Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan instruksi tegas kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk menambah alokasi anggaran infrastruktur perbaikan jalan rusak menyikapi banyaknya keluhan serta aduan masyarakat, Sabtu (12/9/2026).
Baca juga: Garut Masuk Peringkat Jalan Rusak Berat Terpanjang di Jabar
Merujuk rilis resmi Humas Jabar, rekomendasi awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut 2026 menetapkan pembangunan jalan sebesar 7 persen atau Rp360 miliar. Namun, alokasi anggaran yang direalisasikan ternyata jauh di bawah rekomendasi penetapan tersebut.
Realisasi alokasi untuk pembangunan jalan, jembatan, serta Penerangan Jalan Umum (PJU) hanya sebesar Rp105 miliar atau 2,2 persen. Dari angka keseluruhan tersebut, porsi khusus untuk perbaikan jalan hanya dianggarkan senilai Rp80 miliar.
"Dari angka tersebut (Rp105 miliar), alokasi untuk pembangunan jalan hanya Rp80 miliar. Tidak mungkin memperbaiki jalan yang begitu luas hanya Rp80 miliar sampai 105 miliar dengan PJU," jelas Dedi Mulyadi yang biasa disapa KDM, Sabtu (12/9/2026).
Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal segera mengundang jajaran pimpinan daerah. Pertemuan penting ini menjadwalkan pemanggilan bupati Garut beserta ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Garut.
Dalam pertemuan mendatang, Dedi Mulyadi meminta bupati Garut untuk mengubah APBD agar sesuai ketentuan gubernur. Langkah penyesuaian anggaran ini diambil secara tegas agar masyarakat Garut dapat segera menikmati fasilitas jalan yang mulus.
Baca juga: Tembus 290 Km, Garut Miliki Ruas Jalan Aspal Terpanjang di Jawa Barat
Jadi Warginet, dorongan perombakan anggaran APBD ini menjadi angin segar bagi upaya perbaikan infrastruktur daerah. Langkah tegas tersebut diharapkan dapat merealisasikan fasilitas jalan yang lebih aman serta mulus dalam waktu dekat.
Penulis: Muhamad Renaldi S






