Fenomena kelelahan mental di kalangan pegawai terus menjadi sorotan utama bagi berbagai pengamat ketenagakerjaan secara global sepanjang pertengahan tahun 2026. Kondisi tersebut memunculkan sebuah laporan mengejutkan mengenai persentase penduduk yang mengalami stres kerja harian tertinggi di Asia Tenggara.
Baca juga: Daftar 20 Negara dengan Work-Life Balance Terburuk di Dunia Tahun 2025
Posisi Indonesia Terkait Stres Kerja
Melansir laporan media CNBC Indonesia, negara yang dijuluki sebagai Zamrud Khatulistiwa ini rupanya menduduki peringkat ke-8 terkait urutan beban pikiran pekerja di kawasan Asia Tenggara. Sebanyak 14 persen masyarakat mengaku selalu merasakan masalah stres kerja dalam rutinitas keseharian mereka.
Pencapaian persentase itu nyatanya membuat tanah air memiliki tingkat tekanan mental paling rendah kedua setelah wilayah administratif negara Vietnam. Data statistik resmi dari riset global Gallup's State of the Global Workplace Report menunjukkan rendahnya angka stres kerja ini.
Sebaliknya, negara Filipina justru berada pada urutan pertama dengan separuh jumlah pekerjanya melaporkan tekanan harian yang sangat berat. Negara Singapura kemudian menyusul di posisi kedua sebagai lingkungan profesional yang memicu tingginya stres kerja bagi para pegawai setempat.
Rincian Angka Stres Kerja Asia Tenggara
Perbedaan persentase yang cukup lebar antarnegara di kawasan Asia Tenggara ini menandakan adanya variasi kondisi kesejahteraan serta beban tugas masing-masing. Lingkungan kantor yang buruk serta tekanan ekonomi terbukti menjadi faktor pemicu utama timbulnya stres kerja pada masyarakat secara luas.
Meskipun persentase nasional relatif rendah, satu dari sepuluh pegawai Tanah Air masih merasakan kelelahan hebat setiap harinya. Berikut daftar rincian lengkap urutan negara dengan stres kerja tertinggi yang dikutip dari riset Seasia Stats, Kamis, (16/7/2026):
Filipina: 50%
Singapura: 43%
Kamboja: 34%
Myanmar: 30%
Laos: 26%
Thailand: 25%
Malaysia: 20%
Indonesia: 14%
Vietnam: 13%
Baca juga: Multitasking Bikin Otak Capek, Ini Dampaknya ke Fokus Kerja
Nah Warginet, mari ciptakan lingkungan tempat berkarier yang jauh lebih sehat dan saling mendukung satu sama lain setiap saat. Jangan sampai tuntutan profesionalitas memicu terjadinya stres kerja berkepanjangan yang perlahan merusak ketenangan pikiran serta kesehatan tubuh kita semua.






