Infogarut

SPMB Jabar Hadirkan Sekolah Hybrid bagi Atlet, Petani hingga Nelayan

M
Muhamad Renaldi SPublisher
26 Juni 2026 pukul 10.55 3 menit baca
SPMB Jabar Hadirkan Sekolah Hybrid bagi Atlet, Petani hingga Nelayan
SPMB Jabar Hadirkan Sekolah Hybrid bagi Atlet, Petani hingga Nelayan, Source: Istimewa

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus memperluas akses pendidikan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menambah jumlah sekolah swasta mitra serta menghadirkan sistem sekolah hybrid untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan mengikuti pembelajaran reguler setiap hari.

Baca juga: 38 Ribu Calon Murid Rebut 18 Ribu Kuota SPMB Sekolah Maung di Jawa Barat

Menurut informasi dari Bapenda Jabar, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa daftar sekolah yang dapat dipilih oleh calon peserta didik dalam pelaksanaan SPMB 2026 saat ini telah tersedia di sistem. Pilihan tersebut meliputi sekolah negeri dan sekolah swasta yang telah menjalin kemitraan dengan Pemprov Jabar.

Ia mengatakan bahwa jumlah sekolah swasta mitra terus mengalami peningkatan. Pada tahap awal terdapat 750 sekolah yang bergabung, kemudian bertambah menjadi 1.015 sekolah, dan sekarang kembali meningkat hingga mencapai 1.128 sekolah.

"Awalnya 750 sekolah, kemudian bertambah menjadi 1.015 sekolah, dan sekarang bertambah lagi menjadi 1.128 sekolah," kata Dedi Mulyadi.

Ia menilai anggapan bahwa banyak sekolah swasta menolak bekerja sama dengan pemerintah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurut Dedi Mulyadi, justru semakin banyak lembaga pendidikan yang berminat menjadi mitra Pemprov Jabar.

"Kalau ada yang menyatakan banyak yang menolak, justru terbalik. Malah sangat banyak yang ingin bekerja sama," jelasnya.

Selain memperluas kemitraan dengan sekolah swasta, Pemprov Jabar juga mulai menerapkan sistem sekolah hybrid yang sebelumnya dikenal sebagai sekolah terbuka. Skema ini ditujukan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka setiap hari.

Sistem tersebut diperuntukkan bagi peserta didik yang berprofesi sebagai atlet, pedagang, petani, nelayan, maupun mereka yang memiliki aktivitas lainnya sehingga membutuhkan pola belajar yang lebih fleksibel.

"Sistem belajarnya hari Sabtu dan Minggu serta bisa dilakukan secara online," tambahnya.

Melalui sistem tersebut, masyarakat tetap dapat melanjutkan pendidikan formal tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas utama yang dijalani setiap hari.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penambahan sekolah swasta mitra dan penerapan sekolah hybrid merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.

"Prinsipnya yang penting seluruh warga Jawa Barat bisa sekolah," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dari berbagai kalangan yang telah memberikan dukungan dan doa kepada Vita, korban dugaan kekerasan yang saat ini masih menjalani masa pemulihan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua warga dari berbagai kalangan dan berbagai profesi yang memberikan dukungan dan doa terhadap kesembuhan Saudari Vita," pungkasnya.

Ia berharap Vita segera pulih sehingga dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Menutup keterangannya, Dedi juga mendoakan agar seluruh cobaan yang dialami Vita segera berlalu dan masa bahagianya segera datang.

Baca juga: Mengenal Sejarah Hari Pendidikan Nasional dan Peran Besar Ki Hadjar Dewantara

Jadi Warginet, bertambahnya sekolah swasta mitra dan penerapan sistem sekolah hybrid diharapkan mampu membuka kesempatan belajar yang lebih luas sehingga masyarakat Jawa Barat tetap dapat mengakses pendidikan formal sesuai kebutuhan dan aktivitas sehari-hari.

Penulis: Mumamad Renaldi S

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca