Infogarut

Bukan Ilusi, Riset Ungkap Alasan Perjalanan Pulang Terasa Singkat

M
Muhamad Renaldi SPublisher
8 September 2026 pukul 08.58 2 menit baca
Bukan Ilusi, Riset Ungkap Alasan Perjalanan Pulang Terasa Singkat
Bukan Ilusi, Riset Ungkap Alasan Perjalanan Pulang Terasa Singkat, Source: Istimewa

Sejumlah studi ilmiah psikologi menjelaskan fenomena psikologis return trip effect yang membuat durasi rute perjalanan pulang terasa jauh lebih singkat dibandingkan saat berangkat. Padahal, jarak fisik yang ditempuh pada kedua rute perjalanan tersebut sebenarnya persis sama.

Baca juga: Riset Ungkap Kerja 8 Jam Tak Selalu Produktif, Ini Faktanya

Faktor Familiaritas Perjalanan Pulang

Riset Psychonomic Bulletin & Review menguji kondisi perjalanan pulang yang terasa lebih singkat melalui tiga bentuk studi eksperimen. Pengujian lapangan melibatkan berbagai moda transportasi umum seperti bus, sepeda, hingga penayangan rekaman video simulasi perjalanan.

Hasil riset menunjukkan partisipan secara konsisten menganggap rute balik terasa lebih cepat daripada perjalanan dari lokasi tujuan ke lokasi keberangkatan. Rasa familiar terhadap jalur yang telah dilewati membuat memori otak mampu memprediksi estimasi waktu secara jauh lebih mudah.

Menariknya, efek kondisi psikologis tersebut tetap muncul meskipun seseorang melintasi rute berbeda sewaktu berjalan kembali menuju rumah. Hal utama yang memicu ilusi persepsi waktu tersebut terletak pada kesamaan jarak tempuh yang dialami oleh para pengendara.

Peran Ekspektasi Memori Sistem Otak

Peneliti mengajukan konsep expectation violation atau pelanggaran ekspektasi sebagai tolok ukur utama dalam penilaian durasi perjalanan. Seseorang biasanya membayangkan jalur keberangkatan berlangsung sangat cepat, namun kenyataannya terasa lambat akibat kondisi medan jalan yang belum dikenal.

Pengalaman awal yang terasa lama tersebut langsung mengubah persepsi pemikiran ketika seseorang hendak balik arah menuju tempat kediaman semula. Dampaknya, penilaian terhadap waktu tempuh perjalanan balik menjadi terasa jauh lebih singkat dibandingkan dengan bayangan perkiraan awal.

Riset terbitan jurnal PLOS ONE memperkuat bukti tersebut melalui pengukuran aktivitas sistem saraf otonom menggunakan alat electrocardiogram (ECG). Kesimpulannya mengonfirmasi bahwa penilaian durasi perjalanan baru diproses secara utuh usai seseorang tiba di tempat tujuan akhir.

Baca juga: Ternyata Bikin Lebih Kreatif, Ini Lima Manfaat Rasa Bosan Bagi Otak

Bagi Warginet, fenomena keunikan persepsi waktu saat perjalanan pulang tentu menjadi pengalaman menarik yang sering dirasakan sewaktu bepergian jauh. Pemahaman mekanisme kerja sistem otak ini membuktikan bahwa ingatan manusia selalu memiliki cara unik dalam mengolah durasi waktu.

Sumber: CNN Indonesia

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca