Peta kekuatan militer di kawasan Asia Tenggara kembali menjadi sorotan seiring peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 pada 5 Oktober 2026. Data pertahanan terbaru memperlihatkan posisi Indonesia masih memimpin di antara negara-negara tetangga.
Baca juga: Indonesia Jadi Militer Terkuat di ASEAN, Masuk 13 Dunia Versi GFP
Komposisi Kekuatan Tempur Utama Militer Indonesia
Melansir dari CNBC Indonesia, Indonesia berada di puncak daftar kekuatan tempur Asia Tenggara dengan dukungan 404.500 prajurit aktif. Selain jumlah personel, sektor pertahanan nasional ditopang oleh alokasi anggaran sebesar US$ 11,16 miliar.
Di udara, TNI mengoperasikan 41 jet tempur dan 15 helikopter serang untuk mengamankan wilayah teritorial. Sementara untuk pertahanan darat, pasukan dibekali 331 tank, 28.064 kendaraan lapis baja, 153 self-propelled artillery, dan 67 peluncur roket.
Kekuatan matra laut menjadi salah satu yang terbesar dengan 338 unit armada perairan. Aset tempur laut tersebut mencakup 10 kapal fregat, 26 korvet, 4 kapal selam, dan 211 kapal patroli.
Daftar Kekuatan Militer Negara di ASEAN
Laporan analisis Global Firepower (GFP) 2026 turut mencatatkan kekuatan alutsista serta belanja militer negara tetangga. Berikut daftar kelengkapan pertahanan delapan negara anggota ASEAN:
Indonesia: 404.500 tentara aktif, anggaran US$ 11,16 miliar, 41 jet tempur, 15 helikopter serang, 331 tank, 28.064 kendaraan lapis baja, 153 self-propelled artillery, 67 peluncur roket, serta 338 armada laut (10 fregat, 26 korvet, 211 kapal patroli).
Vietnam: 450.000 tentara aktif, anggaran US$ 10,20 miliar, 61 jet tempur, 0 helikopter serang, 1.999 tank, 69.914 kendaraan lapis baja, 30 self-propelled artillery, 774 peluncur roket, serta 116 armada laut (9 fregat, 17 korvet, 27 kapal patroli).
Thailand: 360.850 tentara aktif, anggaran US$ 6,01 miliar, 73 jet tempur, 7 helikopter serang, 744 tank, 52.590 kendaraan lapis baja, 59 self-propelled artillery, 17 peluncur roket, serta 304 armada laut (7 fregat, 5 korvet, 254 kapal patroli).
Singapura: 51.000 tentara aktif, anggaran US$ 18,00 miliar, 100 jet tempur, 20 helikopter serang, 170 tank, 17.244 kendaraan lapis baja, 48 self-propelled artillery, 24 peluncur roket, serta 101 armada laut (6 fregat, 6 korvet, 55 kapal patroli).
Myanmar: 228.000 tentara aktif, anggaran US$ 2,82 miliar, 70 jet tempur, 9 helikopter serang, 1.040 tank, 11.576 kendaraan lapis baja, 225 self-propelled artillery, 1.520 peluncur roket, serta 239 armada laut (6 fregat, 3 korvet, 146 kapal patroli).
Filipina: 160.000 tentara aktif, anggaran US$ 6,57 miliar, 0 jet tempur, 6 helikopter serang, 18 tank, 20.551 kendaraan lapis baja, 12 self-propelled artillery, 0 peluncur roket, serta 127 armada laut (4 fregat, 1 korvet, 60 kapal patroli).
Malaysia: 113.000 tentara aktif, anggaran US$ 5,10 miliar, 25 jet tempur, 0 helikopter serang, 48 tank, 15.415 kendaraan lapis baja, 0 self-propelled artillery, 36 peluncur roket, serta 100 armada laut (2 fregat, 4 korvet, 72 kapal patroli).
Kamboja: 124.300 tentara aktif, anggaran US$ 0,75 miliar, 0 jet tempur, 0 helikopter serang, 520 tank, 5.439 kendaraan lapis baja, 30 self-propelled artillery, 521 peluncur roket, serta 20 kapal patroli (0 fregat, 0 korvet).
Laos: 100.000 tentara aktif, anggaran US$ 0,36 miliar, 0 jet tempur, 0 helikopter serang, 160 tank, 7.725 kendaraan lapis baja, 50 self-propelled artillery, 64 peluncur roket, tanpa armada laut.
Perbedaan fokus anggaran dan kebutuhan wilayah membuat setiap negara memiliki komposisi alutsista yang berbeda. Gambaran angka ini memperlihatkan pemetaan kapasitas pertahanan di seluruh kawasan regional.
Baca juga: Mengenal Maung, Si Mobil Lincah yang Jadi Kendaraan Dinas
Nah Warginet, daftar angka alutsista ini memperlihatkan posisi relatif pertahanan Indonesia di tengah negara-negara kawasan. Peningkatan kualitas prajurit dan pembaruan alutsista terus menjadi tumpuan utama penjagaan kedaulatan negara.






