Masyarakat Indonesia bersiap menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 pada 5 Oktober 2026. Peta pertahanan terbaru menunjukkan bahwa posisi militer tanah air masih menjadi yang terkuat di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: Mengenal Maung, Si Mobil Lincah yang Jadi Kendaraan Dinas
Rincian Skor PowerIndex Militer ASEAN
Melansir dari CNBC Indonesia, Indonesia menempati urutan pertama di ASEAN dan posisi ke-13 dari 145 negara di dunia. Penilaian Global Firepower (GFP) tersebut menempatkan militer Indonesia di atas negara-negara tetangga.
Pemeriksaan data GFP mengukur puluhan indikator, termasuk jumlah pasukan dan kondisi geografis negara. Indonesia sendiri memiliki 404.500 prajurit aktif dan 401.000 personel cadangan.
Berikut daftar skor PowerIndex Global Firepower (GFP) dari sembilan negara di kawasan Asia Tenggara:
Indonesia: Skor PowerIndex 0,258
Vietnam: Skor PowerIndex 0,407
Thailand: Skor PowerIndex 0,446
Singapura: Skor PowerIndex 0,527
Myanmar: Skor PowerIndex 0,627
Filipina: Skor PowerIndex 0,699
Malaysia: Skor PowerIndex 0,738
Kamboja: Skor PowerIndex 1,843
Laos: Skor PowerIndex 2,867
Kekuatan pasukan darat dan pendukung juga diperkuat oleh 250.000 anggota paramiliter. Jumlah tersebut membuat total personel militer Indonesia secara keseluruhan menembus 1,06 juta orang.
Dominasi Armada Laut dan Anggaran Pertahanan
Sektor kelautan menjadi salah satu keunggulan utama militer Indonesia di tingkat internasional. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengoperasikan 338 unit aset armada perairan yang berada di peringkat kelima dunia.
Rincian armada laut ini mencakup 10 kapal fregat, 26 korvet, 4 kapal selam, dan 211 kapal patroli. Total berat tonase kapal perang nasional mencapai 324.754 ton dan berada di urutan ke-11 dunia.
Operasi wilayah perairan juga didukung oleh keberadaan kapal induk helikopter KRI Sriwijaya-100. Selain itu, Indonesia memiliki 123 pelabuhan utama serta 11.422 unit kapal niaga penunjang logistik.
Di sektor anggaran, dana pertahanan Indonesia tercatat sebesar US$ 11,16 miliar. Anggaran ini berada satu tingkat di bawah Singapura yang mengalokasikan belanja militer US$ 18,00 miliar.
Ketersediaan anggaran dan logistik laut tersebut menopang operasional prajurit di lapangan. Kelengkapan fasilitas perairan turut menjaga seluruh wilayah Kepulauan Indonesia dari ancaman luar.
Baca juga: Tinggi Minimal 158 cm, Ini Syarat Baru Masuk TNI AD!
Jadi Warginet, catatan angka dalam laporan GFP ini memperlihatkan gambaran kekuatan militer Indonesia di tingkat regional. Pengembangan alutsista dan kualitas personel terus berjalan untuk menjaga keamanan wilayah Indonesia.






