Jerman Tegas Tolak Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di Tengah Isu Trump
Pemerintah Jerman menolak seruan boikot Piala Dunia 2026 meski isu politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sempat memicu ketegangan.
Pemerintah Jerman secara resmi menyatakan penolakan terhadap seruan boikot Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Isu boikot Piala Dunia 2026 ini muncul seiring memanasnya hubungan politik antara Jerman dan Amerika Serikat belakangan ini.
Baca juga: Indonesia Nyaris Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 1970
Seruan Boikot Piala Dunia
Wacana boikot Piala Dunia 2026 mengemuka setelah sejumlah tokoh Jerman, termasuk Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman Oke Goettlich, menyuarakan perlunya sikap tegas. Seruan tersebut berhubungan dengan kebijakan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang dinilai menimbulkan ketegangan geopolitik.
Ketegangan tersebut dipicu oleh isu klaim Amerika Serikat atas wilayah Greenland serta ancaman tarif tinggi terhadap sejumlah negara Eropa. Meskipun demikian, juru bicara Pemerintah Jerman, Steffen Meyer menegaskan bahwa boikot Piala Dunia bukan pendekatan yang tepat dalam menghadapi pertikaian politik.
Tolak Boikot Piala Dunia
Steffen Meyer mengungkapkan bahwa perselisihan politik seharusnya diselesaikan melalui jalur diplomasi. Ia menekankan olahraga, termasuk Piala Dunia 2026, harus tetap dijaga sebagai ajang kompetisi yang netral tanpa adanya campur tangan kepentingan politik kekuasaan.
Penolakan boikot Piala Dunia 2026 juga disampaikan oleh Menteri Olahraga Jerman, Christiane Schenderlein. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak mendukung boikot serta menyatakan olahraga tidak boleh dieksploitasi untuk kepentingan politik, sebagaimana disampaikannya oleh kepada Sueddeutsche Zeitung.
Baca juga: Catat! Tiket Piala Dunia FIFA 2026 Mulai Dijual September Ini
Nah Warginet, sikap Jerman dalam menolak boikot Piala Dunia 2026 menegaskan pentingnya memisahkan olahraga dari konflik politik global. Dengan keputusan tersebut, diharapkan Piala Dunia 2026 tetap menjadi ajang persatuan di tengah dinamika geopolitik internasional.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.