Infogarut

Puncak InfoGarut Write Fest 2.0: Sukses Gelar Talkshow Akselerasi Potensi Lokal dan Umumkan 5 Penulis Terbaik Garut

I
InfogarutPublisher
7 Juni 2026 pukul 03.58 6 menit baca
Puncak InfoGarut Write Fest 2.0: Sukses Gelar Talkshow Akselerasi Potensi Lokal dan Umumkan 5 Penulis Terbaik Garut
Puncak InfoGarut Write Fest 2.0: Sukses Gelar Talkshow Akselerasi Potensi Lokal dan Umumkan 5 Penulis Terbaik Garut (DOK. Infogarut)

Garut, infogarut.id - Gerakan literasi dan akselerasi potensi lokal di Kabupaten Garut mencapai babak baru. Sebanyak 50 penulis terbaik dari seluruh penjuru Garut berkumpul dalam acara puncak InfoGarut Write Fest (IGWF) 2.0 yang digelar di Lobby Atrium Citimall Garut, Sabtu (6/6). Membawa tajuk "The Power of Local: Akselerasi Ekonomi Kreatif, Wisata, Budaya, hingga Digitalisasi di Kab. Garut", ajang ini menyatukan pemikiran kritis anak muda dengan langkah strategis para pemangku kebijakan.

Kompetisi menulis bergengsi yang digagas oleh media InfoGarut ini diikuti oleh hampir 100 peserta pada tahap awal. Setelah melalui proses kurasi yang ketat berbasis orisinalitas, relevansi, ketajaman analisis, hingga uji AI checker, terpilihlah 50 penulis terbaik yang gagasannya siap ditayangkan di website resmi InfoGarut serta dibukukan ke dalam sebuah e-book antologi gagasan bertema serupa.

Acara puncak dikemas eksklusif melalui rangkaian Talkshow interaktif yang menghadirkan para pemangku kebijakan dan praktisi ahli. Sebelum diskusi dimulai, Anggie Fuji Lestari selaku perwakilan Business & Consumer Retail 2 Bank BJB Garut memberikan edukasi finansial mengenai kemudahan transaksi digital.

Baca Juga: InfoGarut Write Fest 2.0 Hadir Kembali - Ini Syarat dan Ketentuan Lengkapnya!

"Jika zaman dulu penempatan deposito konvensional di kantor cabang minimal Rp10 juta, kini melalui fitur bjb Digi cukup dengan Rp1 juta saja wargi sudah bisa mendapatkan special rate. Layanan deposito online ini dapat di-create setiap hari dan setiap saat hingga pukul 12.00 tengah malam. Selain itu, kami juga gencar menginformasikan tabungan bjb Digi Rencana untuk membantu merencanakan berbagai kebutuhan dari hal yang terkecil," ujar Anggie.

Pada Sesi 1 Talkshow yang bertemakan "Digitalisasi di Kab. Garut", diskusi dipandu langsung oleh CEO InfoGarut, Agung Syaputra, sebagai moderator. Sesi ini mengupas kehadiran Aplikasi SAGARUT (Aplikasi Garut Hebat), sebuah inovasi Super App lokal pertama yang dikembangkan oleh Diskominfo Kabupaten Garut untuk mewujudkan visi "Garut dalam Satu Genggaman". Kepala Diskominfo Kab. Garut, Agus Kurniawan, memaparkan bahwa platform ini hadir sebagai solusi satu pintu untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan harian warga, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, layanan kesehatan, pemantauan harga bahan pokok harian lewat sistem Garut Satu Data, pemantauan 14 titik CCTV daerah, fitur e-ticketing wisata, hingga portal pengaduan 'LAPOR' nasional yang aman dan bisa anonim.

Guna menjamin ekosistem yang bersih, Agus memastikan bahwa sistem keamanan server dikelola secara khusus oleh Diskominfo, serta mewajibkan validasi NIK pada fitur krusial demi menghindari penyalahgunaan akun fiktif (fake account).

"Melalui Aplikasi SAGARUT, kita sedang membangun ekosistem digital yang terintegrasi untuk memangkas sekat birokrasi dan memudahkan berbagai hal di Garut. Kita ingin memastikan seluruh warga Garut bisa merasakan kemudahan pelayanan yang cepat, transparan, dan 'Hebat' hanya dari smartphone mereka," jelas Agus Kurniawan.

Merespons paparan tersebut, CEO InfoGarut, Agung Syaputra, mengajak seluruh masyarakat untuk bangga dan ikut aktif mengawal platform digital kebanggaan lokal ini agar terus berkembang.

Diskusi semakin hangat pada sesi kedua yang mengupas "Pengembangan Wisata, Budaya, dan Ekraf di Garut". Sesi ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Aam Fathuloh (Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Garut), Mega Parliantara (Ketua Ekraf Garut), dan Yusep Maulana (CEO Oyusep & Kawal Data). Sinergi ketiga narasumber ini menggarisbawahi bahwa kekayaan alam dan tradisi Garut harus dikelola dengan pendekatan kreatif serta berbasis data (data-driven).

Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Garut, Aam Fathuloh, menyampaikan apresiasinya terhadap sudut pandang baru dari para peserta sekaligus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya karena keterbatasan jangkauan tangan pemerintah.

