Infogarut

MENJEMPUT ASA DI BALIK TEBING TONJONG: STRATEGI MEMBAWA WISATA TERSEMBUNYI GARUT NAIK KELAS TANPA KEHILANGAN

I
InfogarutPublisher
6 Juni 2026 pukul 08.23 2 menit baca
MENJEMPUT ASA DI BALIK TEBING TONJONG: STRATEGI MEMBAWA WISATA TERSEMBUNYI GARUT NAIK KELAS TANPA KEHILANGAN
Sumber Pemkab Garut

Bagi saya yang sering memperhatikan dinamika di Kabupaten Garut, julukan Swiss van Java itu bukan cuma tempelan sejarah kolonial yang usang. Ketika kita menatap langsung bentang alamnya yang dikepung pegunungan hijau dan dialiri sungai jernih khas Priangan Timur, kita pasti sepakat kalau sebutan itu adalah identitas hidup. Selama ini, ingatan kolektif masyarakat saat bicara wisata Garut pasti langsung tertuju pada pemandian air panas Cipanas, eksotisme kawah Talaga Bodas, atau jalur pendakian Gunung Papandayan.

Destinasi-destinasi ikonik ini memang sukses menempatkan Garut di peta pariwisata nasional. Namun, akhir-akhir ini saya melihat ada kejenuhan di lapangan. Titik-titik konvensional tersebut mulai terasa terlalu padat (overtourism), sehingga esensi liburan yang menenangkan jadi hilang. Di sinilah kita perlu menengok ke arah wilayah selatan. Jika kita mau melangkah sedikit lebih jauh menembus kelokan jalan berbukit di Kecamatan Cihurip, ada sebuah paradoks nyata yang sedang berbisik dalam sunyi: bentang alam megah bernama Leuwi Tonjong.

Saya memandang Leuwi Tonjong sebagai sebuah mahakarya geologis tersembunyi yang sangat luar biasa. Bayangkan aliran sungai jernih yang membelah dua dinding tebing batu andesit raksasa yang berdiri tegak secara simetris. Suasananya begitu magis, seolah-olah melempar siapa pun yang datang kembali ke dimensi dunia purba yang belum terjamah polusi perkotaan. Sialnya, permata tersembunyi (hidden gem) ini sekarang berada di persimpangan jalan dan terjebak dilema klasik pariwisata daerah.

Di satu sisi, lokasinya minim eksposur sehingga ekonomi warga lokal belum terangkat. Di sisi lain, ada ketakutan nyata akan ancaman kerusakan lingkungan kalau tempat ini mendadak viral di media sosial tanpa adanya kesiapan manajemen yang matang. Maka dari itu, lewat tulisan ini saya ingin merumuskan strategi taktis untuk membawa pariwisata tersembunyi Garut naik kelas, namun dengan catatan wajib: tetap menjaga kesucian serta keasrian alam yang menjadi jiwa sejatinya.


baca Selengkapnya ----

Penulis

Bagas Ramdani

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca