Infogarut

10 Software Akuntansi Terbaik untuk Pelaku UMKM di Garut

I
InfogarutPublisher
18 September 2026 pukul 08.53 7 menit baca
10 Software Akuntansi Terbaik untuk Pelaku UMKM di Garut

Memilih software akuntansi terbaik adalah jalan yang tepat buat pelaku UMKM pertimbangkan, khususnya di daerah Garut. Hal ini bertujuan memudahkan dalam pengelolaan keuangan yang lebih rapi.

Melalui software tersebut, transaksi penjualan, pembelian, biaya operasional, utang, piutang, dan pengelolaan stok barang bisa dilakukan dalam satu tempat.

Pemilik bisnis pun tidak harus selalu memeriksa banyak buku atau dokumen terpisah (misalnya berbagai sheets) untuk mengetahui kondisi keuangan bisnisnya.

Kebutuhan ini berlaku untuk berbagai jenis usaha, mulai dari toko oleh-oleh, kuliner, fashion, kerajinan kulit, sampai penyedia jasa.

Ketika transaksi bertambah, software akuntansi bisa menyederhanakan pencatatan sekaligus menyediakan data untuk mengambil keputusan terbaik.

10 Software Akuntansi untuk Pelaku UMKM

Berikut sejumlah penyedia software akuntansi yang layak Anda pertimbangkan.

Setiap pilihan memiliki keunggulan dan sasaran pengguna yang berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan usaha teman-teman pemilik UMKM.

1. Kledo

Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud dari Indonesia, khususnya dari Yogyakarta yang dapat digunakan oleh UMKM atau bisnis yang sedang berkembang atau sudah naik kelas.

Fiturnya mencakup:

  • Invoice (Faktur Penjualan). Membuat dan mengirim tagihan, mengatur layout invoice, dan mampu memecah invoice lewat fitur Proforma.

  • Purchasing (Pembelian). Mengelola pesanan pembelian, mencatat tagihan dari pemasok, sampai memantau daftar pengeluaran.

  • Inventori (Manajemen Stok). Memantau keluar-masuk barang secara real time pada gudang, mengelola kuantitas pada surat jalan, dan pencatatan gudang.

  • Biaya dan Pengeluaran. Mencatat dan mengkategorikan setiap biaya operasional harian perusahaan dengan mudah.

  • Aset Tetap. Mengelola pencatatan dan penyusutan aset tetap perusahaan secara otomatis.

  • 50+ Laporan Keuangan dan Bisnis. Menyediakan laporan laba rugi, neraca, arus kas, buku besar, hingga kustomisasi tampilan kode akun COA secara real time.

  • Multi Cabang / Multi Proyek. Membedakan pencatatan transaksi berdasarkan cabang, divisi, gudang, atau proyek dalam satu akun.

  • Multi Perusahaan. Mengelola sampai 10 perusahaan sekaligus dalam satu akun Kledo.

  • Multi Currency. Bisa melakukan pencatatan keuangan dan akuntansi untuk transaksi yang menggunakan berbagai jenis mata uang asing selain mata uang perusahaan (misalnya rupiah).

  • Integrasi Luas dengan Aplikasi Lain. Terhubung dengan berbagai platform e-commerce (seperti Shopee dan Tokopedia), payment gateway, sampai aplikasi POS.

Karena pengembangannya spesifik untuk pasar Indonesia, Kledo dapat menjadi pilihan untuk pelaku UMKM yang menginginkan software dengan harga terjangkau.

Aplikasi ini bisa dipertimbangkan oleh toko retail, bisnis kuliner, distributor, penyedia jasa, maupun produsen kerajinan di Garut.

Paket gratisnya bisa teman-teman owner gunakan untuk mencoba pencatatan keuangan dan pembukuan sebelum memilih paket berbayar.

Selain itu keuntungan lainnya adalah Kledo terintegrasi dengan software payroll GajiHub dan software CRM (CRM.id).

2. Xero

Xero adalah software akuntansi berbasis cloud dari Selandia Baru.

Platform ini menyediakan fitur invoice, pembayaran tagihan, pencatatan biaya, rekonsiliasi bank, persediaan, dan pemantauan arus kas. Xero juga menawarkan integrasi dengan banyak aplikasi bisnis pihak ketiga.

Xero cocok bagi UMKM yang membutuhkan pilihan integrasi luas atau melakukan transaksi dengan lebih dari satu mata uang.

Pengguna tetap perlu memeriksa paket dan fitur yang sesuai dengan operasional bisnisnya.

3. QuickBooks Online

Pengembang dari QuickBooks Online adalah salah satu perusahaan software asal Amerika Serikat.

Software ini membantu usaha kecil mengatur pendapatan, pengeluaran, invoice, pembayaran tagihan, arus kas, dan laporan keuangan melalui satu platform.

QuickBooks bisa UMKM pakai yang bekerja sama dengan pelanggan atau mitra luar negeri.

Sebelum menggunakannya, pastikan dukungan pajak dan metode pembayarannya sesuai dengan kebutuhan bisnis di Indonesia.

4. Zoho Books

Zoho Books, software akuntansi dari India yang menjadi bagian dari ekosistem aplikasi Zoho.

Fitur yang tersedia mencakup pembuatan invoice, pengelolaan tagihan, pencatatan biaya, rekonsiliasi bank, persediaan, proyek, dan laporan keuangan.

Pilihan ini sesuai bagi UMKM karena data bisnis terkelola lewat ekosistem yang saling terhubung.

Zoho Books juga mendukung kolaborasi beberapa pengguna dengan pembagian hak akses berdasarkan peran masing-masing.

5. FreshBooks

FreshBooks berasal dari Kanada dan biasanya untuk bisnis kecil, pekerja mandiri, serta usaha berbasis jasa.

Fitur utamanya mencakup invoice, pencatatan pengeluaran, pelacakan waktu kerja, pengelolaan proyek, pembayaran, dan pembuatan laporan.

FreshBooks menarik buat konsultan, freelancer, agensi, atau penyedia jasa di Garut.

Pemilik usaha dapat mencatat waktu dan biaya proyek sebagai dasar pembuatan tagihan. Periksa dukungan pembayaran dan mata uang sebelum berlangganan.

6. Wave Accounting

Wave adalah platform keuangan dari Kanada yang menyediakan fungsi akuntansi dan invoice untuk bisnis kecil.

Pengguna dapat mencatat pemasukan dan pengeluaran, memantau arus kas, membuat invoice, serta mengakses laporan keuangan.

Tampilannya dapat membantu pemilik usaha yang baru menggunakan pembukuan digital. Tapi, sebagian layanan Wave, terutama pembayaran dan perbankan, memiliki batasan wilayah.

Pelaku UMKM perlu memeriksa ketersediaannya sebelum menjadikan Wave sebagai sistem utama.

7. Sage Accounting

Sage merupakan penyedia software bisnis asal Inggris. Produk Sage Accounting ditujukan untuk membantu usaha kecil mengelola invoice, pengeluaran, pembayaran, rekonsiliasi, dan arus kas.

Platform ini juga menyediakan fungsi otomatisasi untuk mengurangi sejumlah pekerjaan administrasi berulang.

Sage menjadi pertimbangkan bisnis yang membutuhkan pembukuan berbasis cloud dan fitur yang dapat mengikuti pertumbuhan usaha.

Tapi, sejumlah layanan dan paket Sage tersedia berdasarkan negara. Calon pengguna perlu memeriksa akses layanan, mata uang, dan dukungan perpajakan sebelum berlangganan.

8. Odoo Accounting

Odoo Accounting bagian dari rangkaian aplikasi bisnis Odoo asal Belgia. Selain akuntansi, Odoo memiliki aplikasi CRM, penjualan, pembelian, persediaan, e-commerce, proyek, dan point of sale yang dapat digunakan secara terintegrasi.

Software ini cocok bagi UMKM yang ingin menghubungkan pencatatan keuangan dengan penjualan dan persediaan.

Penerapannya memerlukan pengaturan lebih lanjut sehingga kebutuhan, kemampuan tim, dan biaya penerapan perlu Anda hitung sejak awal.

9. Akaunting

Akaunting adalah software akuntansi dan sumber terbuka dari penyedia asal Turki.

Platform ini menawarkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pembuatan invoice, pengelolaan pelanggan, tagihan, dan laporan keuangan. Tersedia pilihan penggunaan di server sendiri atau layanan berbasis cloud.

Akaunting jadi pertimbangan oleh usaha kecil atau pekerja mandiri yang mencari software dengan pilihan paket gratis.

Tapi, penggunaan versi yang terpasang pada server sendiri membutuhkan kemampuan teknis untuk instalasi, pemeliharaan, pembaruan, dan pengamanan data.

10. Kashoo Cloud Accounting

Kashoo adalah software akuntansi dari Kanada yang dikembangkan untuk usaha kecil.

Fungsinya meliputi pencatatan pendapatan dan pengeluaran, pengelompokan transaksi, invoice, rekonsiliasi, serta pembuatan laporan keuangan.

Software ini cocok untuk bisnis yang lebih mengutamakan kemudahan pembukuan daripada sistem operasional yang kompleks.

Seperti pilihan global lainnya, pelaku UMKM perlu memastikan bahwa penggunaan mata uang, metode pembayaran, format laporan, dan layanan bantuan Kashoo sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

Cara Memilih Software Akuntansi Terbaik untuk UMKM

Software yang ada tidak semuanya menawarkan fungsi dan tingkat kemudahan yang sama. Karena itu, pemilik UMKM perlu membandingkan beberapa hal berikut sebelum menentukan pilihan.

1. Sesuaikan dengan Jenis dan Skala Usaha

Tentukan kebutuhan berdasarkan bidang usaha dan jumlah transaksi.

Toko retail biasanya memerlukan pengelolaan stok, sedangkan bisnis jasa mungkin lebih membutuhkan invoice, pencatatan biaya proyek, dan pemantauan piutang pelanggan.

2. Periksa Kelengkapan Fitur

Fitur dasar yang perlu dipertimbangkan meliputi penjualan, pembelian, biaya, invoice, utang, piutang, dan laporan keuangan.

Jika bisnis Anda menjual barang, periksa juga ketersediaan fitur persediaan dan pengelolaan beberapa gudang.

3. Pastikan Kemudahan Penggunaan

Software dengan fitur lengkap belum tentu menjadi pilihan terbaik jika sulit dalam penggunaannya.

Pilih aplikasi yang punya alur kemudahan penggunaan oleh pemilik dan karyawan. Ketersediaan panduan penggunaan serta layanan bantuan juga menjadi pertimbangan.

4. Pertimbangkan Akses Berbasis Cloud

Software berbasis cloud memungkinkan pemilik UMKM memantau kondisi keuangan melalui device yang terhubung dengan internet, termasuk ketika berada di luar toko.

5. Sesuaikan Harga dengan Anggaran

Jangan hanya memperhatikan harga awal. Bandingkan batas transaksi, jumlah pengguna, kapasitas penyimpanan, fitur tambahan, serta biaya peningkatan paket.

Pilihan yang tepat adalah software dengan fungsi yang benar-benar tim gunakan oleh bisnis.

6. Periksa Kesesuaiannya dengan Bisnis di Indonesia

Jika memilih software dari luar negeri, periksa dukungan multi currency termasuk mata uang rupiah, bahasa, zona waktu, format laporan, dan ketentuan pajak Indonesia.

Perhatikan juga ketersediaan metode pembayaran yang mudah digunakan pelaku UMKM serta layanan bantuan yang responsif.

Jadi, Software Akuntansi Mana yang Tepat untuk UMKM Anda?

Software akuntansi terbaik itu tidak selalu aplikasi dengan fitur paling banyak. Pilihan yang tepat adalah software yang sesuai dengan jenis usaha, jumlah transaksi, kemampuan pengguna, dan anggaran bisnis.

Toko dengan banyak barang pasti akan membutuhkan pengelolaan persediaan yang kuat, sedangkan bisnis jasa lebih mengutamakan invoice dan pencatatan biaya proyek.

Sebelum berlangganan, manfaatkan paket gratis, demonstrasi produk, atau masa uji coba untuk memeriksa kemudahan pencatatan dan kelengkapan laporan.

Untuk UMKM seperti usaha layanan katering di Garut yang membutuhkan penyedia aplikasi berbasis lokal, Software Akuntansi Kledo bisa jadi pilihan untuk memulai catatan pembukuan dan mengelola keuangan secara lebih rapi.


Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca