Sektor pertanian masih menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat Indonesia, terutama di daerah yang memiliki aktivitas agraris skala besar. Fenomena ini terlihat jelas dari dominasi delapan kabupaten di Pulau Jawa dalam daftar penyerapan pekerja sektor pertanian terbanyak secara nasional.
Baca juga: Garut Raih Posisi Kedua Sentra Bawang Merah Terbesar di Jawa Barat
Daftar Daerah Pekerja Sektor Pertanian
Dilansir dari CNBC Indonesia, data penyerapan tenaga kerja memperlihatkan dominasi daerah di Jawa dalam menyerap pekerja sektor pertanian. Berikut merupakan 10 kabupaten atau kota dengan jumlah tenaga kerja sektor pertanian terbanyak di Indonesia:
Jember: 638.295 orang
Malang: 496.676 orang
Garut: 433.701 orang
Lampung Tengah: 404.122 orang
Cianjur: 393.699 orang
Sumenep: 377.258 orang
Bojonegoro: 361.706 orang
Lamongan: 349.751 orang
Grobogan: 345.268 orang
Lombok Timur: 338.511 orang
Dominasi Pulau Jawa Di Sektor Pertanian
Kabupaten Jember menempati posisi teratas dengan mencatatkan 638.295 penduduk usia kerja di bidang agraris pada tahun 2025. Daerah ini mencatat produksi padi sebesar 981.885 ton, jagung 456.230 ton, serta kedelai 3.791 ton pada 2024.
Di posisi kedua terdapat Kabupaten Malang dengan 496.676 orang, disusul Kabupaten Garut sebanyak 433.701 tenaga kerja. Raihan untuk Kabupaten Garut ini membuktikan bahwa daerah tersebut masih menjadi salah satu pilar agraris utama di Jawa Barat.
Sementara itu, Lampung Tengah menjadi wilayah di luar Jawa dengan porsi terbanyak, yakni mencapai 404.122 orang tenaga kerja. Posisi tersebut disusul oleh Lombok Timur di urutan ke-10 yang menghimpun sebanyak 338.511 orang di sektor yang sama.
Sejumlah kabupaten lain di Pulau Jawa seperti Cianjur, Sumenep, Bojonegoro, Lamongan, hingga Grobogan turut masuk sepuluh besar. Hal ini menegaskan dominasi Pulau Jawa sebagai pusat penyerapan tenaga agraris nasional secara keseluruhan.
Baca juga: Garut Tembus Sepuluh Besar Daerah dengan Produksi Mangga di Jawa Barat
Nah Warginet, tingginya angka pekerja sektor pertanian di Kabupaten Garut merupakan bukti besarnya potensi agraris lokal di Kota Intan. Apresiasi serta perhatian terhadap keberadaan para petani perlu terus ditingkatkan guna memperkuat ketahanan pangan nasional.






