Kita sudah tidak asing dengan sebutan orang albino. Di tengah masyarakat Sunda yang mayoritas berkulit sawo matang, terdapat suatu kampung yang sebagian warganya terlahir dengan kondisi albinisme. Berada di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat.
Berdasarkan National Geographic (2018), orang albino di Ciburuy dikenal sebagai Walanda Sunda atau orang Sunda sebagai generasi Walanda atau Belanda yang turun-temurun sejak zaman nenek moyang mereka. Sebuah cerita yang beredar berabad abad di masyarakat setempat dengan ciri fisik rambut pirang dan berkulit putih.
Dulu memang Kampung Ciburuy pernah ditinggali oleh warga Belanda, sehingga sebagian masyarakat menganggap orang yang memiliki ciri fisik tersebut merupakan keturunan Belanda. Cerita ini terus diceritakan secara turun-temurun hingga akhirnya menjadi bagian dari identitas masyarakat Ciburuy.
Berdasarkan dokumenter yang diunggah oleh Catatan Media (2023), hal tersebut juga dikuatkan oleh tokoh-tokoh kampung setempat bahwa anak albino seolah merupakan titisan yang akan terus berlanjut hingga anak cucu mereka nanti. Di mana, konon pada zaman dahulu, ia tengah melakukan ziarah makam yang berada di Kabuyutan Ciburuy, Garut.
Dalam ziarahnya, ia mendapatkan kecebong yang berwarna putih yang sekaligus dianggap sebagai petunjuk yang mengharuskan orang Belanda itu mendalami budaya dan keilmuan Sunda. Kemudian orang Belanda tersebut mendapatkan wangsit bahwa dirinya harus meninggalkan sesuatu kepada warga Ciburuy di mana makam tersebut ada.
Hal itu dipercaya dan dilaksanakan oleh orang Belanda tersebut, lalu ia menempelkan jarinya ke perut wanita yang tengah hamil. Semenjak itu, banyak warga kampung Ciburuy yang melahirkan anak memiliki gen albino. Dari sinilah terbentuk identitas “Walanda Sunda” yang masih dikenal sampai sekarang.
Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, keberadaannya menunjukkan bagaimana masyarakat berusaha menjelaskan sesuatu yang dianggap berbeda melalui cerita yang dekat dengan kehidupan mereka. Sebelumnya pengetahuan tentang genetika masih belum seluas sekarang.
Cerita rakyat menjadi cara yang paling mudah dipahami untuk menjelaskan suatu kejadian. Karena cerita ini terus diwariskan, cerita Walanda Sunda tidak lagi menjadi cerita mengenai asal-usul warga albino, tetapi menjadi bagian dari identitas masyarakat Ciburuy juga.
Albinisme merupakan kondisi genetik yang memengaruhi produksi melanin dalam tubuh. Berdasarkan Halodoc (2026), albinisme atau albino merupakan kelainan bawaan yang terjadi karena tubuh memproduksi sedikit atau tidak sama sekali pigmen melanin.
Melanin adalah pigmen alami yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Semakin sedikit melanin yang diproduksi tubuh, semakin terang warna ketiga bagian tersebut.
Dan albino juga disebabkan oleh mutasi genetik yang diturunkan dari orang tua. Mutasi genetik adalah perubahan pada gen atau DNA yang dapat memengaruhi cara kerja tubuh dan sifat-sifat yang dimiliki seseorang. Dalam biologi, albinisme merupakan kondisi genetik yang melaninnya sedikit. Mutasi ini menyebabkan tubuh tidak mampu menghasilkan enzim pembentukan melanin, yaitu enzim tyrosinase yang tidak optimal.
Menurut Halodoc (2025), Melanin bertugas dalam melindungi kulit dari radiasi UVA dan UVB yang ada pada sinar matahari. Dan karena melaninnya sedikit, ini juga berpengaruh terhadap penglihatannya. Penglihatan orang albino lebih sensitif terhadap cahaya matahari atau cahaya yang lebih terang.
Kepercayaan bahwa warga albino di Kampung Ciburuy merupakan keturunan Belanda tidak muncul tanpa alasan. Yang paling bisa dilihat adalah perbedaan pada kondisi fisiknya dari masyarakat mayoritas Sunda, di mana keturunan yang memiliki mata, kulit, dan rambut yang lebih cerah dianggap mirip dengan orang Belanda yang dulu pernah tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat Ciburuy.
Kemiripan itu akhirnya cerita yang diwariskan secara turun-menurun hingga membentuk kepercayaan lokal yang kita kenal saat ini sebagai asal usul warga albino atau Walanda Sunda.
Penjelasan ilmiah ini memberikan sudut pandang yang berbeda dengan kepercayaan lokal Kampung Ciburuy. Dan ini sah-sah saja karena setiap daerah pasti selalu ada cerita turun-temurun yang dimiliki. Terlebih masyarakat zaman dulu belum mengenal istilah mutasi genetik atau produksi melanin.
Karena itu, perbedaan kondisi fisik orang albino lebih mudah diterima melalui cerita yang dekat dengan kehidupan mereka. Oleh karena itu mitos Walanda Sunda ini tidak dapat dinilai benar atau salah, tapi perlu dipahami pada bagian dari cara masyarakat membangun pengalaman dan pemahaman terhadap lingkungan sosialnya.
Sains menjelaskan penyebab biologis albinisme, sedangkan cerita yang ada pada masyarakat menjadi bagian dari warisan budaya yang menjaga hubungan mereka di masa lalu.
Penulis: Facsha Fatmawati
Penyunting: Fadillah Nurkalam dan Reni Mardiani
====
50 Tulisan Pilihan dari Penulis Terbaik Infogarut Write Fest 2.0
Perjalanan, cerita, keresahan, hingga sudut pandang tentang Garut terangkum dalam 50 tulisan pilihan dari para penulis terbaik Infogarut Write Fest 2.0.
Setiap tulisan membawa cerita dan perspektif yang berbeda, menjadi bagian dari rekaman kecil tentang Garut dan segala dinamikanya.
📖 Ingin membaca cerita selengkapnya?
Yuk, temukan 50 tulisan pilihan tersebut dalam e-book Infogarut Write Fest 2.0 melalui link berikut:
🔗 [LINK E-BOOK]
Selamat membaca dan menikmati cerita dari para penulis Garut!






