Beranda Burayot: Mengenal Kue Khas Garut yang Unik, Resep Asli, dan Sejarahnya
ADVERTISEMENT

Burayot: Mengenal Kue Khas Garut yang Unik, Resep Asli, dan Sejarahnya

2 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
Foto oleh Raflinoer32 | Wikimedia

Nama burayot membuat semua orang yang baru pertama kali mendengarnya bertanya-tanya. Makanan apa ini? 

Nyatanya, kue ini cukup legendari di Garut dan masih bertahan sampai saat ini. Burayo dibuat dari tepung beras dan gula aren, lalu digoreng dengan teknik tradisional. Bentuknya mirip seperti bunga yang masih menguncup memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. 

Mari berkenalan dengan burayot, makanan khas Garut yang kerap kali hadir dalam setiap acara dan buah tangan wisatawan.

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama: Membedah Perbedaan Ladu Malangbong dan Dodol Garut

Apa Itu Burayot?

Secara etimologi, kata “ngaburayot” dalam bahasa Sunda berarti bergayut. Nama ini merujuk pada bentuk burayot yang tampak gelantungan saat diangkat dari minyak panas.

Ciri khas makanan khas Garut ini terletak pada bentuk untuknya dari dari proses pengangkatan adonan menggunakan tusuk bambu atau sumpit. Hasilnya, bagian tengah mengembang dan menggantung, sementara permukaannya berwarna cokelat keemasan. 

Sejarah dan Asal-usul

Mengutip dari publikasi Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner oleh Rahmi Fitriani, kehadiran Burayot diadaptasi dari cerita rakyat, yakni kue tradisional asli daerah Sarkanjut yang dikenal dengan Kecamatan Leuwigoong. 

Awalnya, burayot dibuat oleh Nyimas Pugerwangi, istri Prabu Kiansantang untuk memperingati peristiwa sunatan di daerah Salam Nunggal yang berada di daerah Leles dan Leuwigoong. Sehingga, burayot cukup banyak ditemui pada acara-acara besar seperti sunatan atau hajatan “Pasang Panggung” sebagai lambang rasa syukur kepada Tuhan Maha Kuasa.

Sampai saat ini, burayot menjadi simbol kuliner Garut. Burayot dapat ditemui di sentra kuliner oleh-oleh seluruh Jawa Barat. 

Resep Burayot Khas Garut

Jika kamu berminat untuk membuat burayot, ini dia resep Burayot yang dapat kamu olah di rumah.

Bahan-bahan

  • Tepung beras pilihan

  • Gula merah/gula aren

  • Air

  • Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat Burayot

  1. Lelehkan gula aren dengan air secukupnya hingga larut, lalu saring agar bersih dari kotoran.

  2. Campurkan tepung beras dengan larutan gula aren sedikit demi sedikit hingga adonan kental dan bisa dituang.

  3. Panaskan minyak dengan api sedang. Pastikan minyak cukup banyak agar adonan bisa mengembang.

  4. Tuang adonan ke dalam minyak panas. Biarkan mengembang dan membentuk rongga.

  5. Angkat dengan tusuk bambu/sumpit, kait bagian tengahnya hingga adonan menggantung—ini kunci bentuk “burayot”.

  6. Goreng hingga cokelat keemasan, angkat dan tiriskan.

Baca Juga:5 Toko Oleh-Oleh di Garut Terlengkap, Wisatawan Tak Perlu Bingung!

Tips Memasak Burayot

Gunakan api sedang dan jangan terburu-buru mengangkat adonan. Saat permukaan mulai terasa keras, kemudian dikait perlahan dengan sumpit agar bentuk burayot sempurna dan tidak pecah.

Tempat Membeli Burayot di Garut

Untuk menikmati burayot langsung dari Garut, kamu dapat mengunjungi Sentra Burayot di Leles yang terkenal menjaga resep turun-temurun. Burayot juga banyak ditemui di toko oleh-oleh pusat Kota Garut. Saat membeli burayot, akan lebih baik untuk menyantapnya saat masih hangat atau baru digoreng. 

Mengapa Burayot Begitu Populer?

Selain rasa manisnya yang alam dari gula aren, tekstur burayot yang renyah juga memuaskan para penikmat burayot. Burayot dapat dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi saat pagi maupun sore hari. 

FAQ atau Pertanyaan Umum

Berapa lama burayot dapat dinikmati?

Burayot akan lebih baik dinikmati di hari yang sama. Jika disimpan dalam suhu ruangan. burayot dapat bertahan 1–4 hari, tetapi tekstur garingnya akan kurang renyah.

Apa perbedaan burayot dengan ali agrem?

Sama-sama berbahan dasar tepung beras dan gula areng. Namun, bentuk burayot terlihat menggantung dan bentuknya khas. Sementat ali agrem berbentuk bulat bolong tengah seperti donat dengan tekstur lebih padat. 

Burayot dari Leles dapat dinikmati di segala waktu. Jika kamu berniat jalan-jalan Garut, jangan lupa untuk memasukkan burayot dalam daftar oleh-oleh untuk dibawa pulang.

 

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.