Para peneliti ilmu saraf memaparkan fakta ilmiah mengenai besarnya efek alam terhadap otak manusia yang terbukti ampuh menurunkan kadar stres fisiologis serta memulihkan kapasitas fokus dan daya ingat secara bermakna.
Baca juga: Efek Alam terhadap Otak, Peneliti Ungkap Rahasia Pemulihan Stres
Ulasan Efek Alam terhadap Otak Manusia
Berdasarkan laporan BBC Indonesia, ahli biologi Edward O. Wilson pada tahun 1980-an mengemukakan hipotesis biofilia terkait dorongan genetik manusia untuk dekat dengan alam.
Peneliti Universitas Washington, Gregory Bratman, menambahkan dua teori pendukung, yakni Hipotesis Pengurangan Stres dan Teori Pemulihan Perhatian.
Suasana lingkungan alami merangsang sistem saraf parasimpatis, yang menurunkan detak jantung melalui mode rest and digest. Sementara, lingkungan perkotaan yang bising dan padat kendaraan cenderung menguras perhatian terarah atau directed attention manusia secara sangat cepat.
Peningkatan Memori dan Kinerja Otak
Eksperimen yang dilakukan oleh Gregory Bratman menunjukkan bahwa peserta yang berjalan kaki di area terbuka hijau selama 50 menit mengalami kenaikan daya ingat secara signifikan. Mereka terbukti mampu mengingat sembilan hingga 10 huruf lebih banyak dalam pengujian memori.
Hasil pengujian tersebut mengindikasikan bahwa penurunan tingkat kecemasan berjalan selaras dengan pemulihan kapasitas fungsi kognitif. Kedua mekanisme fisiologis ini saling melengkapi untuk membantu menjaga kesehatan mental seseorang dalam menghadapi tantangan harian.
Baca juga: Ternyata Bikin Lebih Kreatif, Ini Lima Manfaat Rasa Bosan Bagi Otak
Jadi Warginet, dengan menyempatkan diri berjalan santai di area taman hijau terbukti memberikan efek alam terhadap otak dengan baik sehingga pikiran kita kembali jernih serta siap menghadapi berbagai tantangan aktivitas kerja harian.






