Penjajahan bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris berhasil menyulut semangat pahlawan untuk menyegerakan kemerdekaan melalui pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Lembaga ini dalam bahasa Jepang disebut sebagai Dokuritsu Junbi Inkai dan lahir demi mematangkan segala macam persiapan penting sebelum naskah proklamasi mulai dibacakan.
Baca juga: 6 Negara yang Pernah Berada dalam Wilayah Kekuasaan Nusantara
Jejak Langkah Awal Pergerakan
Mengutip laman FKIP UMSU, lembaga bersejarah ini resmi didirikan pada tanggal 7 Agustus 1945 tepat setelah organisasi Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibubarkan. Pihak pemerintah militer saat itu menilai badan penyelidik pertama tersebut bertindak terlampau cepat dalam usaha merancang proklamasi kebebasan mutlak negara Indonesia.
Berselang 2 hari kemudian, Jenderal Terauchi segera memanggil 3 tokoh pergerakan utama negara yakni Soekarno, Moch. Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat, menuju Dalat Vietnam untuk berunding bersama. Bapak bangsa ini lantas mendapatkan sebuah kabar rahasia bahwa penyerahan kekuasaan wilayah jajahan sudah bisa terlaksana sekitar tanggal 24 Agustus 1945.
Memasuki tanggal 15 Agustus, tentara militer dari Jepang ternyata memilih menyerah tanpa syarat akibat hantaman keras armada Sekutu. Menyikapi situasi super genting tersebut, komandan pasukan mengesahkan pendirian struktur kepanitiaan baru sekaligus langsung mendaulat Soekarno sebagai ketua pemimpin pergerakan.
Daftar Susunan Kepengurusan Awal
Keanggotaan awal PPKI ini berjumlah 21 orang perwakilan wilayah Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, hingga golongan Tionghoa. Daftar kepengurusan resmi untuk organisasi perintis tersebut langsung menetapkan susunan anggota khusus di bawah ini demi kelancaran penyusunan administrasi negara:
Susunan Awal 21 Anggota:
Soekarno (Ketua)
Moh. Hatta (Wakil Ketua)
Soepomo (Anggota)
Radjiman Wedyodiningrat (Anggota)
R. P. Soeroso (Anggota)
Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota)
Abdoel Wachid Hasjim (Anggota)
Ki Bagus Hadikusumo (Anggota)
Otto Iskandardinata (Anggota)
Abdoel Kadir (Anggota)
Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota)
Pangeran Poeroebojo (Anggota)
Mohammad Amir (Anggota)
Abdul Abbas (Anggota)
Teuku Mohammad Hasan (Anggota)
GSSJ Ratulangi (Anggota)
Andi Pangerang (Anggota)
A.A. Hamidhan (Anggota)
I Goesti Ketoet Poedja (Anggota)
Johannes Latuharhary (Anggota)
Yap Tjwan Bing (Anggota)
Tambahan 6 Anggota Tanpa Sepengetahuan Penjajah Jepang:
Achmad Soebardjo (Penasihat)
Sajoeti Melik (Anggota)
Ki Hadjar Dewantara (Anggota)
R.A.A. Wiranatakoesoema (Anggota)
Kasman Singodimedjo (Anggota)
Iwa Koesoemasoemantri (Anggota)
Baca juga: Mengapa Juni Disebut Bulan Bung Karno? Ternyata Ini Alasannya
Bagi Warginet, menelusuri rentetan sejarah mengenai perjuangan pahlawan sepatutnya bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap besarnya pengorbanan bapak pendiri bangsa. Semoga semangat pantang menyerah dari pendahulu selalu menjadi inspirasi luar biasa bagi seluruh generasi penerus untuk terus menjaga kedaulatan negara Indonesia.






