Infogarut

Business Matching Garut 2026 Dorong Kolaborasi Pelaku Usaha dan Diaspora untuk Perkuat Ekonomi Daerah

I
InfogarutPublisher
25 September 2026 pukul 00.16 5 menit baca
Business Matching Garut 2026 Dorong Kolaborasi Pelaku Usaha dan Diaspora untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Business Matching Garut 2026 Dorong Kolaborasi Pelaku Usaha dan Diaspora untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Guna memperkuat ekosistem bisnis dan membuka lebih banyak peluang investasi di Kabupaten Garut resmi diselenggarakan melalui Business Matching Garut – Sawala Usaha Garut 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Santika Premiere Garut, Kamis (24/9/2026).

Mengusung semangat “Bangun Kolaborasi Hebat dan Berkelanjutan dari Garut untuk Indonesia”, kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan sekitar 25 diaspora Garut dari kalangan profesional, investor, dan pengusaha dengan 25 pelaku usaha Wirahebat yang merupakan perintis UMKM serta inovator bisnis lokal terkurasi. Kegiatan ini juga dihadiri sekitar 100 undangan VIP dan mitra dari berbagai sektor ekonomi daerah.

Dalam perhelatan Business Matching Garut - Sawala Usaha Garut 2026, komitmen investasi sebesar Rp20,76 miliar berhasil dihimpun untuk mendorong penguatan ekonomi daerah.

Baca juga: Garut Masuk Ekonomi Tertinggi di Jabar, Pertumbuhan Capai 7,7 Persen

Dorong Kolaborasi, Bukan Sekadar Pertemuan

Business Matching Garut tidak hanya dirancang sebagai forum pertemuan biasa, melainkan sebagai ruang konkret untuk membuka peluang kerja sama bisnis secara langsung antara pelaku usaha lokal dan calon mitra.

Mengenai bentuk dukungan bagi UMKM lokal, pihak organisasi pengusaha menekankan pentingnya bentuk kemitraan strategis yang melampaui sekadar suntikan dana modal.

"Melihat profil Wirahebat dan support dari Pemkab Garut, ini sangat bisa nge-match. Sudut pandang yang ingin kita bawa, support dari pengusaha itu bukan cuma urusan investasi uang saja, tapi banyak hal. Bisa berupa offtaker, kerja sama distribusi, hingga retail. Dan menurut saya itu akan lebih powerful dibanding sekadar disbursement uang saja," ujar Direktur HIPMI Investment Hub (HIPMI Jabar), M. Mulki Nurhalim.

Melalui rangkaian agenda business matching, product showcase, exhibition, hingga networking, para pelaku usaha Garut mendapatkan kesempatan emas untuk memperkenalkan produk unggulan mereka sekaligus membangun koneksi strategis dengan investor.

Sebanyak 25 tenant telah sukses mengikuti sesi product showcase dan business matching tersebut. Forum ini secara nyata membuka jembatan kerja sama antara diaspora Garut dan para perintis UMKM Wirahebat untuk membangun jejaring bisnis yang berkelanjutan.

Peluang kolaborasi ini makin diperkuat dengan adanya komitmen pendanaan awal dari pihak investor luar negeri yang dialokasikan khusus bagi pengembangan para wirausahawan Garut.

"Setidaknya saya mengalokasikan untuk Garut saja, itu yang ada di kantong Rp250 juta, untuk Garut aja... Yang mana itu nanti bisa diakses tidak hanya untuk yang profiling 25, bisa jadi teman-teman Wirausaha Hebat lain," kata perwakilan Venture Capital Singapura, Samsul Ramdani Apriansah.

Hadirkan Sejumlah Tokoh dan Penggerak Ekonomi

Forum ini turut menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari pelbagai latar belakang guna membedah potensi investasi dan arah masa depan perekonomian Garut.

Beberapa tokoh penting yang hadir di antaranya Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, Kepala DPMPTSP Garut Budi Gan Gan Gumilar, Direktur HIPMI Investment Hub Jabar M. Mulki Nurhalim, General Manager Wakaf Salman Aji Abriansyah, serta perwakilan Venture Capital Singapura Samsul Ramdani Apriansah.

Dalam kesempatannya, jajaran pemerintah daerah menggarisbawahi pentingnya melakukan pergeseran fokus pembangunan ekonomi menuju sektor yang lebih inovatif dan adaptif.

"Kita nggak bisa lagi hanya dependensi ke ekonomi tradisional tapi harus mulai shifting ke ekonomi kreatif," tegas Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, yang akrab disapa Putri Karlina.

Pemerintah Kabupaten Garut pun berkomitmen untuk terus memfasilitasi program pemandirian ekonomi masyarakat dan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi para pelaku usaha di daerah.

"Kedepannya banyak rencana saya pribadi beserta teman-teman terkait dengan bagaimana kita menstimulasi terus dari sisi pemerintah usaha-usaha memandirikan masyarakat. Saya nggak bisa terus-terusan kasih bansos... Saya juga membuka pintu selebar-lebarnya, seluas-luasnya untuk para pengusaha lokal berdiskusi," tambahnya.

Kehadiran lintas sektor ini menjadi pemantik awal untuk memperluas cara pandang sekaligus mempererat jalinan komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan para diaspora.

Sektor kelola dana publik juga turut mengambil peran dalam memperkuat landasan ekonomi dan pemberdayaan aset daerah secara syariah.

"Wakaf Salman ini salah satu lembaga non-profit yang concern di pengelolaan dana-dana publik berupa akad-akad wakaf. Ada akad wakaf aset agar terjaga dan berdaya, dan ada lisensi untuk menghimpun dana publik melalui wakaf uang yang menjadi pokok dana kelolaannya," terang General Manager Wakaf Salman, Aji Abriansyah.

Dari Garut untuk Indonesia

Lewat gagasan “Sawala Usaha Garut”, forum ini menegaskan peran penting diaspora Garut agar tidak sekadar menjadi bagian dari masa lalu daerah, tetapi turut aktif berkontribusi melalui bekal ilmu, jejaring, pengalaman, serta permodalan.

Semangat kolaborasi ini terangkum dalam filosofi utama Business Matching Garut, yakni membawa pulang ilmu, jaringan, dan kapital demi mewujudkan kejayaan Garut di kancah nasional.

Peningkatan jumlah pelaku usaha yang memiliki jiwa kewirausahaan tinggi diyakini menjadi kunci utama dalam mencetak SDM yang mampu menyelesaikan berbagai masalah ekonomi daerah.

"Saya percaya ketika banyak usaha datang di Kabupaten Garut, banyak orang-orang punya mindset entrepreneurship yang baik di Kabupaten Garut, maka akan tinggi pula cara orang-orang dalam menyelesaikan masalah," tutur Putri Karlina.

Dengan menyinergikan potensi lokal, kualitas sumber daya manusia, jejaring bisnis, dan peluang investasi, kegiatan ini mantap membawa visi “Garut Hebat dan Berkelanjutan” untuk menggerakkan roda ekonomi daerah secara jangka panjang.

Rangkaian Acara

Helatan Business Matching Garut 2026 diawali dengan sesi registrasi, welcoming, serta opening ceremony yang berlangsung hangat sejak pukul 08.00 WIB.

Memasuki pukul 09.40 WIB, seluruh peserta antusias mengikuti agenda utama yang meliputi exhibition, product showcase, business matching, VIP/investor booth tour, hingga sesi talkshow interaktif.

Di sela-sela forum, usulan konkret terkait pembukaan jalur pemasaran internasional turut dilemparkan guna mendorong produk lokal Garut agar mampu menembus pasar mancanegara.

"Gimana kalau sebenarnya kita nanti sediakan satu tempat di sana (Singapura) dan isinya itu produk khusus Indonesia, which is kalau misalkan Garut, Bandung, ya produk kita jual di situ. Kita sediain tempatnya, kita sediain marketing-nya," usul Samsul Ramdani Apriansah dari Venture Capital Singapura.

Rangkaian acara kemudian ditutup secara resmi dan dilanjutkan dengan sesi networking lunch untuk semakin mempererat hubungan antar peserta serta membuka peluang kolaborasi lanjutan.

Baca juga: Dukung Ekonomi Lokal, Pemkab Garut dan Bank BJB Buka Akses Permodalan Bagi Pelaku UMKM

Nah Warginet, melalui perhelatan Business Matching Garut 2026, berbagai interaksi yang terjalin diharapkan tidak berhenti sebatas agenda forum sehari, melainkan mampu berkembang menjadi kemitraan nyata, kolaborasi bisnis, dan investasi berkelanjutan yang berdampak langsung bagi para pelaku usaha serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut.

Penulis: Muhamad Renaldi S & Reni Mardiani

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca