Persentase penduduk miskin di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025 kembali menjadi perhatian setelah Badan Pusat Statistik (BPS) memperbarui data terbarunya. Dalam daftar tersebut, Kabupaten Garut tercatat sebagai salah satu dari 10 daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di provinsi ini.
Baca juga: Dari Gaya Hidup hingga Pendidikan, Ini Dia 5 Ciri Warga Kelas Bawah
Garut Masuk Daftar Persentase Kemiskinan
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Indramayu menjadi daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025, yakni sebesar 11,02 persen. Sementara itu, Kabupaten Garut berada di posisi kesembilan dengan persentase penduduk miskin sebesar 9,39 persen.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Kuningan masih mencatat persentase penduduk miskin di atas 10 persen. Selain itu, lima besar didominasi wilayah Pantura dan Priangan Timur, sehingga memperlihatkan bahwa sebaran persentase penduduk miskin di Provinsi Jawa Barat tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan.
Daftar Persentase Tertinggi Jabar
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Perlu dipahami bahwa data ini menggambarkan proporsi penduduk miskin di masing-masing daerah, bukan jumlah penduduk miskin secara absolut.
Untuk lebih jelasnya, berikut daftar 10 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat dengan persentase penduduk miskin tertinggi pada tahun 2025.
Indramayu: 11,02 persen
Kota Tasikmalaya: 10,84 persen
Kuningan: 10,74 persen
Majalengka: 10,31 persen
Cirebon: 10,23 persen
Kabupaten Tasikmalaya: 10,15 persen
Bandung Barat: 9,87 persen
Cianjur: 9,82 persen
Garut: 9,39 persen
Subang: 9,23 persen
Baca juga: Penghujung 2025, Pengangguran di Garut Menurun Namun Kemiskinan Ekstrem Masih Menghantui
Jadi Warginet, data persentase penduduk miskin di Provinsi Jawa Barat ini memberikan gambaran mengenai kondisi di setiap daerah, termasuk Kabupaten Garut. Meski demikian, angka yang ditampilkan merupakan persentase penduduk miskin di masing-masing wilayah, sehingga tidak menunjukkan jumlah penduduk miskin secara keseluruhan.
Penulis: Muhamad Renaldi S






