Infogarut

Peringatan Sejarah Kelam Hari Hiroshima Di Setiap Tanggal 6 Agustus

M
Muhamad Renaldi SPublisher
6 Agustus 2026 pukul 11.23 2 menit baca
Peringatan Sejarah Kelam Hari Hiroshima Di Setiap Tanggal 6 Agustus
Peringatan Sejarah Kelam Hari Hiroshima Di Setiap Tanggal 6 Agustus, Source: internationaleventday

Peringatan Hari Hiroshima yang jatuh pada tanggal 6 Agustus selalu mengajak masyarakat dunia untuk kembali mengenang sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Momen bersejarah tersebut rutin diperingati setiap tahunnya demi mempromosikan gerakan perdamaian abadi serta menghentikan penggunaan senjata pemusnah massal.

Baca juga: Mengenal Idham Chalid, Ketua DPR “Termiskin” yang Haramkan Fasilitas Negara untuk Keluarganya

Awal Mula Tragedi Pengeboman Hiroshima

Melansir International Event Day, pesawat tempur Amerika Serikat menjatuhkan bom mematikan pada peristiwa kelam tersebut di masa lampau. Senjata berjuluk Little Boy dengan beban 10.800 pon itu sukses menghancurkan seisi kota dengan sangat cepat pada 6 Agustus 1945.

Hanya 3 hari setelah insiden nahas tersebut, armada pesawat kembali menjatuhkan proyektil nuklir ke-2 yang diberi nama Fat Man. Ledakan susulan pada kawasan Nagasaki itu seketika menewaskan 73.000 warga sipil tidak berdosa yang saat itu gagal mengamankan diri.

Insiden pengeboman massal ini langsung membuka era persenjataan nuklir modern yang paling ditakuti oleh seluruh penduduk di sepanjang perjalanan sejarah. Dampak buruk radiasi nuklirnya bahkan sanggup mendatangkan guyuran hujan hitam pekat beracun yang terus menyiksa ribuan penyintas luka ledakan tersebut.

Efek Kehancuran Skala Massal

Setelah 74 tahun berlalu, peristiwa kelam ini selalu dikenang sebagai sebuah pembantaian rakyat sipil tidak bersalah yang sangat mengerikan. Masyarakat yang tengah beraktivitas santai secara tiba-tiba terlempar jauh menuju pusaran badai api panas raksasa akibat sambaran gelombang ledakan atom.

Tercatat 140.000 warga kota ini telah terbunuh, di mana mayoritas korban berasal dari kelompok perempuan serta anak-anak belia. Kondisi permukiman mereka juga menjadi sangat parah lantaran desain rumah berbahan kayu tradisional ikut rata terbakar oleh si jago merah seketika.

Setidaknya sekitar 78.000 korban dengan berbagai luka parah harus telantar akibat belum tersedianya layanan pertolongan medis darurat pasca ledakan tersebut. Situasi krisis medis ini semakin parah seiring hancurnya fasilitas klinik setelah 90% petugas kesehatan tewas pada hari ke-1 kejadian.

Beberapa hari sesudahnya, regu penyelamat kecil akhirnya terbentuk agar bisa segera mendirikan stasiun perawatan medis di kawasan pinggiran kota. Namun, mereka terpaksa merawat ribuan orang kritis tanpa didukung oleh satu pun stok antibiotik maupun cadangan kantong plasma darah sedikit pun.

Baca juga: 6 Negara yang Pernah Berada dalam Wilayah Kekuasaan Nusantara

Nah Warginet, kisah memilukan tentang masa lalu ini sepatutnya mampu membuka mata kita mengenai betapa berbahayanya sebuah ancaman senjata pemusnah. Semoga para pemimpin dunia selalu bersatu padu untuk terus menjaga perdamaian demi menghindari berulangnya tragedi kemanusiaan yang sangat tragis.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca