Infogarut

Sejarah Letusan Krakatau 1883 hingga Munculnya Gunung Anak Krakatau

M
Muhamad Renaldi SPublisher
26 Agustus 2026 pukul 08.25 2 menit baca
Sejarah Letusan Krakatau 1883 hingga Munculnya Gunung Anak Krakatau
Sejarah Letusan Krakatau 1883 hingga Munculnya Gunung Anak Krakatau, Source: gramedia.com

Letusan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 menjadi salah satu peristiwa besar dalam sejarah kawasan Selat Sunda, setelah rangkaian aktivitas vulkanik sebelumnya membentuk sejumlah pulau dan gunung yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Baca juga: Letusan Gunung Krakatau Purba dan Sejarah Terbentuknya Selat Sunda

Dahsyatnya Letusan Gunung Krakatau

Dikutip dari buku "Krakatau: Laboratorium Alam di Selat Sunda" terbitan Pusat Survei Sumber Daya Alam Laut Universitas Indonesia (2007), Gunung Krakatau purba sebelumnya hancur setelah meledakkan dirinya. Peristiwa itu meninggalkan kaldera besar di dasar lautan.

Tepi kawah bekas letusan tersebut kemudian membentuk Pulau Rakata, Pulau Panjang atau Pulau Rakata Kecil, dan Pulau Sertung. Pulau Rakata berkembang menjadi gunung baru, sementara dua gunung lainnya muncul dari kawah di kawasan yang sama.

Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Pulau Rakata, Gunung Danan, dan Gunung Perbuwatan. Oman Abdurrahman dan Priatna dalam buku berjudul “Hidup di Atas Tiga Lempeng: Gunung Api dan Bencana Geologi” (2011) menyebut ketiganya kemudian bersatu menjadi Gunung Krakatau.

Setelah melalui proses yang panjang, Gunung Krakatau kembali meletus dengan dahsyat menjelang dini hari pada 27 Agustus 1883. Erupsi tersebut menghasilkan empat ledakan besar yang kemudian disusul oleh empat gelombang tsunami di Selat Sunda.

Dari Krakatau ke Anak Krakatau

Berdasarkan catatan pemerintah kolonial Hindia Belanda, Kartono Tjandra dalam buku “Empat Bencana Geologi yang Paling Mematikan” (2018) menyebut lebih dari 36 ribu orang tewas akibat erupsi Gunung Krakatau. Referensi lain bahkan menyebut jumlah korban jiwa mencapai 120 ribu orang.

Letusan tersebut juga menghancurkan sebagian besar tubuh Gunung Krakatau. Wimpy S. Tjetjep dalam “Dari Gunung Api hingga Otonomi Daerah” (2002) menyebut sekitar 60 persen tubuh gunung hancur dan menyisakan kaldera di kawasan bekas berdirinya Krakatau.

Dari area kawah besar yang masih aktif itu kemudian muncul gunung baru. Gunung tersebut mulai terlihat pada 1927 atau sekitar empat dekade setelah letusan Gunung Krakatau 1883 dan kemudian dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau.

Saat ini, kawasan Gunung Krakatau menjadi cagar alam yang memiliki empat pulau kecil, yakni Pulau Rakata, Pulau Anak Krakatau, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang atau Pulau Rakata Kecil. Puncak tertingginya mencapai 813 meter atau sekitar 2.667 kaki.

Baca juga: Garut Masuk 3 Besar Wilayah dengan Area Hiking Terbanyak di Jabar

Jadi Warginet, letusan Gunung Krakatau pada 1883 menjadi bagian penting dari sejarah kawasan Selat Sunda karena mengubah bentuk gunung sekaligus meninggalkan kaldera besar. Dari kawasan tersebut kemudian muncul Gunung Anak Krakatau yang mulai terlihat pada 1927.

Sumber: Tirto.id

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca