Infogarut

Gaji Terus Tergerus Inflasi, Mengapa Banyak Pekerja Memilih Dua Pekerjaan?

M
Muhamad Renaldi SPublisher
29 Juni 2026 pukul 06.50 3 menit baca
Gaji Terus Tergerus Inflasi, Mengapa Banyak Pekerja Memilih Dua Pekerjaan?
Gaji Terus Tergerus Inflasi, Mengapa Banyak Pekerja Memilih Dua Pekerjaan?, Source: Istimewa

Tidak semua orang yang bekerja di dua perusahaan sedang mengejar karier yang lebih tinggi. Bagi sebagian pekerja, keputusan tersebut justru lahir karena satu penghasilan dinilai sudah tidak lagi mampu mengimbangi kenaikan biaya hidup dari waktu ke waktu.

Baca juga: Bukan Sekadar Tren, Overemployed Kini Jadi Cara Banyak Orang Bertahan Hidup

Ketika Penghasilan Sulit Mengejar Kebutuhan

Menurut catatan dari Diajeng.id, salah satu persoalan yang banyak dirasakan pekerja saat ini ialah kenaikan gaji yang tidak selalu sejalan dengan meningkatnya biaya hidup. Pendapatan memang bertambah setiap tahun, tetapi nilainya kerap habis tergerus inflasi sehingga daya beli tidak banyak berubah.

Situasi tersebut membuat sebagian pekerja mulai mempertanyakan manfaat bertahan di satu perusahaan. Mereka merasa tanggung jawab yang diberikan terus bertambah, sementara tambahan penghasilan yang diterima belum mampu memberikan perubahan berarti terhadap kondisi keuangan.

Kondisi itu juga tergambar dari kisah Morgan yang dimuat Forbes. Ia mengaku harus menangani beban kerja jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya, tetapi kenaikan gaji yang diterima hanya sebatas penyesuaian tahunan. Dari sudut pandangnya, tambahan tanggung jawab tersebut tidak diikuti oleh penghargaan yang sepadan.

Bagi sebagian orang, berpindah perusahaan atau mencari pekerjaan tambahan akhirnya menjadi pilihan yang lebih realistis. Selain membuka peluang memperoleh pendapatan lebih baik, langkah tersebut dianggap lebih mampu menjaga kondisi finansial dibandingkan dengan hanya mengandalkan kenaikan gaji setiap tahun.

Kerja Ganda Menyimpan Beban yang Tak Terlihat

Memiliki dua pekerjaan memang dapat meningkatkan penghasilan, tetapi ada konsekuensi yang harus dihadapi. Waktu istirahat menjadi lebih sedikit, beban pekerjaan bertambah, dan sebagian pekerja harus menjalani semuanya tanpa diketahui oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Seorang pekerja asal Inggris bernama Callum mengaku sempat mengalami serangan panik pada hari pertama menjalani dua pekerjaan sekaligus. Perasaan bersalah muncul karena ia harus menyembunyikan kondisi tersebut dari atasannya, meski akhirnya mendapat dukungan dari sesama anggota komunitas overemployed.

Cerita lain datang dari Katya, perempuan berusia 47 tahun asal California Utara. Setelah kehilangan putranya, ia menghadapi tagihan rumah sakit yang besar hingga terlilit utang. Bekerja di dua perusahaan menjadi jalan yang dipilih agar seluruh kewajiban tersebut dapat diselesaikan sekaligus memenuhi kebutuhan keluarganya.

Pengalaman Morgan, Callum, dan Katya memperlihatkan bahwa fenomena overemployed tidak selalu lahir dari ambisi mengejar penghasilan lebih tinggi. Dalam banyak kasus, kerja ganda justru menjadi pilihan yang terpaksa diambil agar kehidupan tetap berjalan ketika satu sumber pendapatan sudah tidak lagi mencukupi.

Baca juga: Gaslighting dalam Dunia Kerja Kerap Muncul lewat Manipulasi Halus

Nah, Warginet, meningkatnya jumlah pekerja yang menjalani kerja ganda menunjukkan bahwa tantangan dunia kerja terus berubah mengikuti kondisi ekonomi. Selama biaya hidup bergerak lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan, fenomena overemployed kemungkinan masih akan menjadi bagian dari realitas yang dihadapi banyak pekerja.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca