Infogarut

Walanda Sunda di Kampung Ciburuy Antara Mitos, Sains, dan Budaya

I
InfogarutPublisher
17 Agustus 2026 pukul 14.40 4 menit baca
Walanda Sunda di Kampung Ciburuy Antara Mitos, Sains, dan Budaya
AI

Kita sudah tidak asing dengan sebutan orang albino. Di tengah  masyarakat Sunda yang mayoritas berkulit sawo matang, terdapat  suatu kampung yang sebagian warganya terlahir dengan kondisi  albinisme. Berada di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat.

Berdasarkan National Geographic (2018), orang  albino di Ciburuy dikenal sebagai Walanda Sunda atau orang Sunda  sebagai generasi Walanda atau Belanda yang turun-temurun sejak  zaman nenek moyang mereka. Sebuah cerita yang beredar berabad abad di masyarakat setempat dengan ciri fisik rambut pirang dan  berkulit putih.

Dulu memang Kampung Ciburuy pernah ditinggali oleh  warga Belanda, sehingga sebagian masyarakat menganggap orang  yang memiliki ciri fisik tersebut merupakan keturunan Belanda. Cerita  ini terus diceritakan secara turun-temurun hingga akhirnya menjadi bagian dari identitas masyarakat Ciburuy.

Berdasarkan dokumenter yang diunggah oleh Catatan Media  (2023), hal tersebut juga dikuatkan oleh tokoh-tokoh kampung  setempat bahwa anak albino seolah merupakan titisan yang akan  terus berlanjut hingga anak cucu mereka nanti. Di mana, konon pada  zaman dahulu, ia tengah melakukan ziarah makam yang berada di  Kabuyutan Ciburuy, Garut.

Dalam ziarahnya, ia mendapatkan  kecebong yang berwarna putih yang sekaligus dianggap sebagai  petunjuk yang mengharuskan orang Belanda itu mendalami budaya  dan keilmuan Sunda. Kemudian orang Belanda tersebut mendapatkan  wangsit bahwa dirinya harus meninggalkan sesuatu kepada warga  Ciburuy di mana makam tersebut ada.

Hal itu dipercaya dan  dilaksanakan oleh orang Belanda tersebut, lalu ia menempelkan  jarinya ke perut wanita yang tengah hamil. Semenjak itu, banyak  warga kampung Ciburuy yang melahirkan anak memiliki gen albino.  Dari sinilah terbentuk identitas “Walanda Sunda” yang masih dikenal  sampai sekarang.

Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut,  keberadaannya menunjukkan bagaimana masyarakat berusaha menjelaskan sesuatu yang dianggap berbeda melalui cerita yang  dekat dengan kehidupan mereka. Sebelumnya pengetahuan tentang  genetika masih belum seluas sekarang.

Cerita rakyat menjadi cara  yang paling mudah dipahami untuk menjelaskan suatu kejadian.  Karena cerita ini terus diwariskan, cerita Walanda Sunda tidak lagi  menjadi cerita mengenai asal-usul warga albino, tetapi menjadi bagian  dari identitas masyarakat Ciburuy juga.

Albinisme merupakan kondisi genetik yang memengaruhi  produksi melanin dalam tubuh. Berdasarkan Halodoc (2026),  albinisme atau albino merupakan kelainan bawaan yang terjadi karena  tubuh memproduksi sedikit atau tidak sama sekali pigmen melanin. 

Melanin adalah pigmen alami yang memberi warna pada kulit, rambut,  dan mata. Semakin sedikit melanin yang diproduksi tubuh, semakin  terang warna ketiga bagian tersebut.

Dan albino juga disebabkan oleh mutasi genetik yang  diturunkan dari orang tua. Mutasi genetik adalah perubahan pada gen  atau DNA yang dapat memengaruhi cara kerja tubuh dan sifat-sifat  yang dimiliki seseorang. Dalam biologi, albinisme merupakan kondisi  genetik yang melaninnya sedikit. Mutasi ini menyebabkan tubuh tidak  mampu menghasilkan enzim pembentukan melanin, yaitu enzim  tyrosinase yang tidak optimal.

Menurut Halodoc (2025), Melanin  bertugas dalam melindungi kulit dari radiasi UVA dan UVB yang ada  pada sinar matahari. Dan karena melaninnya sedikit, ini juga  berpengaruh terhadap penglihatannya. Penglihatan orang albino lebih  sensitif terhadap cahaya matahari atau cahaya yang lebih terang.

Kepercayaan bahwa warga albino di Kampung Ciburuy  merupakan keturunan Belanda tidak muncul tanpa alasan. Yang  paling bisa dilihat adalah perbedaan pada kondisi fisiknya dari  masyarakat mayoritas Sunda, di mana keturunan yang memiliki mata, kulit, dan rambut yang lebih cerah dianggap mirip dengan orang  Belanda yang dulu pernah tinggal dan berinteraksi dengan  masyarakat Ciburuy.

Kemiripan itu akhirnya cerita yang diwariskan  secara turun-menurun hingga membentuk kepercayaan lokal yang  kita kenal saat ini sebagai asal usul warga albino atau Walanda Sunda.

Penjelasan ilmiah ini memberikan sudut pandang yang berbeda  dengan kepercayaan lokal Kampung Ciburuy. Dan ini sah-sah saja  karena setiap daerah pasti selalu ada cerita turun-temurun yang  dimiliki. Terlebih masyarakat zaman dulu belum mengenal istilah  mutasi genetik atau produksi melanin.

Karena itu, perbedaan kondisi  fisik orang albino lebih mudah diterima melalui cerita yang dekat  dengan kehidupan mereka. Oleh karena itu mitos Walanda Sunda ini  tidak dapat dinilai benar atau salah, tapi perlu dipahami pada bagian  dari cara masyarakat membangun pengalaman dan pemahaman  terhadap lingkungan sosialnya.

Sains menjelaskan penyebab biologis  albinisme, sedangkan cerita yang ada pada masyarakat menjadi  bagian dari warisan budaya yang menjaga hubungan mereka di masa  lalu.

Penulis:  Facsha Fatmawati

Penyunting: Fadillah Nurkalam dan Reni Mardiani

====

50 Tulisan Pilihan dari Penulis Terbaik Infogarut Write Fest 2.0

Perjalanan, cerita, keresahan, hingga sudut pandang tentang Garut terangkum dalam 50 tulisan pilihan dari para penulis terbaik Infogarut Write Fest 2.0.

Setiap tulisan membawa cerita dan perspektif yang berbeda, menjadi bagian dari rekaman kecil tentang Garut dan segala dinamikanya.

📖 Ingin membaca cerita selengkapnya?

Yuk, temukan 50 tulisan pilihan tersebut dalam e-book Infogarut Write Fest 2.0 melalui link berikut:

🔗 [LINK E-BOOK]

Selamat membaca dan menikmati cerita dari para penulis Garut!

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca