Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Investment Hub Jawa Barat bersinergi dengan Wakaf Salman untuk memperkuat ekosistem bisnis lokal. Kolaborasi ini dihadirkan dalam forum Business Matching Garut 2026 di Grand Ballroom Hotel Santika Premiere Garut, Kamis (24/9/2026).
Baca juga: Garut Masuk Ekonomi Tertinggi di Jabar, Pertumbuhan Capai 7,7 Persen
Penguatan Ekosistem Bisnis UMKM Garut
M. Mulki Nurhalim, Direktur HIPMI Investment Hub Jawa Barat, menegaskan komitmen lembaganya dalam membangun ekosistem bisnis. Dukungan terhadap wirausaha daerah tersebut diwujudkan melalui perluasan kemitraan usaha serta penyediaan akses pendanaan terstruktur.
"Dari program Wirahebat ingin membangun ekosistem, kita pun sama awalnya dari situ. Kita pengen membangun ekosistem, nge-support teman-teman. Karena kita konteksnya di Jawa Barat, kita pengen nge-support teman-teman di daerah sekitar," ujar M. Mulki Nurhalim, selaku Direktur HIPMI Investment Hub Jawa Barat.
Mulki menyampaikan bahwa pendampingan dari kalangan pengusaha tidak hanya terbatas pada kucuran modal finansial semata. Menurutnya, skema kerja sama dapat mencakup penyerapan produk sebagai offtaker, jaringan distribusi, hingga akses pemasaran retail.
Upaya tersebut dirancang untuk membantu para pelaku bisnis lokal agar sanggup meningkatkan mutu serta volume produksi. Menurut Mulki, pendampingan yang konsisten akan mempermudah pengusaha daerah dalam menembus rantai pasok industri.
Program Kemitraan Usaha Berkelanjutan
Direktur HIPMI Investment Hub Jawa Barat memaparkan bahwa kerja sama antara perusahaan skala besar dan pelaku usaha mikro mampu menciptakan dampak ekonomi nyata. Kemitraan daerah tersebut diyakini menghadirkan berbagai manfaat strategis bagi perekonomian lokal.
"Ada program yang menghubungkan kategori usaha besar dengan teman-teman UMKM. Kemitraan bahan baku maupun kerja sama dengan UMKM lokal ini tidak hanya menggerakkan ekosistem daerah, tetapi juga memberikan insentif dari sisi perpajakan maupun perizinan bagi investor," paparnya.
Ia menjelaskan bahwa integrasi pasokan bahan baku lokal akan mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat dari tingkat bawah. Menurut Mulki Nurhalim, kemitraan inklusif ini juga memberikan keuntungan berupa kemudahan izin serta insentif pajak bagi investor.
Pemerintah daerah bersama asosiasi bisnis siap mengawal proses integrasi kemitraan ini agar berjalan secara transparan dan adil. Langkah ini diambil guna menjamin perlindungan serta kepastian hak bagi para UMKM lokal.
Peran Pengelolaan Wakaf Dana Publik
Aji Abriansyah, selaku General Manager Wakaf Salman, menjabarkan peran strategis lembaganya dalam mengelola instrumen publik. Ia menegaskan bahwa keterlibatan lembaga non-profit dalam forum investasi menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan potensi dana masyarakat.
"Wakaf Salman ini salah satu lembaga non-profit yang concern di pengelolaan dana-dana publik berupa akad-akad wakaf. Ada akad wakaf aset agar terjaga dan berdaya, dan ada lisensi untuk menghimpun dana publik melalui wakaf uang yang menjadi pokok dana kelolaannya," ucap Aji.
Aji menjelaskan bahwa dana kelolaan wakaf uang disalurkan untuk memperkuat produktivitas aset serta modal usaha produktif. Menurutnya, sinergi antara lembaga pengelola wakaf dan pelaku usaha lokal akan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Pengelolaan dana yang transparan menjadi modal utama lembaga dalam menjaga kepercayaan publik serta para mitra strategis. Menurut Aji, ketersediaan pembiayaan syariah ini menjadi solusi alternatif bagi pengembangan wirausaha daerah.
Baca juga: Turnamen Golf Asgar Jaya II Dorong Ekonomi Kreatif Garut Tahun 2026
Jadi Warginet, sinergi antara HIPMI Jawa Barat dan Wakaf Salman menjadi langkah konkret dalam memperkuat bisnis lokal. Diharapkan kolaborasi kemitraan dan pengelolaan dana publik ini mampu membawa wirausaha Kabupaten Garut tumbuh kian mandiri.
Penulis: Muhamad Renaldi S






