Infogarut

Mengenal Katimus, Jajanan Sunda Manis dari Olahan Singkong

M
Mutiara LestariPublisher
10 September 2026 pukul 14.10 4 menit baca
Mengenal Katimus, Jajanan Sunda Manis dari Olahan Singkong
Mengenal Katimus, Jajanan Sunda Manis dari Olahan Singkong (Sumber: IStock)

Warginet, kalau mendengar nama katimus, kira-kira sudah ada yang langsung terbayang bentuk dan rasanya?

Bagi sebagian orang, nama katimus mungkin masih terdengar asing. Padahal, jajanan yang satu ini merupakan salah satu kudapan tradisional Sunda yang dibuat dari bahan sederhana seperti singkong, kelapa, dan gula merah.

Katimus juga dikenal dengan sebutan ketimus, sementara di beberapa daerah di Jawa makanan serupa lebih dikenal dengan nama lemet. Jajanan ini memiliki bentuk lonjong, dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian dikukus hingga matang.

Meski sederhana, perpaduan singkong, kelapa, dan gula merah membuat katimus memiliki cita rasa manis legit dengan tekstur yang kenyal. Lantas, seperti apa sebenarnya jajanan tradisional yang satu ini?

Baca Juga: Mengenal Ceprus, Jajanan Khas Garut Selatan yang Manis dan Gurih

Apa Itu Katimus?

Katimus merupakan kudapan tradisional berbahan dasar singkong parut yang dicampur dengan kelapa parut dan gula merah. Adonan tersebut kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dalam bentuk lonjong sebelum dikukus.

Dalam tradisi kuliner Sunda, katimus termasuk cemilan yang sederhana dan relatif mudah dibuat. Budayawan Sunda Ajip Rosidi bahkan menggambarkannya sebagai penganan yang murah meriah karena menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan dapat disantap kapan saja.

Katimus juga memiliki nama lain. Di Jawa Barat, masyarakat Sunda mengenalnya sebagai katimus atau ketimus, sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur makanan serupa lebih dikenal dengan sebutan lemet.

Dibuat dari Singkong, Kelapa, dan Gula Merah

Bahan utama katimus sebenarnya cukup sederhana. Singkong yang telah diparut dicampurkan dengan kelapa parut dan gula merah sebagai pemanis.

Beberapa resep juga menggunakan sedikit tepung terigu sebagai perekat adonan. Setelah semua bahan tercampur, adonan kemudian diletakkan di atas daun pisang dan dibungkus hingga membentuk lonjong.

Penggunaan daun pisang bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus. Saat dikukus, aroma dari daun pisang turut memberikan karakter tersendiri pada jajanan tradisional ini.

Cara Membuat Katimus, Cukup Dikukus

Proses pembuatan katimus tergolong sederhana. Singkong diparut terlebih dahulu, kemudian dicampurkan dengan gula merah, kelapa parut, dan sedikit garam.

Setelah adonan tercampur rata, adonan tersebut diletakkan di atas daun pisang. Daun kemudian dilipat dan dibungkus hingga adonan tertutup rapat.

Katimus selanjutnya dikukus sampai matang. Setelah teksturnya mulai padat dan matang, jajanan ini bisa langsung disajikan.

Cara pengolahan seperti ini membuat katimus memiliki karakter yang berbeda dari jajanan singkong yang digoreng. Teksturnya cenderung lembut dan kenyal, dengan aroma khas daun pisang setelah proses pengukusan.

Seperti Apa Rasa Katimus?

Kalau Warginet suka jajanan dengan rasa manis legit, katimus bisa menjadi salah satu kudapan tradisional yang menarik untuk dicoba.

Rasa manisnya berasal dari gula merah yang berpadu dengan gurihnya kelapa parut. Sementara itu, singkong memberikan tekstur yang kenyal dan cukup padat sehingga katimus juga bisa menjadi camilan untuk mengganjal perut.

Katimus biasanya memiliki warna kecokelatan setelah matang. Ketika disantap, perpaduan rasa manis gula merah dan gurih kelapa terasa cukup sederhana, tetapi justru menjadi ciri khas dari jajanan ini.

Katimus dan Tradisi Kuliner Sunda

Katimus tidak hanya dikenal sebagai jajanan rumahan, tetapi katimus juga biasa disajikan dalam acara tertentu seperti tahlilan dan mauludan.

Katimus juga pernah dikenal sebagai jajanan yang dijajakan bersama minuman tradisional seperti bandrek dan bajigur. Karena itu, katimus cukup lekat dengan gambaran kudapan sederhana yang disantap sebagai teman minum minuman hangat.

Namun, keberadaan jajanan tradisional seperti katimus kini semakin jarang terdengar. RRI pada 2026 bahkan menyoroti ketimus sebagai salah satu kuliner Jawa Barat yang mulai dilupakan, meskipun bahan dan cara membuatnya sebenarnya cukup sederhana.

Bisa Menemukan Katimus di Garut?

Buat Warginet yang penasaran ingin mencicipi katimus di Garut, salah satu tempat yang bisa dilirik adalah Desa Wisata Sindangkasih di Kecamatan Cilawu.

Dalam informasi resmi pariwisata desa tersebut, katimus tercatat sebagai salah satu kuliner yang dibuat dari olahan gula aren, bersama beberapa makanan tradisional lainnya seperti ceprus dan ongol-ongol. Desa Wisata Sindangkasih berada di kawasan Cilawu, Kabupaten Garut.

Artinya, katimus bukan sekadar kuliner Sunda yang bisa ditemukan di berbagai daerah, tetapi juga masih tercatat sebagai bagian dari olahan pangan tradisional yang ada di wilayah Garut.

Jika Warginet ingin berkunjung, sebaiknya mengecek terlebih dahulu ketersediaan produk atau menghubungi pengelola Desa Wisata Sindangkasih karena katimus belum tentu tersedia setiap hari.

Sederhana, tapi Jadi Bagian dari Warisan Kuliner Sunda

Katimus mungkin tidak memiliki tampilan semeriah jajanan kekinian. Bentuknya pun sederhana dan bahan yang digunakan mudah ditemukan.

Namun, justru di situlah daya tariknya. Singkong, kelapa, gula merah, dan daun pisang bisa diolah menjadi kudapan dengan rasa manis legit dan tekstur kenyal yang khas.

Di tengah semakin banyaknya pilihan kuliner modern, mengenal kembali jajanan seperti katimus menjadi salah satu cara untuk menjaga agar makanan tradisional Sunda tidak hanya tinggal nama.

Baca Juga: Cari Soto di Garut buat Sarapan? Ini Rekomendasi yang Bisa Dicoba

Jadi, Warginet yang sebelumnya belum pernah dengar katimus, sekarang sudah tahu kan, jajanan sederhana yang satu ini?

Penulis: Mutiara Lestari

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca