Infogarut

Tak Hanya Pasok Listrik, Panas Bumi Kamojang Bantu Petani dan UMKM

I
InfogarutPublisher
24 Oktober 2026 pukul 14.55 3 menit baca
Tak Hanya Pasok Listrik, Panas Bumi Kamojang Bantu Petani dan UMKM
Tak Hanya Pasok Listrik, Panas Bumi Kamojang Bantu Petani dan UMKM, Source: Instagram/@one.darmawan

Pemanfaatan sumber daya panas bumi Kamojang di Kabupaten Bandung membantu pengembangan kegiatan usaha ekonomi warga selain menghasilkan pasokan listrik. Pihak PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang mendorong peningkatan nilai jual komoditas pertanian serta perikanan hasil olahan warga lokal.

Baca juga: Tinjau PLTP Darajat Garut, DEN Dorong Peningkatan Kapasitas Listrik

Inovasi Alat Pengering Hasil Tani Desa

Melansir dari CNBC Indonesia, teknologi pengeringan pertanian berbasis panas bumi membantu warga mengolah komoditas kentang dan ubi ungu menjadi produk bernilai tambah. Perwakilan fungsi pemberdayaan masyarakat dan kehumasan PGE Area Kamojang, Irwandi, memberikan penjelasan terkait keunikan pemanfaatan energi terbarukan tersebut.

"Di Kamojang ini unik. Selain kita punya sumber daya panas bumi untuk menghasilkan listrik, ternyata sumber daya ini bisa dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan ekonomi masyarakat," tutur Irwandi pada agenda kunjungan lapangan dan diskusi, Selasa (20/10/2026).

Inovasi alat pengering bernama Geodehydrator ini tercipta dari usulan para petani setempat yang ingin mengolah hasil panen agar tidak sekadar dijual dalam kondisi segar. Pihak PGE Area Kamojang lalu merancang peralatan pengeringan guna memanfaatkan sumber energi panas di sekitar kawasan pembangkit.

"Mereka mengusulkan, Pak kita punya olahan hasil pertanian nih, kira-kira selain dijual fresh begitu, bisa nggak ya kita olah lagi dengan menggunakan pengeringan panas bumi," papar perwakilan PGE Area Kamojang tersebut.

Penerapan teknologi pengeringan langsung ini terbukti mempercepat proses pengolahan komoditas sekaligus meningkatkan kapasitas produksi para petani lokal. Langkah efisiensi waktu tersebut memberikan dampak positif yang sangat besar pada kualitas mutu serta daya jual produk di pasaran.

"Intinya adalah kita ini menciptakan efisiensi waktu pengeringan, sehingga didapatkan produksi yang lebih banyak, dengan kualitas yang lebih baik, dan juga bisa memiliki daya jual yang tinggi," tegas Irwandi.

Sistem Geofishery Kolam Ikan Budidaya

Pemanfaatan energi panas bumi Kamojang juga menyentuh sektor perikanan melalui program Geofishery guna mengatasi kendala suhu air yang relatif dingin. Kondisi suhu air yang dingin di kawasan pegunungan tersebut selama ini dinilai memperlambat proses pertumbuhan ikan milik warga.

"Bagaimana kalau kita hangatkan airnya dengan menggunakan panas bumi, dan ternyata memang sangat bisa, dan terciptalah ide inovasi geofishery," terang Irwandi.

PGE Area Kamojang lalu merancang sistem penghangat kolam yang diklaim sanggup meningkatkan bobot ikan sekitar 85% sampai 90% dibanding pemeliharaan air biasa. Namun pihak perusahaan tidak merinci jenis ikan, jumlah sampel, maupun kondisi pengujian dalam paparan materi tersebut.

Pengembangan kegiatan usaha warga pada sektor perikanan ini terus berkembang pesat dengan mengolah hasil panen menjadi berbagai produk bernilai jual. Warga setempat mengolah panen menjadi abon ikan, ikan asin, serta ikan asap, sekaligus memanfaatkan energi hangat perut bumi untuk proses pengeringan bahan pakan.

Pengering Biji Kopi dan Produk UMKM

Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Sosial, Tina Talisa, menyebut pemanfaatan panas bumi memiliki dampak sangat luas. Penggunaan energi terbarukan membantu mempercepat proses pengeringan biji kopi di kawasan pegunungan yang sering terkendala cuaca hujan serta kondisi lembap.

Proses pengolahan biji kopi milik warga setempat tidak lagi bergantung penuh pada paparan sinar matahari langsung saat cuaca buruk melanda. Tina Talisa juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan kegiatan usaha sektor perikanan serta beragam produk makanan olahan karya masyarakat.

"Jadi ikan itu kan butuh hangat, di sini kan dingin, dihangatkan dengan pakai panas bumi," beber Tina Talisa.

Kelompok usaha warga setempat turut aktif mengolah berbagai produk makanan ringan seperti keripik dan komoditas hasil pertanian lainnya. Menurutnya, pengembangan energi panas bumi memang perlu memberikan manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh warga di sekitar kawasan wilayah operasional pembangkit.

Baca juga: Garut Dinilai Punya Potensi Besar Lewat Energi Ramah Lingkungan di Kamojang

Jadi Warginet, inovasi pemanfaatan energi panas bumi Kamojang membawa manfaat nyata dalam mendukung pertumbuhan usaha ekonomi warga lokal. Sinergi antara teknologi terbarukan dan potensi daerah ini patut mendapat dukungan penuh demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Sumber: CNBC Indonesia

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca