Mengenal Sesar Garsela: Jalur Retakan Bumi Paling Aktif di Jawa Barat yang Membentang di Garut
Sesar Garsela atau Sesar Garut Selatan adalah salah satu sesar aktif yang ada di wilayah Jawa Barat bagian selatan.
Sesar adalah bidang rekahan (pecahan) yang dilengkapi pergeseran relatif satu blok batuan dengan batuan lain. Pembentukan sesar ini dipelopori beberapa batuan yang tidak bisa menahan gaya tarik, gaya tekan, dan kombinasi keduanya. Dengan begitu, gaya-gaya tersebutlah yang menciptakan sesar.
Garut sempat mengalami gempa bumi pada tahun 2023 lalu yang cukup kuat dirasakan oleh warga Garut sampai ke wilayah Bandung. Gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif berupa sesar Garsela dengan mekanisme sesar mendatar.
Sesar ini memiliki struktur memanjang dari selatan Garut sampai ke Bandung sepanjang 42 km. Ada dua segmen sesar Garsela yaitu Segmen Rakutai (utara) sepanjang 19 km, dan segmen Kencana (selatan) sepanjang 17 km.
Kedua segmen tersebut memiliki aktivitas yang sama-sama aktif. Aktivitas gempa yang terjadi di zona sesar Garsela dominan memiliki mekanisme sumber sesar geser (strike slip).
Selain gempa bumi pada tahun 2023, Garsela juga sempat menyebabkan gempa bumi pada tahun 2015. gempa terjadi dengan skala kecil sehingga tidak menimbulkan akibat fatal. Di tahun 2017, terjadi gempa yang berpotensi merusak dataran Garut, termasuk daerah Kamojang Garut.
BMKG mengklasifikasikan sesar Garsela (Garut selatan) ini sebagai salah satu yang paling aktif di Jawa Barat karena tingginya frekuensi aktivitas gempa bumi.
Baca juga: Alun-alun Garut, Ruang Terbuka Ikonik dengan Nilai Sejarah yang Kuat
Zona ini sangat aktif memicu gempa dangkal dengan magnitudo yang umumnya berkisar antara 3 hingga 5. Meskipun intensitasnya kecil-menengah, gempa sering terjadi di darat, membuat dampaknya signifikan. Salah satu contohnya adalah rentetan gempa di wilayah Pasirwangi, Cisurupan, dan Samarang di Garut.
Karena tingkat keaktifannya yang tinggi, wilayah yang dilintasi Sesar Garsela, terutama di bagian selatan Garut dan Bandung, memerlukan mitigasi bencana gempa bumi yang serius.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.