Pemerintah Kabupaten Garut mulai menata Alun-Alun Tarogong agar kembali berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman, hijau, dan ramah bagi masyarakat. Upaya tersebut juga diharapkan mampu mendukung aktivitas warga sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Baca juga: KDM Sebut Daerah Tertib dan Indah Jadi Modal Utama Pariwisata Garut
Mengacu pada keterangan Humas Pemda Garut, upaya tersebut diawali dengan penyelenggaraan Sarasehan dan Edukasi Bonsai di Alun-Alun Tarogong, Sabtu, (27/6/2026). Kegiatan yang digagas Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Garut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tarogong Kaler ini menjadi langkah awal dalam proses penataan kawasan.
Melalui program tersebut, Alun-Alun Tarogong diarahkan tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman, edukatif, dan mampu dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif. Penataan dilakukan agar fungsi lingkungan, aktivitas sosial, dan kepentingan ekonomi dapat berjalan secara seimbang.
Tahapan penataan selanjutnya akan melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan kawasan yang lebih tertata tanpa menghilangkan ruang usaha bagi pelaku UMKM maupun pedagang kaki lima (PKL).
Selain penataan fisik, pemerintah juga menyiapkan beragam kegiatan kreatif untuk menghidupkan suasana Alun-Alun Tarogong. Salah satunya melalui pertunjukan musik pada malam akhir pekan yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.
Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, menegaskan bahwa penataan kawasan dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan antara fungsi lingkungan, sosial, dan ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
"Alun-Alun Tarogong kami harapkan menjadi ruang publik yang nyaman, hijau, dan ramah bagi masyarakat. Di sisi lain, kawasan ini juga dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan komunitas untuk berkegiatan secara tertata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengesampingkan fungsi ruang terbuka hijau," kata Rakhmat Alamsyah.
Pemilihan kegiatan sarasehan dan edukasi bonsai sebagai pembuka rangkaian program bukan tanpa alasan. Kegiatan tersebut dinilai selaras dengan upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjadi media edukasi yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap penghijauan dan memanfaatkan ruang publik secara positif.
Ke depannya, Alun-Alun Tarogong diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat. Dukungan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan warga menjadi bagian penting agar kawasan ini dapat menunjang kegiatan sosial, budaya, pariwisata, hingga ekonomi dengan tetap menjaga lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman.
Baca juga: Status Lahan Tuntas, Alun-Alun Limbangan Garut Bersiap Jadi Ikon Baru
Jadi Warginet, penataan Alun-Alun Tarogong menjadi langkah untuk menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman sekaligus memperkuat aktivitas masyarakat. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kawasan ini diharapkan terus berkembang sebagai ruang bersama yang mendukung pelestarian lingkungan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Penulis: Muhamad Renaldi S






