Infogarut

Tak Hanya Indonesia, 5 Negara Ini Sudah Punya Program Serupa MBG

M
Muhamad Renaldi SPublisher
7 Juli 2026 pukul 08.11 2 menit baca
Tak Hanya Indonesia, 5 Negara Ini Sudah Punya Program Serupa MBG
Tak Hanya Indonesia, 5 Negara Ini Sudah Punya Program Serupa MBG, Source: Istimewa

Sebelum Indonesia menjalankan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah negara telah lebih dahulu menerapkan kebijakan serupa bagi para pelajar di sekolah. Melansir Detik.com, inisiatif tersebut diharapkan membantu anak-anak memperoleh asupan bergizi tanpa membebani orang tua, sekaligus menjadi investasi sosial untuk mendukung lahirnya generasi yang sehat dan cerdas sejak dini.

Baca juga: Usai Dicopot Prabowo, Dadan Hindayana Cs Ditahan Kejagung dalam Kasus SPPG

Dikutip dari World Population Review (6/10), berikut lima negara yang telah lebih dulu menerapkan program makan gratis bagi siswa di sekolah.

Finlandia

Finlandia menjadi salah satu negara yang paling awal menerapkan makan siang gratis bagi pelajar. Sejak 1948, seluruh siswa dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah memperoleh menu bergizi seimbang yang terdiri atas sayuran, daging atau ikan, serta karbohidrat agar dapat belajar tanpa rasa lapar, meningkatkan konsentrasi, sekaligus membantu memperkecil kesenjangan sosial.

Swedia

Swedia mulai memberikan makan siang gratis bagi seluruh siswa sekolah dasar sejak 1973 melalui kebijakan yang diatur dalam undang-undang pendidikan. Setiap hari, hidangan yang disajikan terdiri atas makanan hangat, sayuran, roti, serta pilihan susu atau air, sementara penyediaan makanan dilakukan melalui kerja sama pemerintah daerah dengan perusahaan katering.

Korea Selatan

Berbeda dengan dua negara sebelumnya, Korea Selatan mulai menerapkan makan siang gratis bagi seluruh siswa sekolah dasar hingga menengah sejak 2011. Berdasarkan Cambridge.org. menu yang disajikan umumnya terdiri atas nasi, sup, kimchi, sayuran, dan daging dengan komposisi gizi yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan anak selama belajar.

Jepang

Di Jepang, makan siang sekolah atau kyūshoku tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik. Menu yang disajikan umumnya terdiri atas nasi, ikan, dan sayuran dari bahan lokal, sementara para siswa dibiasakan melayani serta membersihkan sisa makanan teman sekelasnya setelah waktu makan selesai.

Brasil

Brasil telah menjalankan program makan gratis di sekolah sejak 1940-an, terutama bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Pada 2009, pemerintah memperluas cakupan program sehingga seluruh siswa sekolah negeri dapat menikmati makanan bergizi yang disusun bersama ahli gizi dengan memanfaatkan produk lokal sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Benarkah Makan Gratis Jadi Awal Kemunduran Kekaisaran Romawi?

Jadi Warginet, pengalaman sejumlah negara menunjukkan bahwa penyediaan makan di sekolah telah lama dimanfaatkan sebagai investasi sosial bagi generasi muda. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka sejak dini.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca