Infogarut

Bupati Garut dan Kementan Bahas Penguatan Irigasi dan Lahan Pertanian Swasembada Pangan

I
InfogarutPublisher
20 Agustus 2026 pukul 06.11 2 menit baca
Bupati Garut dan Kementan Bahas Penguatan Irigasi dan Lahan Pertanian Swasembada Pangan
Kunjungan kerja dalam rangka konsultasi dan koordinasi dengan Dirjen (Kementan RI) (Foto: Revy Muzaqi/Diskominfo Kab. Garut)

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja dalam rangka konsultasi dan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) di DKI Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat infrastruktur irigasi pertanian dan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Garut sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan.

Baca Juga : Pemerintah Siapkan Dana Rp15,69 Triliun Atasi Persoalan Lingkungan

Bupati Garut menyampaikan bahwa perbaikan sarana irigasi menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian dan menjaga produktivitas petani.

"Tadi kita berbincang-bincang terkait dengan upaya kita untuk menjamin supaya produktivitas petani Kabupaten Garut tetap terjaga sesuai dengan harapan salah satunya dengan upaya kita untuk memperbaiki sarana irigasi, primer, tersier dan sekunder, yang tadi menjamin ketersediaan air pada waktunya," ujar Bupati.

Sekretaris Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI, Dhani Gartina, menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Garut dalam memperkuat sektor pertanian. Ia menilai sinergi pemerintah pusat dan daerah penting untuk mengoptimalkan potensi pertanian Garut.

Garut Bisa Perkuat Kontribusi Swasembada Pangan Jawa Barat

Dhani berharap penguatan infrastruktur pertanian dan perlindungan lahan pangan dapat meningkatkan produksi serta memperkuat kontribusi Garut terhadap ketahanan pangan Jawa Barat dan nasional.

"Sehingga Kabupaten Garut menjadi penyumbang swasembada pangan di Jawa Barat khususnya dan umumnya di Indonesia," pungkas Dhani.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca