Kota Garut menyimpan potensi besar dalam sektor pertumbuhan ekonomi kreatif, potensi ini didorong oleh adanya aktivitas ekonomi lokal dan perkembangan teknologi. Di tengah perkembangan ekonomi kreatif nasional, daerah seperti Kota Garut seharusnya tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda didaerahnya.
Banyak pemuda di Kota Garut yang memiliki minat dalam menciptakan karya fisik berupa produk kerajinan, karya seni autentik dan karya digital hasil dari talenta kreatif yang diintegrasikan dengan teknologi. Kenyatannya, masih banyak pemuda kreatif di Kota Garut ini yang memiih bermigrasi ke kota lain karena merasa peluang kerja, jejaring dan fasilitas lebih terbuka disana.
Fenomena ini menunjukan persoalan bahwa di Kota Garut tidak kekurangan pemuda berbakat terutama pemuda yang memiliki kreativitas tinggi melainkan masih minimnya wadah yang mampu menampung, membina, dan menghubungkan kreativitas mereka dengan pasar melalui sistem seperti program pendukung yang dihadirkan oleh kebijakan daerah. Karena itu, esai ini ingin memberikan gagasan dengan menyoroti urgensi membangun ruang kreatif di Kota Garut agar potensi lokal tidak terus bermigrasi keluar daerah.
Pekerja kreatif merupakan salah satu modal penting dalam pembangunan daerah. Potensi yang tampak jelas dari kuatnya kebudayaan yang masih terus dilestarikan di Kota Garut menghasilkan aktivitas di sektor kerajinan, seni pertunjukan, seni visual, bentuk aktivitas ekonomi kreatif berbasis teknologi seperti Creative Agency Services dan lainnya. Bahkan, menurut Kemenparekraf (2024) pemerintah pusat melalui program Creative KaTa menetapkan Garut sebagai salah satu role model kabupaten kreatif pada tahun 2024, khusus sub-sektor pada seni pertunjukan.
Hal ini membuktikan bahwa Kota Garut sebenarnya memiliki modal besar dari segi sosial, budaya dan ekonomi yang layak dikembangkan lebih jauh.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh ekosistem yang memadai. Di sisi lain, terdapat data ketenagakerjaan dari Badan Pusat Statistik (2025) yang menunjukan bahwa tingkat pengangguran di Kota Garut masih berada pada angka 6,45% pada tahun 2025, meski menurun dari tahun sebelumnya angka ini penting dibaca bersama dengan fakta bahwa banyak anak muda memiliki keterampilan kreatif tetapi belum mendapatkan ruang untuk bekerja secara produktif di daerahnya sendiri.
Dalam kondisi tersebut, melakukan migrasi ke kota besar dianggap pilihan rasional bagi mereka yang menginginkan masa depan dan taraf kehidupan lebih baik dari potensi kreativitas yang dimilikinya.
Perpindahan pekerja kreatif ke luar kota bukan semata-mata persoalan ekonomi individual, melainkan gejala dari ketimpangan ekosistem yang terjadi di Kota Garut. Kota besar salah satunya seperti Bandung memiliki pusat kreativitas, jejaring komunitas, dan dukungan infrastruktur yang lebih mapan.
Sehingga menjadi daya tarik bagi para pemuda sekaligus pekerja kreatif seperti seniman, illustrator, designer, fotografer dan pelaku industry kreatif muda lainnya. Jika Kota Garut tidak menyediakan ruang serupa maka daerah ini akan terus kehilangan generasi produktifnya. Jika dilihat dalam jangka panjang, kedepannya yang hilang tidak hanya sumber daya manusia, tetapi identitas local dan peluang pertumbuhan ekonomi kreatif baru.
Menariknya, pemerintahan daerah melalui Perda Garut terkait ekonomi kreatif sebenarnya mulai memberikan atensi berupa pengakuan secara formal terhadap ekonomi kreatif. Hal ini terlihat dari lahirnya regulasi daerah yang menekanlam perlindungan dan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Garut.
Selain itu, ada juga indikasi bahwa pemerintah daerah sedang mengarahkan kota ini menjadi kiblat ekonomi kreatif, salah satunya melalui penguatan industri kulit dan aktivitas kreatif diruang publik. Meski demikian, regulasi dan kegiatan seremonial saja belum cukup karena yang dibutuhkan adalah ruang kongkret.
Dimana generasi muda kreatif membutuhkan pusat wadah kreatif, studio bersama, inkubator usaha, galeri karya, pelatihan digital, dan akses promosi yang berkelanjutan.
Aksesibitas ruang kreatif ini tentunya harus bersifat inklusif artinya bukan hanya untuk pengrajin atau pelaku UMKM, tetapi juga bagi pemuda dengan skill digital seperti graphic designer, fotografer, vidiografer, animator, illustrator, hingga seniman kontemporer.
Dengan adanya ruang tersebut Kota Garut tidak hanya menampung karya yang bisa dilihat secara fisik, tetapi juga mengakui karya digital sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif untuk masa kini dan masa depan. Di sinilah pemerintah daerah perlu hadir sebagai fasilitator bukan hanya sebagai regulator.
Kota Garut sesuangguhnya sudah memiliki modal dasar untuk menjadi daerah yang kreatif dengan memiliki budaya, keterampilan, potensi ekonomi dan generasi muda yang penuh ide. Namun masih perlu membangun sistem yang mampu menjadikan potensi itu terus hidup dan berkelanjutan.
Jika akses dan ruang kreatif dibangun secara serius, maka generasi muda Garut tidak perlu lagi merasa harus pergi ke kota lain untuk membuktikan potensi besar yang dimilikinya.
Membangun ruang untuk pemuda kreatif bukan hanya soal menyediakan tempat, tetapi juga soal membangun harapan, memberikan peluang, dan memberikan dukungan melalui pengakuan. Kota Garut tentunya perlu bergerak lebih maju dari daerah yang pada awalnya memiliki potensi menjadi daerah yang benar-benar mewujudkan wadah kreativitas yang lebih besar untuk generasi muda dan seluruh masyarakatnya.
Karena masa depan Kota Garut bukan hanya ditentukan dari seberapa banyak sumber daya alamnya, melainkan seberapa jauh ia mampu menghargai hasil karya, merawat dan mempertahankan generasi muda dalam produktifitas di daerah asalnya.
Sehingga generasi muda para pekerja kreatif tidak lagi menaruh harap masa depannya di kota lain justru membangun fokus yang lebih baik dalam memajukan Kota Garut sebagai daerah yang bisa bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tapi bisa sampai tingkat multinasional.
Penulis: Salsabila Fadilah
Penyunting: Fadillah Nurkalam dan Reni Mardiani
====
50 Tulisan Pilihan dari Penulis Terbaik Infogarut Write Fest 2.0
Perjalanan, cerita, keresahan, hingga sudut pandang tentang Garut terangkum dalam 50 tulisan pilihan dari para penulis terbaik Infogarut Write Fest 2.0.
Setiap tulisan membawa cerita dan perspektif yang berbeda, menjadi bagian dari rekaman kecil tentang Garut dan segala dinamikanya.
📖 Ingin membaca cerita selengkapnya?
Yuk, temukan 50 tulisan pilihan tersebut dalam e-book Infogarut Write Fest 2.0 melalui link berikut:
🔗 [LINK E-BOOK]
Selamat membaca dan menikmati cerita dari para penulis Garut!






