Beranda Serupa Tapi Tak Sama: Membedah Perbedaan Ladu Malangbong dan Dodol Garut
ADVERTISEMENT

Serupa Tapi Tak Sama: Membedah Perbedaan Ladu Malangbong dan Dodol Garut

4 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
Ladu Malangbong | Cookpad/ R Wisnu Santi Sulistiyo

Perbandingan Dodol Garut dan Ladu Malangbong sering muncul karena dua kudapan ini sama-sama berbasis ketan, berwarna cokelat, dan dijadikan oleh-oleh khas Priangan Timur. Namun, sebenarnya keduanya berbeda.

Meskipun sama-sama berbahan ketan, proses pembuatannya berbeda. Bagi Warginet yang ingin tahu perbedaan ladu dengan dodol, artikel ini akan mengupas dengan lengkap perbedaan keduanya.

Baca Juga: 3 Resep Jajanan Tradisional Sunda dengan Bahan Dasar Singkong

Apakah Ladu Sama dengan Dodol?

Ladu dan dodol sama-sama termasuk jajanan tradisional yang terbuat dari ketan. Akan tetapi, komposisi dan teknik pengolahannya berbeda. Bahkan, lama waktu pengerjaannya pun berbeda.

Dodol dibuat dengan ketan putih yang dicampur dengan gula merah dan santan. Bahan-bahan itu dimasak sampai mengental dan lentur. Setelah matang, dodol akan diletakkan di tampah besar dan ditunggu dingin untuk kemudian dipotong-potong.

Proses memasak dodol dari masih berupa adonan cair hingga mengental memerlukan waktu yang cukup lama. Jika pengolahannya menggunakan cara tradisional, butuh waktu lebih dari tiga jam untuk membuatnya masak. Namun, ada pula yang menggunakan teknik kukus praktis, di mana prosesnya hanya memakan waktu selama 60-90 menit.

Di sisi lain, melansir dari cookpad.com, ladu Malangbong dibuat dengan menggunakan tepung ketan putih yang disangrai. Tepung itu kemudian ditambahkan dengan kelapa parut yang juga sudah disangrai sampai kering.

Kemudian, keduanya dicampur dengan gula merah yang mendidih dan diaduk hingga merata. Jika sudah, adonan bisa dibentuk bulat memanjang dan dipotong dalam ukuran bite size agar mudah dimakan. Tampak lebih sederhana, bukan?

Baca juga: Makanan Khas Malangbong Garut : Ladu

Tekstur Ladu Malangbong: Sensasi “Berpasir” yang Ikonik

Perbedaan mendasar dua jajanan ini adalah saat dikunyah. Dodol memiliki tekstur legit dan agak lengket. Sementara itu, ladu bertekstur padat dan agak keras di bagian luarnya. Hal ini memunculkan sensasi “berpasir” saat digigit.

Sederhananya, anggap dodol seperti gelato yang lembut dan creamy. Sebaliknya, Warginet bisa membayangkan tekstur ladu ibarat sorbet kristal yang padat dan berpasir.  Tekstur berbutir ini muncul karena ketan tidak dilelehkan sepenuhnya, sehingga struktur aslinya masih terasa di lidah.

Dari Mana Asalnya? Mengenal Ladu sebagai Ikon Malangbong

Kabupaten Garut identik dengan dodolnya. Saking populernya makanan ini, Garut sampai dijuluki sebagai Kota Dodol.

Namun, berbeda dengan pusat kota yang menjadikan dodol sebagai primadona, Malangbong, wilayah utara di Garut yang juga menjadi gerbang Priangan Timur, menjadikan ladu sebagai jajanan khas wilayah mereka.

Ladu berkembang sebagai oleh-oleh lokal Malangbong sejak lama. Konon, ladu sudah ada sejak tahun 1930-an dan menjadi oleh-oleh khas yang wajib dibeli saat melewati daerah tersebut.

Ladu berkembang menjadi penganan lokal andalan warga Malangbong karena menggunakan bahan alami tanpa pengawet. Teksturnya yang kenyal dan kasar mampu menciptakan sensasi tersendiri saat memakannya.

Lebih Enak Mana: Dodol Garut atau Ladu?

Jika Warginet bingung untuk memilih dodol Garut atau ladu, Warginet bisa mempertimbangkan beberapa hal, yakni rasa, tekstur, dan variasi rasa.

Pilih dodol Garut jika suka tipe jajanan yang manis legit dan lembut. Dodol juga memiliki banyak varian rasa, mulai dari original, cokelat, aneka buah, dan sebagainya.

Nah, Warginet bisa memilih ladu Malangbong kalau Warginet suka rasa ketan yang dominan dengan tekstur yang padat dan “berpasir”. Ladu Malangbong menjadi pilihan tepat untuk menikmati kudapan tradisional tanpa banyak modifikasi rasa.

Baca juga: Ladu Ketan: Oleh-Oleh Khas Malangbong, Garut dengan Sejarah dan Cita Rasa yang Unik

Update Harga Ladu Garut Per Box (Estimasi 2026)

Di bawah ini adalah estimasi rata-rata harga ladu Malangbong tahun 2026 (diambil dari e-commerce):

Isi per Box

Berat Rata-rata

Harga

10 potong kecil

±250 gram

Rp20.000

10 potong

±400 gram

Rp35.000

12 potong

±500 gram

Rp45.000

Premium

Bahan pilihan

Rp50.000

Jangan lupa beli ladu Malangbong jika berkunjung ke Garut, ya, Warginet!

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.