Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut memanfaatkan Orientasi dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun arah program kerja selama satu tahun ke depan. Dari sejumlah agenda yang dibahas, penguatan kesehatan mental pemuda menjadi salah satu fokus utama yang akan segera direalisasikan.
Baca juga: Data Dinas Kesehatan Ungkap Garut Masuk Daftar Jumlah ODGJ Terbanyak di Jabar
Dilansir dari Ruang Rakyat Garut, orientasi dan Rakerda Tahun 2026 mengangkat tema "Akselerasi Peran Pemuda Menjawab Tantangan Pembangunan Daerah Menuju Garut Hebat". Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD KNPI Kabupaten Garut, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Dewan Pengurus Kecamatan (DPK), serta unsur Pemerintah Kabupaten Garut yang diwakili oleh Asep Mulyana, selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan langkah penting untuk menyatukan arah gerak organisasi sekaligus menyusun program kerja yang dapat dijalankan secara terencana. Menurutnya, seluruh pengurus perlu memiliki visi yang sama agar setiap kegiatan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Tujuan kegiatan ini adalah menyatukan visi, gagasan, serta program-program yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan agar dapat berjalan secara terarah dan tersosialisasikan dengan baik," ucap Agil.
Salah satu keputusan yang dihasilkan dalam Rakerda adalah menjadikan kesehatan mental generasi muda sebagai program prioritas. KNPI Garut menilai bahwa persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih karena perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru yang turut memengaruhi kondisi psikologis bagi kalangan pemuda.
Untuk mendukung langkah tersebut, DPD KNPI Kabupaten Garut meluncurkan Program Mental Health KNPI Impact sekaligus membentuk Rumah Ramah Bercerita. Program ini disiapkan sebagai ruang aman bagi para pemuda yang ingin berkonsultasi, berbagi pengalaman, maupun memperoleh pendampingan terkait persoalan kesehatan mental secara lebih terbuka.
"Kami ingin pemuda Garut memiliki kesehatan mental yang kuat. Sebab, sehebat apa pun kemampuan akademik, keterampilan, maupun potensi seseorang, semuanya tidak akan berkembang maksimal apabila kesehatan mentalnya terganggu. Melalui program ini kami berharap lahir generasi muda yang produktif, sehat, dan siap berkontribusi bagi daerah," paparnya.
Program tersebut juga akan diperkuat melalui pelatihan relawan kesehatan mental yang terbuka bagi masyarakat maupun kalangan pemuda. Para peserta nantinya akan mendapat pendampingan dari tenaga profesional, termasuk psikolog dan dokter spesialis kejiwaan, sehingga mampu memberikan dukungan yang tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program kesehatan mental tersebut bukan satu-satunya agenda yang disiapkan oleh KNPI Garut. Organisasi kepemudaan itu juga mengajak generasi muda dari berbagai latar belakang untuk bergabung dalam KNPI Impact, sebuah gerakan kolaboratif yang membuka ruang partisipasi di berbagai bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui KNPI Impact, para pemuda dapat berkontribusi dalam kegiatan sosial kemanusiaan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, kebencanaan, pendidikan, hingga berbagai aktivitas kepemudaan lainnya. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin terlibat langsung dalam pembangunan daerah melalui aksi nyata.
"Hari ini kami masih membuka kesempatan bagi seluruh pemuda Kabupaten Garut yang ingin bergerak bersama KNPI melalui KNPI Impact. Ini adalah ruang kolaborasi bagi siapa saja yang ingin memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas Agil.
Dalam Rakerda tersebut, Agil juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut yang selama ini mendukung berbagai kegiatan kepemudaan. Salah satu bentuk dukungan tersebut ialah penyediaan Gedung Pemuda yang dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas organisasi dan tempat pelaksanaan berbagai program.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan perlu terus diperkuat agar setiap program yang ditujukan bagi generasi muda dapat berjalan lebih efektif.
Selain menyusun program kerja, Rakerda juga dimanfaatkan untuk mempersiapkan peringatan Hari Lahir (Harlah) KNPI yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2026. Momentum tersebut akan dikemas dalam bentuk festival musik dengan menghadirkan musisi nasional dan musisi lokal sebagai ruang ekspresi sekaligus upaya mendukung pengembangan kreativitas generasi muda di Kabupaten Garut.
Rangkaian program yang telah disepakati dalam Rakerda diharapkan tidak berhenti sebagai agenda organisasi semata. DPD KNPI Kabupaten Garut ingin seluruh program tersebut mampu melibatkan lebih banyak pemuda sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, terutama dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara mental, produktif, inovatif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Baca juga: Riset Ungkap Kerja 8 Jam Tak Selalu Produktif, Ini Faktanya
Nah Warginet, orientasi dan Rakerda Tahun 2026 menjadi pijakan bagi DPD KNPI Kabupaten Garut untuk memperkuat peran organisasi melalui program yang lebih dekat dengan kebutuhan generasi muda. Dukungan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta partisipasi masyarakat diharapkan mampu memperluas dampak berbagai program yang telah disusun demi mewujudkan pemuda Garut yang lebih tangguh, kolaboratif, dan berdaya saing.






