Kabupaten Garut tidak kekurangan destinasi wisata dan mampu menjadi magnet wisatawan. Kalimat tersebut perlu digarisbawahi serta menjadi modal yang perlu dijaga. Apalagi, data kunjungan wisata ke Garut bisa mencapai 3,3 kunjungan pada tahun 2024 dan berpotensi untuk terus mengalami peningkatan dengan beragamnya pilihan destinasi (Nugraha, 2025).
Tidak dapat dipungkiri, destinasi wisata di Kabupaten Garut terus mengalami pertumbuhan. Dari gunung sampai laut, Garut memiliki pesona yang akan membuat kita terpikat. Mata kita akan senantiasa dihadiahkan panorama indah nan menawan lewat lekuk pantai hingga tiupan angin pegunungan yang menyejukkan. Tak heran, beragam objek wisata terus dibuka.
Sang Paris Van Java terus disinggahi sampai-sampai mampu duduk manis dalam panggung popularitas (Baihaqi, 2025; Nugraha, 2025). Pencapaian tersebut menunjukkan jika Garut merupakan salah satu tujuan wisata favorit, khususnya di Jawa Barat. Sayangnya, kondisi itu hanya dialami beberapa objek saja. Sisanya masih sekadar menitip nama sebagai tempat yang layak dilirik ketika bertandang ke Kota Dodol.
Tingginya angka kunjungan di Kabupaten Garut belum sepenuhnya memberikan manfaat merata bagi seluruh destinasi wisata dan pelaku UMKM yang bergantung pada sektor tersebut. Sebagian besar wisatawan masih terkonsentrasi pada beberapa lokasi populer seperti Gunung Papandayan, Cipanas, dan Situ Bagendit.
Sementara itu, masih banyak destinasi lain yang memiliki potensi besar namun belum memperoleh perhatian yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama pariwisata Garut saat ini bukan sekadar menarik lebih banyak wisatawan, melainkan menciptakan mekanisme yang mampu mendorong wisatawan untuk menjelajahi Garut secara lebih luas.
Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga mampu membentuk pengalaman wisata menarik, interaktif, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih merata. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah konsep stamp rally. Di mana, kegiatan ini begitu populer di Jepang (Frederiz, 2025).
Stamp rally merupakan kegiatan mengumpulkan stempel dari berbagai lokasi tertentu seperti stasiun, museum, pusat perbelanjaan, maupun destinasi wisata. Wisatawan yang berhasil mengumpulkan sejumlah stempel biasanya memperoleh hadiah, merchandise, atau penghargaan tertentu.
Konsep ini terbukti mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik karena mendorong pengunjung untuk menyambangi berbagai lokasi dalam satu perjalanan (Frederiz, 2025). Berdasarkan konsep tersebut, Kabupaten Garut dapat mengadapsi ide yang ada melalui program bernama Garut Passport.
Garut Passport dapat berbentuk buku paspor wisata atau aplikasi digital yang memungkinkan wisatawan mengumpulkan stempel maupun QR Code dari berbagai destinasi wisata di Garut. Setiap lokasi dirancang untuk memiliki desain stempel yang mampu merepresentasikan ciri khas daerah masing-masing.
Misalnya, Gunung Papandayan menggunakan simbol edelweiss, Situ Bagendit menggunakan simbol perahu, Pantai Santolo menggunakan simbol mercusuar, lalu Kampung Adat Dukuh dapat menggunakan simbol rumah adat Sunda.
Garut Passport diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk menjelajahi lebih banyak destinasi wisata demi melengkapi koleksi stempel mereka. Dengan mengumpulkan stempel, nantinya wisatawan akan diberikan keuntungan tertentu. Misalnya, semakin banyak stempel yang terkumpul,
maka wisatawan memiliki kesempatan untuk memperoleh hadiah berupa merchandise khas Garut, diskon produk UMKM, voucher wisata, maupun sertifikat wisatawan Garut. Sistem ini akan menciptakan pengalaman wisata yang lebih interaktif dan menyenangkan, khususnya bagi generasi muda yang gemar membagikan pengalaman perjalanan melalui media sosial.
Selain meningkatkan pengalaman wisatawan, Garut Passport juga dapat memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif, apalagi Kabupaten Garut memiliki potensi yang besar. Beberapa potensi yang menjanjikan di antaranya kerajinan tangan, kuliner, fesyen lokal, hingga produk UMKM berbasis budaya.
Garut sendiri pernah masuk ke dalam enam besar program Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (suaragarut, 2024). Potensi tersebut menunjukkan bahwa Garut akan mampu mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif secara berdampingan.
Penulis: Jumiati
Penyunting: Fadillah Nurkalam dan Reni Mardiani
====
50 Tulisan Pilihan dari Penulis Terbaik Infogarut Write Fest 2.0
Perjalanan, cerita, keresahan, hingga sudut pandang tentang Garut terangkum dalam 50 tulisan pilihan dari para penulis terbaik Infogarut Write Fest 2.0.
Setiap tulisan membawa cerita dan perspektif yang berbeda, menjadi bagian dari rekaman kecil tentang Garut dan segala dinamikanya.
📖 Ingin membaca cerita selengkapnya?
Yuk, temukan 50 tulisan pilihan tersebut dalam e-book Infogarut Write Fest 2.0 melalui link berikut:
🔗 [LINK E-BOOK]
Selamat membaca dan menikmati cerita dari para penulis Garut!






