Infogarut

5 Hektare Lahan di Kaki Gunung Cikuray Garut Terbakar, Api Berhasil Dilokalisir

I
InfogarutPublisher
6 September 2026 pukul 15.16 3 menit baca
5 Hektare Lahan di Kaki Gunung Cikuray Garut Terbakar, Api Berhasil Dilokalisir
5 Hektare Lahan di Kaki Gunung Cikuray Garut Terbakar, Api Berhasil Dilokalisir, Source: Humas Polres Garut

Peristiwa kebakaran lahan hutan milik Perhutani seluas kurang lebih lima hektare melanda kawasan perbukitan kaki Gunung Cikuray di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu (5/9/2026).

Baca juga: Enam Titik Lahan di Rancabango Garut Terbakar, Tim Gabungan Utamakan Pemukiman

Berdasarkan rilis yang diterima dari Humas Polres Garut, kebakaran diperkirakan melanda lahan milik Perhutani Cabang Dinas Kehutanan (CDK) 5. Peristiwa tersebut diketahui setelah perangkat Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, melaporkan titik api yang terlihat dari kejauhan.

Menerima laporan warga, Kapolsek Cikajang, AKP Patri Arsono bersama personel kepolisian segera melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Petugas langsung berkoordinasi dengan pihak Perhutani Cikajang guna memastikan jalur serta akses terbaik yang dapat dilalui menuju titik kebakaran.

Kapolsek Cikajang bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), staf Dinas Kehutanan, serta Perhutani kemudian bergerak menuju area terdampak. Kondisi medan yang sangat sulit, minimnya penerangan, serta pertimbangan faktor keamanan menyebabkan tim tidak dapat langsung mencapai titik pusat api.

Tim gabungan akhirnya memutuskan untuk melakukan pemantauan dari area bawah kaki Gunung Cikuray demi menjaga keselamatan personel. Berdasarkan estimasi pihak Perhutani, perjalanan dari titik pemantauan menuju lokasi api membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam dengan medan cukup berat.

Atas pertimbangan keselamatan kerja di malam hari, petugas tetap bersiap melakukan pemantauan intensif dari titik batas aman yang ditentukan. Sekitar pukul 22.00 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan dengan metode pelokalisiran menggunakan sekat tanah di sekeliling area kebakaran.

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Perhutani dan Dinas Kehutanan untuk mengetahui akses menuju lokasi. Karena kondisi medan cukup berat dan faktor keselamatan, pemantauan dilakukan dari lokasi yang aman, sementara petugas kehutanan dan Perhutani melakukan upaya pelokalisiran api,” kata AKP Patri Arsono, Minggu (6/9/2026).

Petugas di lapangan menjelaskan bahwa kondisi vegetasi berupa semak-semak kering akibat musim kemarau membuat kobaran api sangat berpotensi meluas. Meskipun titik api utama telah berhasil dilokalisir, pihak kepolisian bersama unsur Forkopimcam tetap bersiaga mengawasi seluruh kawasan tersebut secara berkala.

“Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses pendataan. Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau,” pungkasnya.

Hasil pemantauan terakhir menunjukkan bahwa tidak ada lagi titik api yang terlihat dan situasi di Kecamatan Cikajang telah kondusif. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, meski lahan hutan seluas lima hektare hangus terbakar.

Penyebab pasti terjadinya kebakaran lahan tersebut hingga saat ini masih berada dalam tahap pendataan serta pendalaman oleh pihak berwenang. Personel Polsek Cikajang bersama tim gabungan berkomitmen terus melakukan monitoring guna mengantisipasi munculnya kembali potensi titik api baru.

Jajaran Polres Garut turut memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan. Masyarakat juga diminta tidak membuang benda yang memicu api secara sembarangan serta segera melapor jika menemukan adanya titik asap.

Baca juga: Kemenhut Atur Status Pendakian Gunung demi Cegah Kebakaran Hutan

Bagi Warginet, insiden kebakaran lahan di kawasan kaki Gunung Cikuray ini menjadi pengingat penting untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Kewaspadaan bersama sangat dibutuhkan demi mencegah potensi bencana kebakaran hutan pada musim kemarau.

Penulis: Muhamad Renaldi S

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca