Beranda Profil Lengkap Wakil Bupati Garut dan Gubernur Jawa Barat 2026: Sinergi dan Hubungan Keluarga di Balik Pembangunan Jabar
ADVERTISEMENT

Profil Lengkap Wakil Bupati Garut dan Gubernur Jawa Barat 2026: Sinergi dan Hubungan Keluarga di Balik Pembangunan Jabar

1 jam yang lalu - waktu baca 4 menit
KDM, Teh Putri, dan keluarga mereka saat open house | @Teh Putri on Instagram

Pemerintahan Jawa Barat pada 2026 dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sementara di tingkat Kabupaten Garut, jabatan Wakil Bupati diemban oleh Luthfianisa Putri Karlina. Kedua pejabat daerah ini memiliki peran strategis dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di wilayah masing-masing, khususnya dalam koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

Selain menjalankan tugas pemerintahan, perhatian publik terhadap keduanya juga muncul karena adanya hubungan kekeluargaan yang terjalin di luar struktur birokrasi. Hubungan tersebut menjadi sorotan karena melibatkan dua pejabat aktif yang berada dalam satu wilayah administrasi.

Profil Gubernur Jawa Barat: Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi merupakan Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030. Dalam masa kepemimpinannya, pria yang akrab disapa KDM ini mengusung visi pembangunan bertajuk “Jabar Istimewa”.

Sesuai dengan tagline “istimewa”, KDM menekankan jika ia ingin dan berkomitmen untuk mengistimewakan masyarakat, baik dalam segi pelayanan maupun pembangunan. Merangkum dari bappeda.jabarprov.go.id yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat, perwujudan “Jabar Istimewa” dilakukan dengan tiga pilar utama, yakni kesejahteraan masyarakat, pemerintah yang baik, serta lingkungan yang asri.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar di berbagai wilayah selatan Jawa Barat, termasuk peningkatan akses jalan menuju Kabupaten Garut. Infrastruktur tersebut dipandang sebagai faktor penting dalam mendorong konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan sektor pariwisata.

Selain infrastruktur fisik, KDM juga mendorong digitalisasi desa sebagai bagian dari reformasi tata kelola pemerintahan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi, serta akses masyarakat desa terhadap layanan publik.

Dalam kepemimpinannya, KDM dikenal menggunakan pendekatan kultural dan menunjukkan respons cepat dalam menangani keluhan warga. Ia juga secara aktif membagikan kegiatannya saat turun langsung ke lapangan di media sosial miliknya, termasuk saat menangani banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat pada 23 Januari 2026 lalu.

Bca juga: Tokoh Potensial Capres dan Cawapres 2029, Ada Purbaya dan KDM

Profil Wakil Bupati Garut: Luthfianisa Putri Karlina

Luthfianisa Putri Karlina adalah Wakil Bupati Garut periode 2025–2030. Wanita yang akrab disapa Teh Putri ini merupakan seorang dokter gigi jebolah Universitas Gadjah Mada. Sebelum terjun ke dunia politik, ia juga merupakan pengusaha.

Dalam menjalankan tugasnya di Kabupaten Garut, mantu KDM ini memfokuskan program kerja pada pemberdayaan perempuan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sektor pariwisata daerah. Pemerintah Kabupaten Garut juga mendorong kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata, termasuk perhimpunan hotel dan restoran (PHRI), guna meningkatkan daya saing pariwisata.

Teh Putri tercatat sebagai wakil bupati perempuan pertama di Kabupaten Garut. Selama ini, ia aktif mendorong penerapan inovasi digital, salah satunya melalui penggunaan transaksi non-tunai dalam pelayanan publik dan aktivitas ekonomi daerah.

Dinamika Politik: Hubungan Menantu dan Mertua

Dinamika politik Jawa Barat periode 2026-2030 ini tampak unik dibandingkan daerah lain. Bagaimana tidak, Putri Karlina memiliki hubungan erat dengan Dedi Mulyadi sebagai mertua dan menantu. Teh Putri menikah dengan putra sulung KDM, Maula Akbar atau A Ula, pada pertengahan 2025 lalu.

Hubungan kekeluargaan ini dinilai banyak pihak dapat memperlancar komunikasi administratif antara Pemkab Garut dengan Pemprov Jawa Barat. Meski demikian, kedua pihak menegaskan bahwa proses pengambilan kebijakan tetap dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan tidak melanggar prinsip profesionalisme birokrasi.

Di tengah masyarakat, hubungan tersebut memunculkan beragam pandangan. Sebagian publik menilai kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi yang dapat mempercepat pembangunan daerah, selama tidak menimbulkan konflik kepentingan akibat adanya ‘dinasti politik’ di dalamnya.

Dalam suksesi kepemimpinan di daerah, KDM dan Teh Putri diusung oleh partai mereka, yakni Gerindra.

Sinergi Pembangunan Garut dan Jawa Barat 2026

Pada 2026, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Garut terlihat dalam sejumlah agenda pembangunan. Salah satunya adalah pembangunan jalur jalan Tengah–Selatan yang menghubungkan Garut dengan wilayah lain di Jawa Barat.

Selain itu, terdapat upaya penyelarasan kebijakan pengupahan, termasuk penetapan UMK Garut agar sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Di sektor pariwisata, Kabupaten Garut juga dilibatkan dalam agenda promosi wisata tingkat provinsi sebagai bagian dari strategi meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.

Besar harapan agar kolaborasi yang juga berbasis ‘keluarga’ ini dapat membantu memajukan Jawa Barat dan Kabupaten Garut. Masyarakat ingin melihat sinergi keduanya dalam mendorong pembangunan yang cepat, inklusif, dan bermanfaat bagi Garut dan Jawa Barat secara luas.

Baca juga: Bersama KDM, Wabup Putri Hadiri Pemberian Kompensasi bagi Pengemudi Delman dan Becak di Garut

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.