Infogarut

Riset Terbaru World Bank: Kemiskinan Indonesia Tembus 64,2 Persen

M
Muhamad Renaldi SPublisher
5 September 2026 pukul 06.00 2 menit baca
Riset Terbaru World Bank: Kemiskinan Indonesia Tembus 64,2 Persen
Riset Terbaru World Bank: Kemiskinan Indonesia Tembus 64,2 Persen, Source:Istimewa

Lembaga keuangan internasional merilis proyeksi statistik ekonomi yang menunjukkan tingkat kemiskinan penduduk di Tanah Air. Hasil perhitungan tersebut diukur berdasarkan kriteria acuan standar pengeluaran untuk kelompok negara berpendapatan menengah ke atas.

Baca juga: Tembus 290 Km, Garut Miliki Ruas Jalan Aspal Terpanjang di Jawa Barat

Rincian Kemiskinan Versi World Bank

Indonesia telah masuk kelompok upper-middle income bersama 59 negara berkembang lainnya dengan pendapatan US$4.636–US$14.375 per kapita. Menurut laporan resmi World Bank, berikut adalah acuan garis kemiskinan US$8,30 per hari beserta rincian persentase pada proyeksi tahun 2026:

  1. Indonesia: 64,2 persen

  2. Afrika Selatan: 60 persen

  3. Filipina: 56,5 persen

  4. Iran: 36,2 persen

  5. Meksiko: 21,1 persen

  6. Brasil: 20,4 persen

  7. Vietnam: 17,9 persen

  8. Argentina: 14,5 persen

  9. Thailand: 10,1 persen

  10. Malaysia: 1 persen

Perbandingan Data World Bank dan BPS

Hasil komparasi data menunjukkan adanya selisih angka yang sangat jauh antara perhitungan skala internasional dan lembaga nasional. Pihak World Bank mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia diproyeksikan mencapai 184,90 juta jiwa pada tahun 2026.

Kalkulasi internasional tersebut menggunakan garis kemiskinan bulanan sebesar Rp1,51 juta berdasarkan median yang disesuaikan dengan paritas daya beli. Sementara itu, indikator Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat populasi warga miskin di Indonesia hanya berada pada angka 22,93 juta orang atau setara dengan 8,07 persen.

Perbedaan statistik ini terjadi karena BPS menetapkan acuan pengeluaran minimum sebesar Rp669 ribu per bulan per individu. Pendekatan tersebut difokuskan secara khusus untuk mengukur kemampuan masyarakat dalam memenuhi seluruh kebutuhan dasar hidup harian.

Meskipun memiliki angka kalkulasi berbeda, World Bank tetap menyarankan penggunaan standar BPS bagi penentuan kebijakan dalam negeri. Sedangkan perhitungan indikator internasional murni dimanfaatkan sebagai tolok ukur evaluasi perbandingan tingkat kesejahteraan sosial antarnegara secara global.

Baca juga: Dari Gaya Hidup hingga Pendidikan, Ini Dia 5 Ciri Warga Kelas Bawah

Bagi Warginet, pemahaman mendalam mengenai data statistik ini sangat penting untuk melihat gambaran kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara utuh. Tetap dukung seluruh langkah strategis pengentasan masalah ekonomi demi terwujudnya pemerataan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca