Kenaikan permukaan laut menjadi tantangan yang semakin nyata bagi keberlangsungan ekosistem pesisir. Penelitian terbaru menunjukkan perubahan tersebut dapat memengaruhi kemampuan mangrove menjalankan fungsi alaminya sebagai penyerap karbon dalam jangka panjang.
Baca juga: Perlindungan Mangrove Kian Penting Hadapi Perubahan Iklim Global
Ancaman Mangrove
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Earth's Future mengungkap bahwa kenaikan permukaan laut tidak selalu memberikan dampak positif terhadap hutan mangrove. Pada kondisi tertentu, perubahan itu justru dapat menurunkan kemampuan ekosistem dalam menyimpan karbon.
Untuk memahami kondisi tersebut secara lebih menyeluruh, tim peneliti dari University of Exeter bersama ilmuwan Kolombia dan Amerika Serikat mengembangkan model terpadu. Pendekatan itu menggabungkan aliran air, perpindahan sedimen, pertumbuhan vegetasi, kematian mangrove, hingga perubahan cadangan karbon dalam satu sistem.
Melalui model tersebut, para peneliti menguji berbagai skenario kenaikan permukaan laut yang disusun oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Hasil analisis menunjukkan semakin tinggi kenaikan permukaan laut, semakin besar pula risiko terhadap fungsi alami ekosistem mangrove.
Penelitian juga menemukan bahwa beberapa kawasan masih dapat menyimpan lebih banyak karbon pada tahap awal perubahan. Namun, peningkatan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara dan tidak mampu menggambarkan kondisi seluruh kawasan mangrove.
Risiko Emisi Karbon
Mangrove merupakan tumbuhan yang hanya mampu bertahan pada durasi genangan air laut tertentu ketika pasang. Apabila batas tersebut terlampaui, kawasan itu tidak lagi menjadi habitat yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan mangrove.
Kondisi tersebut dapat memicu kematian vegetasi sekaligus mempercepat erosi tanah yang selama ini menjadi tempat penyimpanan karbon. Akibatnya, karbon yang sebelumnya tersimpan berpotensi kembali terlepas ke atmosfer dan meningkatkan emisi.
Selain dipengaruhi oleh perubahan iklim, kelestarian mangrove juga menghadapi tekanan akibat berbagai aktivitas manusia di kawasan sungai maupun pesisir. Kombinasi kedua faktor tersebut dinilai dapat memperbesar risiko kerusakan ekosistem pada masa mendatang.
Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa perlindungan mangrove menjadi bagian penting dalam upaya menghadapi perubahan iklim. Menjaga kelestarian ekosistem pesisir juga berarti mempertahankan manfaat lingkungan yang selama ini diberikan kepada kehidupan di sekitarnya.
Baca juga: Penelitian Terbaru Ungkap Masa Depan Mangrove Hadapi Kenaikan Laut
Jadi Warginet, kenaikan permukaan laut bukan hanya berdampak pada wilayah pesisir, tetapi juga dapat mengurangi fungsi penting mangrove sebagai penyerap karbon alami. Karena itu, menjaga kelestarian mangrove menjadi langkah yang semakin penting untuk mendukung keseimbangan lingkungan di masa depan.
Sumber: National Geographic Indonesia






