Infogarut

Peringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli: Sejarah Serta Tujuannya

M
Muhamad Renaldi SPublisher
26 Juli 2026 pukul 01.41 2 menit baca
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli: Sejarah Serta Tujuannya
PPeringatan Hari Mangrove Sedunia 26 Juli: Sejarah Serta Tujuannya, Source: Istimewa

Setiap tanggal 26 Juli, seluruh masyarakat internasional secara rutin memperingati Hari Mangrove Sedunia demi meningkatkan kesadaran publik terhadap kelestarian alam pesisir. Momen penting ini difokuskan secara khusus untuk melindungi tanaman bakau dari ancaman kerusakan lingkungan.

Baca juga: Perlindungan Mangrove Kian Penting Hadapi Perubahan Iklim Global

Fungsi Ekosistem Hari Mangrove Sedunia

Mengutip Detik.com, tanaman bakau ini tumbuh serta berkembang dengan sangat subur di berbagai kawasan wilayah tropis dan juga subtropis di seluruh dunia. Berbagai spesies unik tersebut biasanya hidup di hutan payau pantai landai serta muara sungai berair payau.

Lembaga United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization menetapkan perayaan ini sebagai International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem. Ekosistem tersebut berkontribusi nyata pada kesejahteraan, ketahanan pangan, serta perlindungan kawasan pesisir.

Hutan bakau alami di pesisir ini juga terbukti sangat mendukung keanekaragaman hayati yang kaya bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Lingkungan hijau tersebut secara konsisten menyediakan habitat pembibitan yang berharga bagi berbagai jenis ikan serta krustasea.

Ekosistem penting ini berfungsi sebagai bentuk pertahanan pantai alami terhadap hantaman gelombang badai, tsunami, kenaikan permukaan air laut, serta erosi pantai. Selain itu, tanahnya merupakan penyerap karbon yang sangat efektif dalam menyerap karbon jumlah besar.

Sejarah Hari Mangrove Sedunia

Peringatan Hari Mangrove Sedunia ini secara resmi diadopsi oleh pihak UNESCO dalam Konferensi Umum pada Juli 2015 guna meningkatkan kesadaran di kalangan publik secara luas. Berbagai agenda tersebut bertujuan untuk mempromosikan konservasi serta pertumbuhan hutan bakau secara berkelanjutan.

Berdasarkan laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maraknya pencetakan tambak udang dengan membabat habis ekosistem mangrove menjadi latar belakang diusulkannya penetapan hari penting ini. Praktik perusakan lingkungan di Ekuador tersebut tentu memicu perhatian dunia luas.

Pemerintah negara Ekuador secara resmi mengusulkan penetapan Hari Mangrove Internasional dengan dukungan penuh dari Group of Latin America and the Caribbean. Berbagai dukungan dari pihak organisasi regional tersebut semakin memperkuat usulan pelestarian alam.

Peristiwa penting pada tanggal 26 Juli 1998 menjadi sebuah momen yang sangat emosional bagi seluruh kalangan masyarakat yang ada di Ekuador. Oleh karena itu, tanggal bersejarah tersebut selalu diperingati secara rutin sebagai Hari Mangrove Sedunia.

Baca juga: Kenaikan Permukaan Laut Ancam Fungsi Mangrove Menyerap Karbon Alami

Perayaan Hari Mangrove Sedunia ini hendaknya selalu menjadi sebuah dorongan teguh bagi kita agar rajin memelihara lingkungan alam. Mari Warginet bersatu padu untuk terus menjaga kelestarian pepohonan sabuk hijau ini demi menjamin keselamatan generasi masa depan.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca