Infogarut

Menakar Masa Depan Darajat Pass: Transformasi Menuju Wisata Berkelanjutan Berbasis Smart Tourism di Kabupaten Garut

I
InfogarutPublisher
6 Juni 2026 pukul 09.00 2 menit baca
Menakar Masa Depan Darajat Pass: Transformasi Menuju Wisata Berkelanjutan Berbasis Smart Tourism di Kabupaten Garut
Ai Gemini

Kabupaten Garut senantiasa diberkahi dengan bentang alam yang memukau, menjadikannya salah satu destinasi utama pariwisata di Jawa Barat. Dari sekian banyak daya tarik yang dimiliki bumi Swiss van Java ini, kawasan wisata Darajat Pass menempati posisi yang sangat ikonik. Terletak di dataran tinggi Kecamatan Pasirwangi, destinasi ini menawarkan kombinasi unik antara pemandian air panas alami dan lanskap pegunungan hijau yang kerap diselimuti kabut tipis.

Fenomena daya tarik Darajat Pass bukan sekadar tentang keindahan visual, melainkan juga perannya sebagai oase pelepas penat bagi masyarakat urban dari kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Saban akhir pekan, ribuan wisatawan memadati kawasan ini untuk menikmati sensasi berendam di udara dingin, yang secara langsung menggerakkan roda ekonomi lokal melalui serapan tenaga kerja, penginapan (homestay), hingga sektor perdagangan agrowisata.

Namun, di balik popularitas dan romantisme kabutnya, Darajat Pass kini tengah berada di persimpangan jalan akibat tantangan manajemen yang semakin kompleks. Keberhasilan mendatangkan massa dalam jumlah besar ternyata belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan tata kelola yang adaptif. Masalah utama yang paling kasat mata adalah persoalan aksesibilitas. Jalur utama menuju Darajat Pass didominasi oleh jalanan menanjak yang relatif sempit.

Ketika musim liburan tiba, penumpukan kendaraan tidak terhindarkan, menciptakan titik kemacetan parah (bottleneck) yang justru merusak pengalaman berwisata semenjak dalam perjalanan. Selain itu, metode pelayanan dan penjualan tiket yang mayoritas masih bersifat konvensional memicu antrean panjang di pintu masuk. Jika kondisi penataan ini dibiarkan tanpa adanya gagasan segar, dikhawatirkan Darajat Pass akan mengalami titik jenuh pariwisata (tourism fatigue) yang lambat laun menurunkan minat kunjungan dan merugikan ekonomi kreatif daerah. Oleh karena itu, diperlukan sebuah gagasan transformatif yang mampu menyeimbangkan antara potensi ekonomi dan kenyamanan destinasi demi masa depan pariwisata Garut.

Melihat potensi besar yang ada, langkah pertama yang harus diambil adalah merombak sistem manajemen pengunjung melalui pendekatan smart tourism. Gagasan ini dapat diwujudkan melalui platform aplikasi terintegrasi, sebut saja "E-Darajat". Melalui platform digital ini, pengelolaan kapasitas penampungan (carrying capacity) dapat dikendalikan secara ketat.


Artikel ini merupakan salah satu karya dari 50 Penulis Terbaik Infogarut Write Fest 2.0.

Ingin membaca lebih banyak kisah, gagasan, dan tulisan inspiratif tentang Garut? Temukan seluruh karya para penulis terbaik dalam E-Book 50 Penulis Terbaik Infogarut Write Fest 2.0.

Baca versi lengkap e-book melalui tautan berikut ini dan jelajahi beragam cerita yang mengangkat potensi, budaya, sejarah, hingga wajah Garut dari sudut pandang para penulis terbaik.

Penulis

Nazwa Latifa Nuraini

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca