Konsumsi produk segar sangat dianjurkan oleh para ahli kesehatan karena mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, namun saat ini publik perlu mewaspadai beredarnya beberapa jenis buah yang mengandung pestisida dengan kadar residu tinggi.
Baca juga: Ini Dia 6 Buah yang Disebut dalam Al-Qur'an dan Khasiatnya bagi Kesehatan
Bahaya Buah Mengandung Pestisida
Melansir dari CNBC Indonesia, Environmental Working Group (EWG) merilis daftar Dirty Dozen atau kelompok komoditas beresidu pestisida tertinggi. Temuan tersebut diperoleh usai menganalisis 46.569 sampel dari lembaga USDA dan FDA.
Pestisida merupakan zat kimia yang umum digunakan pada sektor pertanian guna melindungi tanaman dari kerusakan serangga. Penggunaan bahan tersebut bertujuan agar hasil panen komoditas pangan dapat terhindar dari gangguan penyakit maupun ancaman gulma.
Meskipun rilis ini membantu konsumen, ilmuwan pangan khawatir daftar tersebut membuat masyarakat enggan mengonsumsi makanan sehat. Namun, para ahli memperingatkan bahwa paparan berulang walau dosis kecil tetap berisiko menimbulkan masalah kesehatan kronis.
Kekhawatiran lain muncul karena batas aman pengatur dianggap belum memperhitungkan efek gabungan akibat mengonsumsi beberapa pestisida sekaligus. Oleh sebab itu, mengenali jenis komoditas menjadi hal penting untuk meminimalkan paparan bahan kimia dalam tubuh.
Daftar Jenis Buah dan Sayuran Kotor
Berdasarkan hasil studi dari Healthline, terdapat beberapa jenis komoditas pertanian yang terbukti memiliki kandungan residu paling tinggi di pasaran lokal. Adapun rincian daftar buah dan sayuran kotor tersebut adalah sebagai berikut:
Stroberi: Secara konsisten menempati urutan teratas dalam daftar Dirty Dozen. Pada 2023, EWG menemukan 30 persen sampel stroberi mengandung setidaknya 10 jenis residu pestisida.
Bayam: Sebanyak 76 persen sampel bayam diketahui memiliki residu pestisida, termasuk permetrin yang merupakan insektisida neurotoksik dan sangat berbahaya bagi hewan.
Kale, sawi, dan sawi hijau: Sebanyak 86 persen sampel sayuran berdaun hijau mengandung sedikitnya dua jenis residu pestisida, termasuk imidakloprid, bifentrin, dan sipermetrin yang tergolong neurotoksin.
Persik: Lebih dari 99 persen sampel persik yang diperiksa EWG mengandung residu pestisida, sementara 65 persen di antaranya memiliki setidaknya empat jenis residu.
Pir: Lebih dari 63 persen sampel pir yang diuji EWG mengandung residu dari lima jenis pestisida atau lebih.
Nektarin: Hampir 94 persen sampel nektarin terdeteksi memiliki residu pestisida. Bahkan, satu sampel tercatat mengandung lebih dari 15 jenis residu berbeda.
Apel: Residu pestisida ditemukan pada 90 persen sampel apel. Selain itu, 80 persen sampel mengandung jejak difenilamin, pestisida yang dilarang penggunaannya di Eropa.
Anggur: Anggur konvensional menjadi salah satu komoditas yang rutin masuk daftar Dirty Dozen. Lebih dari 96 persen sampel dinyatakan positif mengandung residu pestisida.
Paprika dan cabai: Paprika manis memiliki residu pestisida lebih sedikit dibandingkan dengan sejumlah buah dan sayuran lainnya. Namun, pestisida yang digunakan pada paprika manis dinilai cenderung lebih berisiko bagi kesehatan manusia.
Ceri: EWG menemukan rata-rata lima jenis residu pestisida dalam sampel ceri, termasuk iprodione yang penggunaannya telah dilarang di Eropa.
Blueberry: Sebanyak 90 persen sampel blueberry ditemukan mengandung residu pestisida, sedangkan 80 persen di antaranya memiliki dua jenis residu atau lebih.
Kacang hijau: EWG memasukkan kacang hijau ke dalam daftar Dirty Dozen setelah menemukan 90 persen sampelnya mengandung pestisida, termasuk asefat yang telah dilarang oleh EPA sejak 2011.
Baca juga: Tak Hanya Indonesia, 5 Negara Ini Sudah Punya Program Serupa MBG
Nah Warginet, mengenali daftar buah yang mengandung pestisida sangat penting sebagai langkah awal untuk memilah serta mencuci bahan makanan secara lebih bersih. Pengolahan produk segar secara tepat akan membantu menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga dari potensi bahaya racun.






