Walking tour telah menjadi kegiatan yang cukup popular untuk diikuti oleh wisatawan maupun pelajar selama beberapa tahun terakhir. Baik di luar negeri, maupun di dalam negeri, walking tour telah menjadi kegiatan wisata alternatif yang menawarkan pengalaman berbeda dibanding kegiatan wisata arustama yang biasanya menggunakan kendaraan (Cantillon, 2019).
Walking tour merupakan kegiatan wisata yang fundamental. Sekarang ini, walking tour semakin berkembang seiring dengan perubahan pola wisata dari fast tourism ke slow tourism (Annisa, 2023). Walking tour juga berfungsi sebagai media edukasi yang efektif karena wisatawan mendapatkan informasi langsung dari pemandu wisata melalui pengalaman di lokasi yang autentik (Priyanto dkk., 2022).
Beberapa nilai strategis dari kegiatan walking tour yaitu lintas usia, hemat biaya, menyehatkan, interaktif, ramah lingkungan, dan berkesan. Walking tour sangat mudah disesuaikan dengan tema-tema tertentu di antaranya, sejarah dan heritage, gastronomi dan kuliner, seni dan budaya, pustaka dan literasi, keragaman dan toleransi, wirausaha dan ekonomi kreatif, lingkungan hidup dan kesehatan, dunia anak, bahkan wisata mistis.
Melihat semua nilai strategis ini, walking tour dinilaai memiliki potensi yang luar biasa dan layak untuk dipromosikan secara massif agar Garut tak hanya dikenal dengan wisata alamnya, namun juga sejarah dan kreatifitasnya.
Walking tour dapat menjadi alternatif solusi atas rendahnya minat remaja untuk mempelajari sejarah. Riset dari Ulandari dalam Risalah Kebijakan Kemendikbud Tahun 2021, membuktikan sebanyak 51% pelajar mengaku tidak mengikuti sejarah dan 77% siswa menyatakan tidak aktif dalam pelajaran sejarah.
Apalagi untuk sejarah lokal, hampir tidak ada forum pendidikan formal untuk mempelajarinya. Salah satu solusi dalam meningkatkan pembelajaran akan sejarah secara menyenangkan yaitu melalui pengalaman nyata dengan terjun ke lapangan atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah secara langsung. Proses ini biasanya dilakukan oleh komunitas sejarah sering berbasis lapangan atau disebut walking tour.
Dengan belajar sejarah lokal bersama komunitas, para remaja bisa mendapatkan gambaran langsung terkait objek yang dipelajari (Depatemen Pendidikan Nasional, 2021).
Kegiatan walking tour di Garut sudah dimulai pada tahun 2023. Kemudian digelar lagi pada tahun 2026. Sejak 15 Oktober 2026 ini, walking tour diadakan cukup sering pada tiap bulannya. Tema yang pernah digunakan dalam walking tour di Kota Garut di antaranya sejarah dan heritage, gastronomi dan kuliner, seni dan budaya, pustaka dan literasi, syiar dan ziarah, keragaman dan toleransi, wirausaha dan ekonomi kreatif, lingkungan hidup dan kesehatan, dunia anak, bahkan wisata mistis.
Walking tour di Garut digelar oleh beberapa komunitas yang berbeda di antaranya oleh Komunitas Pecinta Sejarah Garut (Kopi Segar) dan Masa Lewat. Pernah juga digelar oleh Madrasah Aliyah Cipari, Poltekpar NHI Bandung bermitra dengan Bandung Good Guide.
Empat-tempat bersejarah yang biasanya dikunjungi dan dibahas di antaranya Alun-alun Garut, Makam Dalem Kaum, Masjid Agung Garut, eks markas garnisun, eks monumen KF Holle, lapas, pendopo, babancong, sekolah H.I.S, Bale Pamengkang, tugu KM 0, Regentchaapraad, Parmadenda, Sakola Istri, Gang Tangsi, Khoe Pek Goan, Toko Buku Merpati, Toko Khodijah, Pasar Ceplak, eks Bioskop Cikuray, EK Bouw, Sing Hua, BJB, Ipo Morning Coffee, Sumur Ci Garut, Bale Paminton, Gedung KNPI, Gereja Advent Masehi, Kantor Kec Garut Kota, eks Htel Villa Dolce, PTG, Stasiun Garut, eks Hotel Papandayan, Hotel Nasional, Gereja Santa Maria, Vihara, Zocha Akar Wangi, Gang Tangsi, eks rumah Ibu Lasminingrat, dan Chocodot.
Dari kegiatan-kegiatan walking tour yang telah dilaksanakan, banyak peserta yang merasakan pengalaman yang berbeda karena menerima informasi sejarah dan heritage yang cukup mengejutkan dan inspiratif. Mereka merasa takjub terhadap hal-hal yang cukup menarik di Garut namun tidak pernah diajarkan secara formal atau dibahas secara informal di luar kegiatan walking tour.
Mereka dapat mengakses ke beberapa tempat yang sulit diakses secara individual misalnya Sakola Kautamaan Istri, Sumur Ci Garut, Gereja, atau Kantor BPKAD. Berapa informasi yang cukup mengejutkan yang dibagikan kepada peserta di antaranya bahwa jenama Bintang Toejoe, Silverqueen, dan Roti Bagelen itu berasal dari Garut, ada tokoh pendidikan perempuan yang lebih baik dari RA Kartini, ada rempugan maung di Alun-alun Garut, kerusuhan anticina, Gapura Wilhelmina, tugu KF Holle, dan banyak cerita menarik lainnya.
Untuk memberikan variasi, penyelenggara harus menawarkan teman yang beragam. Namun dari semua tema, informasi sejarah dan heritage akan tetap diberikan sebagai fondasi. Yang berbeda hanyalah porsinya, apakah utama atau pelengkap.
Beberapa tema lain yang pernah dibahas di antaranya mengenai seni karinding, seni beluk, kuliner khas Garut, insan kreatif Garut, pesohor asal Garut, dan kejadian kelam di Garut. Pernah juga digelar wisata mistis yang mengunjungi tempat-tempat menyeramkan dan bahkan komunikasi dengan dunia ghaib.
Di samping hal-hal baik yang telah dicapai, penyelenggaraan Garut Walking Tour masih menghadapi banyak tantangan. Tantangan keberlanjutan adalah hal paling penting. Bagaimana agar kegiatan yang sangat baik ini peminatnya tidak menurun? Bagaimana agar kualitasnya lebih baik lagi, bagaimana agar berkontribusi terhadap ekonomi kerakyatan? Bagaimana agar penyelenggara mendapatkan benefit agar tetap semangat? Berikut ini beberapa tantangan atau kendala yang masih dihadapi terkait Garut Walking Tour
Penulis: Farell Syauqie Juliansyah
Penyunting: Fadillah Nurkalam dan Reni Mardiani
====
50 Tulisan Pilihan dari Penulis Terbaik Infogarut Write Fest 2.0
Perjalanan, cerita, keresahan, hingga sudut pandang tentang Garut terangkum dalam 50 tulisan pilihan dari para penulis terbaik Infogarut Write Fest 2.0.
Setiap tulisan membawa cerita dan perspektif yang berbeda, menjadi bagian dari rekaman kecil tentang Garut dan segala dinamikanya.
📖 Ingin membaca cerita selengkapnya?
Yuk, temukan 50 tulisan pilihan tersebut dalam e-book Infogarut Write Fest 2.0 melalui link berikut:
🔗 [LINK E-BOOK]
Selamat membaca dan menikmati cerita dari para penulis Garut!






