungkin terlihat lebih sederhana jika dibandingkan dengan batik dari daerah lain seperti Yogyakarta dan Solo. Namun, kesederhanaan tersebut tidak membuat Batik Garutan kehilangan daya tariknya.
Justru, warna yang lebih lembut menjadi salah satu bagian dari estetika kain batik khas Garut. Keterangan dari Pemkab Garut juga menyebut warna krem sebagai salah satu karakteristik khas Batik Garutan.
Tak Kalah Menawan dari Batik Daerah Lain
Meski ragam hias dan warnanya disebut lebih sederhana dibandingkan batik dari sejumlah daerah lain, Batik Garutan tetap memiliki keindahannya sendiri.
Dalam buku Garut Swiss Van Java, batik Garutan disebut telah banyak dibicarakan dan diakui oleh banyak orang.
Kain ini bahkan menarik perhatian para kolektor wastra tradisional. Artinya, nilai Batik Garutan tidak hanya terletak pada fungsinya sebagai kain, tetapi juga pada karakter visual dan cerita budaya yang melekat di dalamnya.
Sempat Berjaya, Batik Garutan Kembali Banyak Diburu
Perjalanan Batik Garutan juga mengalami masa naik turun. Batik Garutan pernah mengalami masa kejayaan pada 1967 hingga 1985. Setelah masa tersebut, pamornya sempat meredup.
Namun, kini kain batik Garut kembali banyak diburu oleh para pencinta kain tradisional dari kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung.
Motif Mojang Priangan Jadi Salah Satu yang Populer
Di antara beragam motif yang dimiliki Batik Garutan, salah satu yang disebut cukup populer adalah motif Mojang Priangan.
Motif tersebut disebut menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati. Bahkan, motif ini dikaitkan dengan kesan anggun ketika dikenakan oleh perempuan.
Hal ini memperlihatkan bahwa Batik Garutan tidak hanya berbicara mengenai pola pada kain, tetapi juga bagaimana kain tersebut digunakan dan memberikan kesan bagi pemakainya.
Batik Garutan, Warisan yang Tumbuh dari Garut
Batik Garutan menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya Garut yang tumbuh melalui tangan para pengrajin.
Dibuat secara turun-temurun, kain ini memiliki karakter yang dapat dikenali melalui perpaduan warna krem atau cokelat muda, motif geometris, serta ragam flora dan fauna. Di balik motifnya, tersimpan pula gambaran mengenai filosofi hidup dan kehidupan sosial masyarakat Garut.
Perjalanan Batik Garutan yang sempat mengalami masa kejayaan hingga kembali diminati pencinta kain tradisional menunjukkan bahwa sebuah kain tidak hanya memiliki nilai dari bentuknya. Ada tradisi, kreativitas, dan cerita budaya yang ikut melekat di setiap lembar kainnya.
Tempat Membeli Batik Garutan di Garut
Buat Warginet yang tertarik memiliki Batik Garutan setelah mengenal cerita dan karakteristiknya, ada sejumlah tempat di Garut yang bisa dikunjungi untuk mencari kain maupun produk batik.
Beberapa di antaranya merupakan usaha yang memang dikenal dengan produk Batik Garutan dan batik tulis.
1. Rumah Batik Tulis Garut KJ
Salah satu pilihan yang bisa dikunjungi adalah Rumah Batik Tulis Garut KJ yang berada di kawasan Kota Kulon, Garut Kota. Tempat ini tercatat sebagai usaha kerajinan dan memiliki nama yang secara khusus mencantumkan Batik Tulis Garut. Lokasinya berada di Jl. Pasundan No. 1435, Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota.
2. Batik Tulen & Cap Garut
Berikutnya ada Batik Tulen & Cap Garut yang berada di kawasan Jalan Ciledug, tepatnya di Kampung Sisir No.528, Regol, Garut Kota.
Tulen termasuk salah satu nama yang telah lama tercatat dalam perkembangan Batik Garutan. Data Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian juga mencatat Tulen sebagai salah satu usaha batik di Garut.
3. Batik Garutan Ratna Sari
Batik Garutan Ratna Sari juga bisa menjadi pilihan bagi Warginet yang ingin mencari Batik Garutan. Tempat ini berada di Jl. Bratayuda No. 10, Regol, Garut Kota. Nama Ratna Sari sendiri tercatat dalam data Balai Besar Kerajinan dan Batik sebagai Ratna Sari Batik Garutan.
4. Batik Tulis Garutan Pudini
Pilihan lainnya adalah Batik Tulis Garutan Pudini yang berada di kawasan Kota Kulon. Pudini juga tercatat dalam katalog Dekranasda Jawa Barat sebagai usaha dengan jenis produksi Kain Batik Garutan.
5. Batik Garutan RM
Terakhir ada Batik Garutan RM di Jl. Papandayan No. 54, Paminggir, Garut Kota.
RM merupakan salah satu nama yang cukup lama tercatat dalam daftar usaha Batik Garutan. Data yang tersedia saat ini juga mencatat tempat tersebut sebagai toko sekaligus produsen batik.
Yuk, Kenali dan Lestarikan Batik Garutan
Batik Garutan bukan hanya kain dengan motif dan warna yang khas. Di balik setiap lembar kainnya, terdapat tradisi membatik yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para pengrajin di Garut.
Mulai dari motif flora dan fauna, bentuk geometris seperti belah ketupat dan kawung, hingga dominasi warna krem atau cokelat muda, semuanya menjadi bagian dari karakter Batik Garutan.
Baca Juga: Roti Bagelen Ternyata Punya Sejarah Panjang di Garut, Ini Kisahnya
Buat Warginet yang ingin mengenal lebih dekat sekaligus membawa pulang kain khas Garut, beberapa tempat di atas bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi.
Karena melestarikan budaya juga bisa dimulai dari mengenal, memakai, dan menghargai karya pengrajin lokal.
Sumber: Buku Garut Swiss Van Java, Pemerintah Kabupaten Garut.






