Sebuah musibah besar menimpa bangunan tempat beternak milik warga di Kampung Randu Kurung, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kejadian yang berlangsung cepat ini menghanguskan seluruh isi bangunan beserta strukturnya, Selasa, (14/7/2026).
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Lansia 70 Tahun di Banyuresmi Garut, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Berdasarkan rilis dari Humas Polres Garut, pihak berwenang menerima informasi terkait peristiwa tersebut sekitar pukul 07.05 WIB. Bangunan milik Ajang Burhan seluas 8 x 25 meter tersebut berisi 6.000 ekor ayam potong yang diperkirakan tinggal dua minggu lagi memasuki masa panen.
Saksi mata bernama Enjang (51) menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat muncul dari lantai satu yang dipenuhi material mudah terbakar berupa sekam. Dugaan sementara, percikan muncul dari korsleting listrik pada instalasi kabel di bagian atap, yang diperparah oleh hembusan blower angin.
Petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Garut dan Personel Damkar Kamojang (PGE) bergerak cepat untuk memadamkan api agar tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi. Personel Polsek Samarang turut mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan unsur dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemerintah Desa, serta TNI.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan yang menggunakan peralatan elektronik berdaya tinggi. Langkah pencegahan sangat penting guna meminimalisasi risiko kebakaran," jelas AKP Hilman Nugraha kepada awak media.
Meski tidak ada korban jiwa, bagian atap, lantai atas, serta seluruh isi bangunan tersebut hangus hingga hanya menyisakan puing-puing saja. Kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas terkait di lapangan.
Baca juga: Niat Musnahkan Sarang Lebah, GOR di Pasirwangi Garut Berujung Kebakaran
Nah Warginet, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap instalasi listrik di rumah atau tempat usaha. Segera lapor ke pihak berwenang jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar agar penanganan bisa dilakukan cepat.
Penulis: Muhamad Renaldi S






