Warginet, Garut lagi dingin-dinginnya nih!
Kalau suhu mulai turun, rasanya selimut, jaket, dan makanan hangat langsung jadi tiga hal yang paling dicari. Apalagi kalau sudah sore atau malam, udara dingin bikin perut lebih gampang diajak kompromi.
Daripada cuma rebahan sambil menahan dingin, kenapa nggak sekalian kulineran?
Garut punya banyak pilihan makanan yang justru terasa makin nikmat ketika disantap dalam keadaan hangat. Mulai dari makanan berkuah seperti soto, baso aci, dan cuankie, sampai camilan seperti surabi dan ketan bakar.
Belum lagi minumannya. Ada bandrek, bajigur, dan sekoteng yang memang cocok banget menemani udara sejuk.
Nah, kalau Warginet sedang mencari kuliner Garut yang cocok saat cuaca dingin, beberapa menu ini bisa masuk daftar.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Sushi di Garut, dari Sushi Roll hingga Nigiri
1. Soto, Kuah Hangat yang Selalu Jadi Pilihan
Kalau bicara makanan yang paling aman disantap ketika udara dingin, soto rasanya sulit untuk dilewatkan.
Di Garut ada banyak pilihan soto, salah satunya Soto H. Achri yang sudah berdiri sejak 1943. Soto ini dikenal dengan kuahnya yang dimasak menggunakan kayu bakar sehingga menghasilkan aroma yang khas. Isinya juga dilengkapi potongan daging sapi dan tulang muda.
Ada juga Soto Sate Maya di Jl. Perintis yang sekarang buka hingga dini hari, cocok buat
Coba bayangkan semangkuk soto yang masih mengepul disantap ketika udara Garut sedang dingin-dinginnya. Kayaknya nggak perlu banyak alasan lagi buat langsung makan.
2. Baso Aci, Pedas-Pedas Hangat yang Bikin Nagih
Kalau Warginet lebih suka makanan yang pedas dan berkuah, baso aci bisa jadi pilihan.
Kuliner yang satu ini memang sudah lekat dengan Garut. Aci yang kenyal, kuah gurih, berbagai isian, ditambah sambal bisa jadi kombinasi yang pas untuk menemani udara dingin.
Apalagi kalau kuahnya masih panas dan level pedasnya sesuai selera. Dingin-dingin makan baso aci? Gas.
3. Cuankie, Kuah Gurih yang Cocok Dimakan Malam-Malam
Selain baso aci, ada juga cuankie yang bisa jadi pilihan kalau Warginet sedang ingin makanan berkuah.
Di Garut, cuankie bisa ditemukan di sejumlah tempat, salah satunya Cuankie Lesehan Stasiun yang dikenal dengan kuah gurih, tahu, siomay, bakso kecil, pangsit, serta sambal hijaunya. Pilihan lain ada di Cuankie Persib Mang Ucup Jl. Cimanuk, dan Cuankie Masjid Agung Garut juga kerap menjadi andalan kuliner malam karena sering buka dari waktu magrib hingga menjelang subuh.
Jadi, kalau malam mulai dingin dan bingung mau makan apa, semangkuk cuankie bisa jadi pilihan yang sederhana tapi pas.
4. Surabi Hangat, Cocok Buat Teman Ngobrol
Nggak semua makanan yang cocok disantap saat udara dingin harus berkuah.
Surabi hangat juga bisa jadi pilihan buat Warginet yang ingin ngemil sambil menikmati suasana.
Salah satu yang dikenal di Garut adalah Surabi Papandayan Legend yang sudah eksis sejak 1960. Surabinya memiliki bagian tengah yang lebih tebal dengan perpaduan rasa gurih dan legit. Paling enak tentu saja disantap ketika baru matang. Apalagi kalau ditemani teh atau kopi panas.
Ada juga Surabi Bakar Berlian yang menawarkan berbagai macam pilihan toping mulai dari yang manis hingga asin, di Jl. Ibrahim Adjie.
Dingin-dingin, duduk santai, makan surabi. Udah cocok banget.
5. Ketan Bakar, Sederhana tapi Bikin Hangat
Kalau ingin camilan yang sedikit lebih mengenyangkan, ketan bakar bisa jadi pilihan.
Ketan yang dibakar sampai bagian luarnya sedikit kecokelatan punya aroma khas yang justru makin menggoda ketika disantap dalam keadaan hangat.
Camilan seperti ini juga cocok buat menemani sore atau malam ketika udara mulai dingin. Teksturnya yang pulen dengan aroma bakaran membuatnya terasa lebih nikmat ketika baru selesai dipanggang.
Warginet bisa menemui Kuliner Ketan Bakar ini tepat di Jl. Ahmad Yani depan Apotek Garut. Jadi, kalau lagi jalan-jalan dan menemukan penjual ketan bakar, jangan buru-buru dilewatkan. Kadang makanan sederhana justru paling cocok buat cuaca seperti ini.
6. Bandrek, Minuman yang Identik dengan Udara Dingin
Setelah makanan, sekarang waktunya masuk ke bagian yang nggak kalah penting yaitu minuman hangat.
Pilihan pertama tentu saja bandrek.
Minuman tradisional ini dibuat dengan bahan utama jahe, gula merah, dan rempah-rempah. Biasanya disajikan panas dan memang populer sebagai minuman untuk menemani cuaca dingin.
Sensasi hangat dari jahe membuat bandrek cocok diminum sore atau malam hari ketika udara mulai menusuk. Kalau Warginet merasa dinginnya Garut sudah sampai ke tulang, mungkin sudah waktunya bilang:
“Mang, bandrek hiji.”
7. Bajigur, Manis dan Gurih Buat Teman Santai
Kalau bandrek terasa lebih “nendang” karena jahenya, Warginet bisa memilih bajigur.
Bajigur merupakan minuman tradisional yang identik dengan cita rasa manis dan gurih dari gula aren serta santan. Minuman ini juga umum disajikan hangat.
Buat yang ingin minuman hangat tapi tidak terlalu dominan rasa jahenya, bajigur bisa jadi pilihan. Paling pas diminum sambil ngobrol santai atau menemani camilan tradisional. Dan kalau mau sekalian lengkap, bajigur bisa ditemani pisang atau makanan ringan lainnya.
8. Sekoteng, Hangatnya Jahe dengan Isian yang Ramai
Satu lagi yang nggak boleh dilupakan adalah sekoteng.
Minuman ini menggunakan kuah jahe hangat dengan berbagai isian seperti kacang tanah, roti, pacar cina, dan kacang hijau.
Jadi, bukan cuma minum air jahe biasa. Dalam satu mangkuk, Warginet juga bisa mendapatkan berbagai tekstur dari isiannya.
Cocok banget buat disantap malam-malam ketika udara sedang dingin. Apalagi kalau sekotengnya masih panas dan kuah jahenya terasa kuat.
Jadi, Mau Kulineran Apa Saat Garut Lagi Dingin?
Ternyata udara dingin bisa jadi alasan yang cukup untuk kulineran di Garut.
Mau makanan berkuah, ada soto, baso aci, dan cuankie. Kalau ingin camilan hangat, bisa pilih surabi atau ketan bakar.
Sementara untuk minumannya, ada bandrek, bajigur, sampai sekoteng yang bisa menemani sore atau malam Warginet.
Baca Juga: Kenapa Jajanan Sunda Banyak Menggunakan Daun Pisang? Ini Alasannya
Jadi, kalau beberapa hari ini Garut terasa lebih dingin dari biasanya, jangan cuma keluarin jaket dari lemari. Keluar juga buat cari makanan hangat.
Karena dingin-dingin begini, rasanya memang paling pas kalau ditemani sesuatu yang hangat dan enak.
Selamat kulineran, Warginet!