"Tangan pemerintah sangat terbatas, sementara yang tahu persis kondisi riil di lapangan adalah para influencer, content creator, dan media partner. Oleh karena itu, Disparbud Garut membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kami juga sangat membutuhkan keakuratan data dari akar rumput. Berkaca dari revitalisasi Situ Bagendit yang mendapatkan kucuran dana sekitar Rp100 miliar namun wisatanya belum terkelola optimal karena minimnya anggaran pembangunan SDM, kami berharap gagasan tertulis dari event ini bisa menjadi arah atau akselerasi bagi kebijakan pariwisata Garut ke depan," ungkap Aam Fathuloh.

Senada dengan hal tersebut, Mega Parliantara selaku Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kab. Garut menekankan pentingnya tindak lanjut dari gagasan-gagasan ini. "Secara historis, Garut memiliki pondasi fundamental kuat sejak zaman Jati Sunda dan dikenal sebagai kawasan mandala atau Kabuyutan yang bebas pajak tempat para tokoh belajar kehidupan, dengan peninggalan manuskrip penting di Situs Ciburuy. Sektor ekonomi kreatif terbukti mampu mem-backup ekonomi kita, contoh nyata di Gunung Papandayan yang dahulu hanya ada 7 tenda, kini perputaran ekonominya luar biasa setelah viral di media sosial. Tugas kita bersama adalah membangun kesatuan tindakan (action) untuk mensinkronisasikan kekayaan narasi budaya dan ekraf, termasuk meluruskan pencatatan data formal karena banyak pelaku profesi kreatif, seperti influencer atau freelancer, yang belum terdata di BPS," jelas Mega Parliantara.

Dari sisi pemanfaatan teknologi, Yusep Maulana selaku CEO Oyusep & Kawal Data mengingatkan pentingnya akurasi data. 

"Kita sebagai masyarakat harus berbicara berdasarkan fakta dan data, bukan asumsi, agar UMKM dan daerah kita bisa maju. Berdasarkan data analitik yang kami lakukan di Kawal Data menggunakan scraping engine dengan kata kunci wisata Garut, penilaian netizen sesungguhnya masih dominan mayoritas positif. Hanya saja, penilaian negatif yang kecil sering kali dibesar-besarkan oleh publik. Saat ini, kami juga tengah mengembangkan fitur booking wisata dan e-ticketing terintegrasi di platform digital daerah guna memastikan seluruh transaksi ekonomi digital ini dapat tercatat transparan dan langsung masuk ke kas daerah," urai Yusep.

Baca Juga: Diskusi Publik Info Garut Write Fest 2024 Dihadiri Para Milenial dan Gen-Z Bergagasan Emas

Apresiasi bagi 5 Penulis Terbaik (Best Writers)

Puncak ketegangan dan selebrasi terjadi saat pengumuman 5 Penulis Terbaik (Best Writers) IGWF 2.0. Berdasarkan penilaian komprehensif yang mencakup struktur alur, tata bahasa, dan kedalaman argumen, berikut adalah kelima pemenang beserta judul karya mereka yang dinilai paling inovatif:

  1. Gina Resiana (Kategori Ekonomi Kreatif) – "Pemberdayaan IRT di Kabupaten Garut Menjadi Konten Kreator Kampung: Euceu Konten"

  2. Nurul Habibah (Kategori Budaya) – "Dari Sawah ke Festival Dunia: Layangan sebagai Identitas Budaya Garut"

  3. Bagas Ramdani (Kategori Wisata) – "Menjemput Asa di Balik Tebing Tonjong: Strategi Membawa Wisata Tersembunyi Garut Naik Kelas Tanpa Kehilangan Jiwa"

  4. Sima Masruroh (Kategori Budaya) – "Merekam Jurus, Merawat Identitas: Peran Anak Muda dalam Menjaga Pencak Silat Garut"

  5. Wiwi Hartini (Kategori Wisata) – "Wisata Garut: Bergesernya ‘Hidden Gem’ Dari Alam Tersembunyi ke Kuliner"

Masing-masing pemenang berhak mendapatkan apresiasi berupa uang tunai senilai Rp500.000,-, fasilitas kursus bahasa Inggris di Primary English, serta layanan Medical Check-Up (MCU) di Rumah Sakit Intan Husada (RSIH).

Keberhasilan InfoGarut Write Fest 2.0 ini tidak lepas dari dukungan penuh para mitra strategis. Acara ini disponsori oleh Bank BJB & Digi Bank BJB, serta didukung penuh oleh Diskominfo Kab. Garut, Disparbud Kab. Garut, Komite Ekonomi Kreatif Kab. Garut, Citimall Garut, Informa Citimall Garut, Primary English, Bumi Upi, Kopi Jaya, Rumah Sakit Intan Husada, Aplikasi Sagarut, dan KPM Corps.

Melalui panggung IGWF 2.0, InfoGarut bersama seluruh mitra berharap 50 gagasan tertulis yang telah lahir tidak hanya menjadi pemanis di atas kertas, melainkan pemantik nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif, kelestarian budaya, dan pariwisata Garut yang melek digital.

 

Penulis: Reni Mardiani

 

Diskusi (0)

Bergabunglah dalam Diskusi

Silakan masuk dengan akun Anda untuk menulis komentar dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Lanjut Membaca